#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Van Dijk Telah Menularkan "Virus" ke dalam Skuat Liverpool
17 June 2019 13:33 WIB
LIVERPOOL – Dari lawan menjadi kawan. Demikian, hubungan Andrew Robertson dengan Virgil Van Dijk. Keduanya kerap berhadapan dalam dua kompetisi di Britania Raya. Tepatnya, dalam Liga Primer Skotlandia dan Liga Primer Inggris. Hingga pada akhirnya sejak 1 Januari 2018, mereka bermain untuk satu tim, Liverpool FC.

Momen itu terjadi ketika The Reds mendatangkan Van Dijk dari Southampton FC. Banderolnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 75 juta paun (sekitar Rp 1,3 triliun)! Transfer tersebut membuat pemain timnas Belanda ini mengukir rekor sebagai bek termahal sepanjang masa.

Namun, harga mahalnya itu mampu ditebus dengan penampilan impresif di lapangan. Dalam satu setengah musim ini, Van Dijk sukses memberikan kontribusi maksimal untuk Liverpool. Termasuk, membawa The Reds menjadi juara Liga Champions 2018/19. Tak heran jika Robertson bersyukur akhirnya bisa satu tim dengan Van Dijk.


Baca Juga :
- Komentar Juergen Klopp Usai Liverpool Habisi Arsenal 3-1
- Diprediksi Line-up 4-3-3 Arsenal Lawan Liverpool, Pepe, Ozil Kembali

“Dia telah memberikan pengaruh yang signifikan untuk tim ini. Saya pikir semua orang bisa melihat itu,” ujar Robertson. “Virgil salah satu pemimpin di kamar ganti. Dia sangat vokal. Bagi saya, dia juga sosok yang menyenangkan. Baik di dalam maupun luar lapangan.”

Pernyataan bek kiri 25 tahun ini tentu sangat beralasan. Kehadiran Van Dijk faktanya memang membuat lini pertahanan Liverpool tidak lagi rapuh. Sesuatu yang terus dicari fan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk sektor serangan, The Reds memang tidak pernah diragukan. Namun pertahanan selalu menjadi masalah.

Tim asuhan Juergen Klopp tersebut piawai mencetak gol tapi kerap kebobolan. Sejak Van Dijk datang, Liverpool jadi lebih kompak. Tim menjadi lebih solid dalam bertahan. Ia telah menularkan "virus" positif yang membuat permainan The Reds menjadi sempurna.

“Kehadiran Van Dijk memberi dampak kepada pemain lain. Joel (Matip) tampil luar biasa musim ini. Joe Gomez memperlihatkan permainan yang hebat. Pun demikian dengan Dejan (Lovren) yang performanya kian meningkat,” Robertson, mengungkapkan.

“Barisan pertahanan tampil bagus musim ini. Harus diakui, Van Dijk pantas mendapat kredit atas semua ini. Sebab, dia memiliki level yang berbeda dengan kami. Apa yang dilakukannya di dalam dan luar lapangan sangat luar biasa.”


Baca Juga :
- David Luiz Dapat Pesan Khusus Jelang Liverpool vs Arsenal
- Prediksi Line Up Liverpool 4-3-3 Lawan Arsenal, Tiga Perubahan di Anfield

Robertson berharap, kontribusi Van Dijk kian meningkat pada musim depan. Maklum, Liverpool menatap 2019/20 dengan misi untuk memenuhi tantangan yang tidak mudah. Selain harus mempertahankan gelar di Liga Champions, juga wajib mengakhiri dominasi Manchester City FC di Liga Primer dalam dua musim terakhir.

Ya, Liverpool mengakhiri Liga Primer 2018/19 sebagai runner-up dengan 97 poin. Satu angka di bawah sang juara, Man. City (98 poin). Namun mereka sukses menebus kegagalan itu dengan gelar di Eropa berkat kemenangan 2-0 dalam final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur FC. Pada laga itu, Van Dijk terpilih sebagai Man of the Match.* CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA