#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Disebut Bakal Bubar dalam Lima Tahun ke Depan, Manajemen Bhayangkara FC Membantah
19 June 2019 11:46 WIB
JAKARTA – Menyusul melantainya Bali United di Bursa Efek Indonesia, Bhayangkara FC (BFC) menjadi sorotan. Menurut sejumlah kalangan, tim yang dibina kepolisian Republik Indonesia ini disebut tidak prospektif. Tak adanya massa pendukung BFC, seperti klub lainnya, menjadi pondasi analisis.

Bahkan, BFC diprediksi tak akan bertahan hingga lima musim mendatang. Menanggapi hal tersebut, manajemen BFC bergeming. Faktornya, hingga kini tidak ada masalah internal terkait utang piutang terhadap pemain. Manajer BFC AKBP Sumardji mengatakan, semua kebutuhan tim bisa diatasi dengan baik.

Selama tiga tahun berjalan, sejak 2017 lalu, tim yang dinaungi PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) itu disebut tidak menunjukkan penurunan performa dari segi finansial. Materi pemain BFC pun cukup apik, dihuni pemain-pemain muda level timnas. Bahkan, ada pemain-pemain asing yang berkualitas bisa didatangkan.


Baca Juga :
- Kalah Lagi, Kali ini Semen Padang Dibungkam Bhayangkara FC
- Jelang hadapi Bhayangkara FC, Semen Padang Benahi Transisi

“Bhayangkara FC itu sumber penghidupannya pure semua dari sponsor. Sponsor yang di kami itu ada BNI, GO-JEK, Bright Gas, Jasa Raharja, dan  masih ada lainnya. Yang pasti, ada enam sponsor untuk Bhayangkara FC,” kata Sumardji kepada TopSkor, saat ditemui dalam acara halalbihala tim di Jakarta, Selasa (18/6) siang.

Pria yang juga menjabat sebagai manajer timnas Indonesia U-23 itu membeberkan, musim ini The Guardian mendapat kucuran dana dari enam sponsor dengan nilai mencapai Rp30 miliar. Dalam waktu dekat, bahkan bakal ada satu sponsor lagi yang merapat. Pemasukan ini diyakini sudah lebih dari cukup untuk operasional tim.

Lebih dari itu, Sumardji menjelaskan, manejemen klub sudah mepersiapkan anggaran untuk musim selanjutnya, yakni tiga sampai empat bulan sebelum kompetisi dimulai. Dalam waktu tersebut, mereka intens mencari penyokong dana untuk Bhayangkara FC. Hal itu diyakini Sumardji menjadikan perputaran uang tetap stabil.

“Kalau kami itu, tiga bulan sebelum kompetisi dimulai, sudah mempersiapkan antisipasi untuk anggaran tahun berikutnya. Jadi, jika kami sudah persiapkan jauh-jauh hari, kami juga memprediksikan kira-kira berapa dana yang dibutuhkan. Kami yang juga senantiasa memikirkan solusi tim agar terus eksis,” ujar Sumardji.


Baca Juga :
- Komentar Darije Kalezic Usai PSM Mengalahkan Bhayangkara FC
- Tertinggal Dulu, PSM Gulingkan Bhayangkara FC

Sementara itu, dalam acara halalabihalal BFC, kemarin, sejumlah anak yatim diundang. Ini dilakukan untuk mendoakan kesuksesan tim. “Ini masih suasana lebaran. Lalu, anak-anak juga kemarin istirahat libur, sekarang sudah mulai latihan lagi. Ini kesempatan untuk lebih mengakrabkan lagi silahturahmi antara manajemen dan pemain,” katanya.

“Di samping itu, acara ini juga sebagai bentuk dari rasa syukur atas prestasi yang sudah didapatkan Bhayangkara FC selama ini. Makanya, kami juga berbagi dengan anak-anak yatim piatu, supaya pada musim ini Bhayangkara FC masih tetap bisa melaju dan berprestasi,” pria asal Madiun itu menambahkan.* Sumargo Pangestu 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA