#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Totti Makin Gerah dengan Sikap Roma
17 June 2019 13:01 WIB
ROMA – Ketakutan terbesar tifosi AS Roma terjadi juga. Ikon dan legenda klub, Francesco Totti, akhirnya memutuskan untuk hengkang dari klub yang sudah dihuninya selama tiga dekade. Mantan penyerang berusia 42 tahun itu akan menggelar konferensi pers pada Senin (17/6) siang di Salone d’Onore Coni, membeberkan semua alasan yang membuatnya berpisah dengan Roma.

Keputusan ini bukanlah kejutan. Faktanya, kegerahan Totti sudah bisa dirasakan sejak beberapa bulan terakhir. Dimulai dari pemecatan Eusebio Di Francesco, kepergian Monchi dari posisi direktur olahraga, sampai akhirnya tak ada kontrak baru buat Daniele De Rossi. Semua ini adalah hal yang sebenarnya tak sesuai dengan keinginan sang Pangeran Roma.

Jadi, bisa dibilang Totti gerah karena pengaruhnya sangat minim dalam pengambilan keputusan, meskipun berstatus sebagai salah satu direktur. Presiden James Pallotta lebih sering berdiskusi dengan CEO Guido Fienga, bahkan dengan penasehat pribadinya Franco Baldini—yang notabene bukan lagi termasuk petinggi Roma. Bukti terakhir adalah pertemuan dengan pelatih anyar Paulo Fonseca di London, yang tak melibatkan Totti.


Baca Juga :
- Era Pioli pun Dimulai
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto

Tentu saja hal ini juga berat buat Totti. Pergi dari klub yang sudah dibela sejak kecil, di mana ada hubungan spesial dengan para staf dan tifosi sungguh menghadirkan di dada dan pikiran. Itulah mengapa dia berkonsultasi terlebih dahulu dengan keluarga dan orang-orang terdekat sebelum mengambil keputusan. Totti mencintai Roma sepenuh hati, tapi arah dan tujuan klub sudah tidak lagi selaras dengan prinsipnya.

Awalnya Totti ingin mengucap perpisahan ini di Stadion Olimpico, di hadapan para pendukung setia. Namun, karena ada jadwal konser Ed Sheeran, maka suami Ilary Blasi itu mengubah rencana dengan konferensi pers di kantor CONI. Pada saat itu, Totti takkan menutup apapun, mengutarakan semua keresahannya  terhadap manajemen Roma pimpinan Pallotta.


Baca Juga :
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun
- Sarri Ragu dengan Posisi Bernardeschi

Pastinya ini akan jadi pukulan besar buat I Giallorossi dan tifosi. Tak lama setelah kehilangan kapten De Rossi, kini legenda sekaliber Totti juga menyusul.  Imbasnya, pasukan Fonseca tidak lagi memiliki pemimpin yang tahu betul identitas Roma, apa artinya membela jersey marun di lapangan. Memang, ada Alessandro Florenzi dan Lorenzo Pellegrini yang asli ibukota, tapi karisma dan pengalaman mereka tak bisa dibandingkan dengan duo ikon Olimpico tersebut.

Totti sendiri belum menjelaskan apa langkah selanjutnya pasca meninggalkan Roma. Namun, sudah ada beberapa tawaran bagi pemenang Piala Dunia 2006 bersama tim nasional Italia tersebut. Salah satunya dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). “Organisasi ini adalah tempat bagi sejarah sepak bola. Mustahil kami menolak ide memiliki juara hebat seperti Totti, De Rossi, Gigi Buffon, Gianluca Vialli, atau Roberto Baggio,” ujar Presiden FIGC Gabriele Gravina.* Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA