#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Totti Bongkar Borok Roma
18 June 2019 12:55 WIB
ROMA – Non è un addio è un arrivederci (Ini bukan sebuah perpisahkan melainkan sampai jumpa lagi). Sinyal itu yang dilemparkan Francesco Totti dalam konferensi pers untuk mengumumkan perceraiannya dengan AS Roma, di aula kehormatan CONI (Komite Olahraga Italia), Senin (17/6).

Jauh di lubuk hati terdalam, Totti sangat berat meninggalkan klub yang menaunginya selama tiga dekade. Rasa kecewa yang dipendamnya memuncak ketika Presiden James Pallotta menolak memberi kontrak kepada Daniele De Rossi. Situasi ini mendorongnya segera  meletakkan jabatan direktur yang diembannya dua tahun terakhir.

Dia juga membongkar borok Roma. “Dalam dua tahun terakhir, saya tidak pernah berbicara lewat telepon maupun pesan singkat dengan Presiden James Pallotta dan Franco Baldini. Mereka harus tinggal lebih lama dan semoga bisa memenangkan seperti apa yang selalu mereka katakan,” ujar ikon Roma itu. “Hanya Guido Fienga satu-satunya direktur yang saya beri ucapan terima kasih. Secara pribadi, dia bilang ingin  saya jadi direktur teknik. Satu-satunya keputusan yang saya ambil adalah mendatangkan Claudio Ranieri. Terima kasih Ranieri mau langsung datang ke Trigoria setelah saya telepon.”


Baca Juga :
- Sanchez Kembali ke Lapangan pada 2020
- Juve Tak Tertandingi

Totti merasa selama ini hanya jadi boneka. Meski statusnya direktur teknik Roma, tapi sarannya selalu dianggap angin lalu oleh petinggi klub yang lain, terutama Monchi. Mantan kapten Serigala Ibu kota tersebut mencontohkan kasus transfer Javier Pastore.

Dia sebenarnya menentang gagasan  mendatangkan winger itu dari Paris Saint-Germain. Alasannya gaya Pastore tidak sesuai dengan skema acuan Eusebio Di Francesco dan pemain sudah lama absen karena cedera. Namun, Monchi tidak mendengarkan pertimbangan dari Totti dan maju terus. Sekarang terbukti penilaian suami Ilary Blasi itu tepat.

Eks pemain nomor 10 tersebut kemudian mengisahkan, “Setelah gagal di semifinal Liga Champions, Anda pasti berpikir tahun depan harus sampai ke final. Tidak berarti saya membela Eusebio Di Francesco karena bukan saya yang membawanya, melainkan Monchi. Jika Anda menjual para pemain terbaik dan Di Francesco meminta 4-5 pemain, tapi klub tidak memberikan sama sekali. Ini tentu membuat perbedaan.”


Baca Juga :
- Inter Bertumpu kepada Brozovic
- Misi Pioli Membangkitkan Piatek

Tanpa basa-basi, Totti menyatakan dengan senang hati membantu Roma kalau Giovanni Malago yang duduk di kursi pemimpin klub. Sebagai informasi, Presiden CONI sudah dua kali ditawari jabatan tersebut.

“Kalau Malago menjadi presiden Roma, dia pasti menghubungi saya. Saya lebih percaya kepadanya dan memiliki motivasi,” ucapnya.* Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA