#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Si Kakek Tabarez Bidik Trofi Piala Amerika
15 June 2019 15:17 WIB
SAO PAULO – Kakek itu mengenakan kruk untuk sekadar berjalan. Matanya masih tajam setajam pikirannya. Otaknya tidak lupa dengan skema, bibirnya tidak keliru ketika memanggil nama pemain. Dialah Oscar Washington Tabarez, pelatih timnas Uruguay. Hampir setiap pemain tidak luput dari teriakannya jika melakukan kekeliruan dalam berlatih.

Ya, Tabarez, sudah 72 tahun dan masih akan terus memimpin di pinggir lapangan. Jika dia masih terlihat pada Piala Dunia 2018 lalu, Tabarez pun masih bersemangat untuk menghadapi tantangan dan petualangan dalam Piala Amerika 2019 yang digelar di Brasil ini. Tabarez menjadi pemberitaan ketika tahun lalu di Rusia dalam Piala Dunia 2018 itu tampil mengenakan tongkat.

Usia memang telah menggerus badannya tapi tidak dengan kegeniusan dan semangat. Cukup melihat rapor Uruguay di Rusia ketika menyapu bersih semua kemenangan dalam fase grup. Karena semangatnya ini pula, Tabarez pun sangat dihormati. Dia contoh pelatih yang memang mendidikasikan hidupnya untuk sepak bola. Bagi Luis Suarez, Edinson Cavani, atau semua pemain Uruguay saat ini, Tabarez adalah simbol kekuatan mereka.


Baca Juga :
- Inilah Keinginan Forlan yang Tak Terpenuhi Sebelum Gantung Sepatu
- Lima Pemain Amerika Latin Ini Layak Dibeli

Tabarez adalah Uruguay sejati, tim yang dikenal dengan semangat La Charrua. Pada masanya, La Charrua adalah strategi sepak bola dengan permainan yang keras yang menyimpan sikap pantang menyerah. Meski demikian, fase La Charrua sudah berlalu. Yang dibutuhkan timnas Uruguay saat ini adalah kemampuan meraih kemenangan dengan taktik dan strategi. Dan, publik sepak bola Uruguay masih percaya bahwa semua itu ada dalam diri Tabarez. Cavani dan kawan-kawan memanggil Tabarez dengan El Profe atau The Teacher (guru).

Dalam sejarah Piala Amerika, ajang ini kerap menampilkan kategori pelatih yang mampu meninggalkan jejak, baik itu pelatih dengan kategori inovator, pelatih dengan semangatnya soal taktik, dan pengetahuannya. Tabarez salah satunya. Uruguay masih sebagai tim yang paling banyak meraih gelar Piala Amerika, 15 kali, termasuk gelar yang mereka raih pada Piala Amerika 2011 di bawah kepemimpinan Tabarez.

Ketika Tabarez berhasil membawa Uruguay juara saat itu, negeri ini telah mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun tanpa pernah meraih Piala Amerika. Gelar tersebut sekaligus sebagai gelar pertama yang diberikan Tabarez sejak melatih timnas Uruguay pada 2006. Bandingkan dengan penantian Cile yang harus menunggu hingga 99 tahun untuk meraih gelar Piala Amerika, tepatnya ketika Cile di bawah kepelatihan Jorge Sampaoli. Namun, Sampaoli bukan orang Cile melainkan Argentina.

Scolani Termuda


Baca Juga :
- Duo Cile Masuk Tim Terbaik
- Pemain Nomor 10 yang Terlupakan

Kini, mampukah Tabarez kembali memberikan gelar Piala Amerika untuk Uruguay? Tabarez satu-satunya pelatih yang di Piala Amerika 2019 ini usianya di atas 70 tahun. Meski demikian, ada pelatih lainnya yang juga sudah gaek seperti pelatih Kolombia, Carlos Queiroz yang berusia 66 tahun, atau Ricardo Gareca (pelatih Peru) berusia 61 tahun.

Para sepuh ini akan mendapatkan tantangan yang hebat dari pelatih yang lebih segar. Di Argentina saat ini, ada Lionel Scaloni. Dia merupakan pelatih termuda di antara pelatih kontestan Piala Amerika dengan usianya yang baru 41 tahun. Dan, Scaloni, menghadapi tantangan yang besar, membawa Lionel Messi dan kawan-kawan mengakhiri penantian negeri mereka yang sudah 26 tahun. Dan, Scaloni berpeluang berduel dengan Tabarez.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA