#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Prediksi Timnas Indonesia Vs Vanuatu
15 June 2019 10:50 WIB
JAKARTA - Pelatih timnas senior Indonesia Simon McMenemy tampaknya belum puas untuk mencari strategi yang paten untuk tim nasional senior. Beberapa perubahan strategi yang mencolok memang telah terjadi selama timnas ditangani Simon. Skuat Garuda yang tadinya identik dengan skema 4-4-2 dan 4-3-3 kini bertransformasi menjadi 3-4-3.

Namun, gaya permainan timnas masih mengedepankan umpan-umpan pendek dalam membangun serangan. Akan tetapi, pemilihan formasi 3-4-3 dinilai banyak pihak adalah sebuah kesalahan, hal itu dapat tergambar jelas kala berhadapan melawan Yordania, Selasa (11/6) lalu.

Turun dengan tiga bek, lini belakang timnas begitu mudah dieksplorasi para penyerang Yordania. Begitu juga dengan skema empat gelandang. Duet Rizky Pellu dan Evan Dimas masih kerap bertabrakan ketika bertukar posisi. Keduanya pun cenderung bermain negatif atau banyak mengirim umpan-umpan ke belakang. Ini tak lepas karena para gelandang kesulitan mencari rekan yang berdiri bebas.


Baca Juga :
- Piala AFF Futsal 2019, Timnas Indonesia ke Semifinal Usai Bantai Australia
- Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 Disiarkan Langsung

Belum lagi dua bek sayap: Ruben Sanadi dan Rizky Pora, juga belum mampu bermain maksimal sebagai wing back modern. Alhasil, trio juru gedor timnas: Ramdani Lestaluhu, Riko Simanjuntak, dan Dedik Setiawan kerap menjemput bola ke area pertahanan sendiri.

Simon memiliki alasan tersendiri untuk menjawab kritik yang belakangan ini menerpanya. Pakem 3-4-3 yang digunakan diyakininya selaras dengan tipe permainan tim.

“Sebenarnya saya tidak suka membahas strategi sebelum pertandingan. Tapi, ini Indonesia dan tolong kasih pemain kesempatan untuk belajar. Mungkin kami terlalu banyak menuntut mereka untuk memberikan yang lebih baik bagi Indonesia. Tapi, Bumi berputar, sepak bola berkembang, dan kami tahu kami harus berkembang,” ujar Simon. 

Simon optimistis dan menjamin kualitas pemainnya perlahan menjadi lebih baik. Menurutnya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik di laga uji coba yang selama ini dijalankannya.

“Jadi, mari semua kasih kesempatan untuk mereka supaya bisa lebih berkembang, belajar lagi. Saya juga memastikan, mereka ingin tampil lebih baik lagi,” kata Simon.

Simon mengungkapkan dirinya dan tim bertanding tentu dengan tujuan yang sama yaitu untuk membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. “Kalau nantinya kami bertemu negara dari Timur Tengah di Kualifikasi Piala Dunia, saya meyakini kami akan lebih siap karena ada pelajaran yang sudah dipetik dari Yordania,” kata Simon.

Dalam konferensi pers, kemarin, Simon mengaku masih ada satu strategi yang nanti akan dilancarkan kala menjamu Vanuatu. “Ya, saya juga tidak akan menutup mata untuk terus bertahan dengan formasi yang sebelumnya. Besok mungkin skema 4-2-3-1 juga akan saya coba,” ucap Simon.

Menurut Simon semestinya pemain harus cepat beradaptasi dan mengikuti pola yang diinginkannya tetapi semua memang berbicara proses tidak ada tim yang instans langsung bermain kompak sesuai arahan pelatih yang baru.

Terkait hal itu, bek timnas Hansamu Yama Pranata mengatakan akan berusaha terus untuk memberikan permainan yang terbaik. Hansamu juga merasa setiap latihan dan evaluasi yang diberikan pelatih, performa pemain selalu mengalami peningkatan.

“Memang ini strategi dan cara bermain yang diinginkan Simon baru bagi kami. bagi saya dan teman-teman semua tidak ada masalah hanya butuh sedikit adaptasi lagi, pastinya juga kami bekerja keras untuk bermain sesuai arahan pelatih. Tetapi semua saya jadikan motivasi dan tantangan tersendiri dalam setiap pertandingan uji coba. Agar nanti pada pertandingan sesungguhnya kami sudah bisa bermain dengan baik,” kata Hansamu.

Sementara itu, pelatih Vanuatu Paul Munster mengaku tidak sabar menghadapi Indonesia. Laga ini sendiri menjadi persiapan Vanuatu jelang tampil di Pasific Games, Juli mendatang.


Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Sepak Bola SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Grup B
- Piala AFF Futsal 2019, Vietnam Vs Indonesia Berakhir Imbang

”Pemain harus percaya diri, di sepak bola Anda tak pernah tahu. Bisa kalah, menang, atau imbang. Tapi target utama kami adalah bermain dengan baik, kami sedang berkembang untuk Pacific Games yang merupakan ajang penting buat Vanuatu,” ucap Paul.

“Bukan tentang memenangi semua laga, sepak bola adalah tentang performa juga. Tentu saya dan pemain mau menang. Kami juga harus ingat, para pemain tak pernah main di luar dengan stadion sebesar ini, melawan tim bagus, jadi harus dinikmati, dan mendapatkan pengalaman bagus,” ucap Paul.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA