#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kompak, LIB, PSSI, dan Kontestan Liga 2 2019 Siap Penuhi Tantangan BOPI
15 June 2019 11:43 WIB
JAKARTA – Musim lalu, Liga 2 menorehkan tinta merah. PSIM dan Persiwa mengawali kompetisi dengan sanksi pengurangan poin dari FIFA karena abai melunasi hak pemain. Pada akhir musim, sejumlah klub dilaporkan menunggak gaji pemain. Ironisnya lagi, ajang ini disusupi isu pengaturan skor atau match fixing.

Karenanya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tak ingin hal serupa terulang. PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, diultimatum agar menekan klub kontestan Liga 2 2019, untuk melengkapi berkas. Bila tidak, rekomendasi pelaksanaan kompetisi, mulai 22 Juni nanti, tak akan dikeluarkan.

Hingga Jumat (14/6), dari 23 kontestan kompetisi kasta kedua sepak bola nasional ini, hanya tiga klub yang sudah melengkapi berkas. Sisanya, yakni 20  tim, masih belum melengkapi peryaratan adiministrasi dari BOPI. Rinciannya, sebelas tim dari Wilayah Barat dan sembilan tim dari Wilayah Timur.


Baca Juga :
- Menpora Yakin Indonesia Bisa Bawa Pulang Medali Emas Sepak Bola SEA Games 2019
- Bingung Pilih Pelatih Timnas Senior? Tenang, Indra Sjafri Siap Jadi Pelatih!

Ketidak lengkapan persyaratan administrasi tersebut beragam. Ada yang belum menyerahkan berkas Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemain, ada yang tidak belum melampirkan berkas penyataan bebas tunggakan gaji. Bahkan, ada dua klub yang belum berkas apapun kepada LIB dan BOPI.

Mengingat waktu sudah semakin mepet, BOPI memberi tenggat waktu kepada LIB untuk melengkapi data klub yang kurang hingga Senin (17/6) mendatang. Bila tidak, hampir bisa dipastikan gelaran Liga 2 2019 dipastikan molor. Intinya, BOPI tak ingin main-main dalam proses verifikasi kali ini.

Sekretaris Jenderal BOPI Sandi Suwardi Hasan, memberi saran agar LIB menekan klub. “Saran kami, sebagai bentuk dari komitmen LIB untuk tidak main-main adalah LIB bekerja 24 jam untuk memastikan masing-masing klub itu baik dan profesional agar tidak sakit dari segi keuangan dan administrasi,” ujar Sandi.

Direktur LIB Dirk Soplanit mengatakan, pihaknya akan menyerahkan semua berkas pada Senin (17/6). “Saya sudah bilang, hampir semua persyaratan itu kami akan penuhi. Tidak bisa tidak. Karena itu sudah syarat dari BOPI dan kami harus memenuhinya. Semuanya akan bisa kami selesaikan pada waktunya,” ucap Drik kepada TopSkor.

Mengenai tuntutan ini, klub sama-sama sepakat akan memenuhinya sesuai tenggat yang telah ditetapkan. Bagi mereka, ketegasan BOPI menjadi pemacu untuk terus memperbaiki diri. “Logikanya, kalau musim lalu sebuah klub tidak mampu menyelesaikan gaji, untuk kompetisi berikutnya pasti terulang,” ucap Manajer Persatu Fahmi Fikroni.

Audit Faktual

Sandi menambahkan, tim verifikasi klub dari BOPI sudah mulai menyambangi klub untuk melakukan audit faktual. Sriwijaya FC menjadi sampel klub dari Wilayah Barat, sedang Persik Kediri dan Blitar Perib B mewakili Wilayah Timur. “Kami punya skenario audit kelembagaan dan administrasi,” ujar Sandi.


Baca Juga :
- Ini yang Membuat Pro Futsal League 2020 Lebih Spesial
- Respons Timnas Futsal Terkait Hasil Drawing Piala Asia dan Gaya Blusukan Kensuke Takahashi

Direktur Media PSSI, Gatot Widakdo berharap semua klub Liga 2 2019, yakni 23 tim, bisa berkompetisi tanpa ada yang didiskualifikasi. Untuk memastikan hal tersebut, PSSI akan terjun langsung mengingatkan klub. PSSI tak ingin jadwal kompetisi yang telah ditetapkan berubah, karena akan bedampak besar bagi klub.

“Kami harapkan klub-klub bisa memenuhi persyaratannya. Nanti akan kami ingatkan mereka. Klub Liga 2 kan member kami juga (PSSI). Jika ada persyaratan yang belum dipenuhi, kami akan minta untuk dipenuhi,” kata Gatot. Pengurangan poin yang dialami PSIM dan Persiwa ingin dipastikan tak berulang.*** SUMARGO PANGESTU/NOVAL LUTHFIANTO/SRI NUGROHO/DANI WIHARA

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA