#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Calon Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman Bertekad Jadi Perekat
18 June 2019 12:01 WIB
JAKARTA - Kebersamaan itu adalah sebuah kekuatan. Semua komunitas yang menangani olahraga Indonesia harus bersatu. Yang harus dibuka antara pemangku kepentingan dengan bidang olahraga adalah komunikasi. Tidak ada satu pihak pun merasa lebih penting. 

Marciano Norman menegaskan dalam pencalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 di Jakarta, Senin (17/6). Jenderal bintang tiga ini bertekad menjadi perekat antara Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan induk olahraga jika dia terpilih sebagai ketua umum KONI Pusat.

"Kita harus bekerja sama. Kita harus mau duduk bersama dalam mengawal itu. KONI merupakan lembaga yang dipercaya untuk membina olahraga Indonesia. Hasil binaannya akan diteruskan KOI," ujar Marciano Norman.


Baca Juga :
- Harapan PB PABBSI untuk Ketua KONI Pusat yang Baru
- Kisruh Musornas KONI, Icuk: Saya Sedih Lihatnya

Sejauh ini peran KONI Pusat seperti tak terlihat. Tupoksi KONI dan KOI menjadi tumpang tindih. Ketidakharmonisan kedua lembaga olahraga di tanah air itu pun terus beriak.  

Padahal dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) membagi tugas KONI dan KOI, sudah dijelaskan. KONI (dalam UU SKN disebut komite olahraga nasional) bertugas membina dan mengembangkan olahraga prestasi tingkat nasional dan menyelenggarakan pekan olahraga tingkat nasional atau PON.

Sementara tugas KOI menangani keikutsertaan Indonesia dalam pekan olahraga internasional (SEA Games, Asian Games, Olimpiade, dan sebagainya). KOI adalah National Olympic Committee (NOC) yang diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC). 

"KONI dan KOI tak perlu bersitegang mengenai tugas yang telah gamblang dalam UU SKN. Justru harus bersinergi dalam menjalankan tugasnya. Jika saya terpilih sebagai ketua umum KONI nanti, saya berusaha menjadi perekat keretakan tersebut. Saya akan koordinasi dengan KOI, Kemenpora dan induk organisasi olahraga," paparnya.

Marciano Norman telah mengadakan tatap muka dan dialog dengan 17 perwakilan KONI daerah serta 35 pengurus induk cabang olahraga di Hotel Borobudur, pekan lalu. Dia mengklaim, peserta yang hadir mendukungnya secara penuh dan ini jadi modal untuknya bertarung di Musyarawah Nasional (Munas) KONI pada 2 Juli nanti.

KONI Pusat telah membentuk tim penjaringan dan penyaringan untuk mendapatkan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023. Amir Karyatin ditunjuk sebagai ketua, bersama Eman Sumusi, sebagai wakil, dan Alfitra Sallam, salah satu anggota. Surat Keputusan (SK) mereka dikeluarkan pada Mei lalu.

Dari hasil rapat, tim penjaringan dan penyaringan menetapkan 12 Juni sebagai waktu dibukanya pengambilan formulir dan pendaftaran bakal calon ketua. Pendaftaran ditutup pada 21 Juni, kemudian dilakukan verifikasi syarat administrasi.

Pensiunan jenderal TNI AD yang juga lama berkecimpung di olahraga sebagai Ketum PB Taekwondo Indonesia (PB TI) selama dua periode yakni 2011-2015 serta 2015-2019 bertekad memajukan pembinaan olahraga di Indonesia.

"Jika saya dipercaya memimpin olahraga Indonesia, pilihlah saya. Bekerjasamalah dengan saya demi kemajuan olahraga indonesia," tutur mantan Kepala Batan Intelejen Nasional (BIN) itu.

Menyinggung perhatian dari KONI terhadap cabor jika dirinya terpilih dikatakan tentu akan dilakukan secara intens. Terpenting menurutnya adalah penyusunan program yang baik dari cabor tersebut. Dalam satu mekanisme organisasi yang baik setidaknya dalam penyusunan program tersebut diketahui oleh KONI. 


Baca Juga :
- Marciano Pimpin KONI, Kubu Muddai Sebut Cacat Hukum
- Dalam 100 Hari Pertama Menjabat Ketua KONI, Masalah Finansial Jadi Prioritas Marciano

Sejauh ini anggaran dari Kemenpora langsung ke cabor. Hal itu membuat KONI tidak bisa leluasa mengontrol aktivitas cabor. Tapi, Marcional tak terlalu mempersoalkan itu selama demi kepentingan atlet.

"Jika dana itu dilangsungkan silakan, tapi jika melalui KONI dijamin tidak ada satu sen pun yang berkurang. Saay berharap kedepan Kemenpora akan merestui pengajuan anggaraan cabor setelah diketahui oleh KONI," imbuh Marciano Norman.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA