#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Revolusi Permainan Juve, Sarri Utamakan Formasi dan Geometri
18 June 2019 13:20 WIB
TURIN – Gelar juara Liga Europa yang baru saja dipersembahkan Maurizio Sarri untuk Chelsea FC, rupanya tidak cukup untuk mengubah sentimen tifosi Juventus FC dan SSC Napoli. Respons pemilik saham berkode JUVE pun tidak sepenuhnya positif. Ada sebagian yang melakukan penjualan sehingga di akhir perdagangan, nilai saham I Bianconeri turun hingga 1 persen.

Pelatih yang dikontrak hingga 30 Juni 2022 dan mendapat gaji 5,5 juta euro (sekira Rp88 miliar) per musim itu, akan bekerja keras mengubah keadaan. Meski Sarri baru diperkenalkan ke publik dalam beberapa hari ke depan, sejatinya dia sudah mulai bekerja dari tempatnya berlibur. Dia menganalisis kekuatan dan kelemahan individu pemain dan metode permainan yang tepat untuk mereka.

Bagi Juve, Sarri bukan pilihan kedua tapi kesempatan untuk memenangkan taruhan. Sekarang tidak ada yang tahu efek yang diberikan tecnico 60 tahun itu di Allianz Stadium sampai musim dimulai nanti.


Baca Juga :
- Ronaldo Predator Tim-tim Jerman
- Napoli Menyongsong Era Baru

Pastinya, I Bianconeri harus siap dengan adanya revolusi permainan. Dari segi permainan, Sarri bisa dibilang sebagai murid Arrigo Sacchi dan memiliki Pep Guardiola sebagai sponsor utama, dua kandidat yang dipilih tifosi untuk menggantikan Massimiliano Allegri.

Sarri sangat mengutamakan formasi dan geometri. Filosofinya sangat berbeda dengan Allegri. Jadi dia perlu merancang ulang I Bianconeri sehingga sesuai dengan gayanya, demi mencapai target yang ditetapkan klub: mempertahankan mahkota juara Seri A dan menyabet predikat kampiun Liga Champions.

Modul 3-5-2 dan 4-2-3-1 yang menjadi basis permainan tim era Antonio Conte dan Allegri, mungkin hanya dijadikan solusi alternatif. Pasalnya, Sarri sudah punya skema andalan, yakni 4-3-3 yang dikembangkan ke 4-3-1-2.

Hanya saja, berbeda dari sebelumnya yang cenderung menurunkan komponen serupa di setiap laga, kini pelatih itu harus berani lebih sering bereksperimen dan memberi kesempatan kepada semua pemain. Sarri mungkin akan sedikit kebingungan sebab kualitas tim inti dan cadangan Juve hampir setara.

Segitiga di sektor pertahanan yang terdiri dari Wojciech Szczesny, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci tak tersentuh. Jika Joao Cancelo pergi, maka Direktur Olahraga Fabio Paratici harus mencari ganti untuk penguatan sayap belakang. Sasarannya adalah salah satu dari Kieran Trippier, Elseid Hysaj atau Emerson Palmieri.

Meski sudah punya Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, Rodrigo Bentancur dan Emre Can di tengah, Juve tidak puas. Mereka merekrut Aaron Ramsey secara gratis. Eks gelandang Arsenal FC itu dapat beraksi di sayap maupun sebagai trequartista. Paratici kembali mengejar Paul Pogba dan Sergej Milinkovic-Savic.


Baca Juga :
- Agnelli Tidak Berpaling dari Sarri
- Siapa Bilang Juventus Krisis, Sarri Tidak Punya Tongkat Sihir

Cristiano Ronaldo tentu menjadi aktor utama serangan. Kendati memiliki kemampuan yang teruji, penyerang asal Portugal itu masih butuh uluran tangan rekan-rekannya di sektor depan. Gonzalo Higuain yang memiliki feeling kuat dengan Sarri, dapat dimanfaatkan sebagai pendamping CR7 dan pemain nomor sembilan palsu. Federico Bernardeschi dipasang sebagai winger atau penyerang lubang bergantian dengan Ramsey.

Belum ada kemajuan dari rencana barter antara Paulo Dybala dan Mauro Icardi. La Joya ingin mencoba bangkit dengan Juve yang baru. Sementara Mario Mandzukic tidak pernah kontak dengan klub-klub Bundesliga yang mengincarnya. Meski stok striker melimpah, Juve tidak berhenti mengejar Federico Chiesa.*** Dari Berbagai Sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA