#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tanpa Froome di Tour de France, Ineos Bakal Kesulitan
19 June 2019 14:12 WIB
LONDON -  Geraint Thomas menyebut absennya Chris Froome merupakan kemunduran untuk Tim Ineos, merujuk pada keikutsertaan mereka di Tour de France, 6-28 Juli. Pria 33 tahun itu menyebut Froome sebagai pesepeda hebat yang telah menjadi ikon, tak hanya untuk tim melainkan ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia itu.

Froome dipastikan melewatkan Le Tour setelah mengalami kecelakaan dalam Criterium du Dauphine, 9-16 Juni lalu. Seperti dilansir Cycling News, Selasa (18/6), pesepeda 34 tahun itu mengalami patah tulang dada, tulang belakang leher C7, tulang paha dan siku, serta tulang rusuk kanan.

Insiden tersebut memupus mimpi Froome menyamai rekor Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, Miguel Indurain, yang meraih lima gelar atau terbanyak dalam sejarah Tour de France. Thomas pun sangat berharap rekan satu timnya tersebut segera pulih dan kembali ke lintasan.  


Baca Juga :
- Ratcliffe Akan Jadikan Nice Langganan Kompetisi Eropa
- Klub Spesialis Penyelamat Karir Pesepakbola Ini Dibeli oleh Orang Terkaya Britania Raya

“Mendengar kecelakaan, apa pun itu, merupakan hal buruk. Terlebih, menimpa rekan satu tim. Saya belum berbicara dengannya tapi tahu bagaimana kecelakaan itu terjadi. Dan Martin melihat langsung yang dialami Froome dan mengatakan kecelakaan itu sangat mengerikan,” kata Thomas.

Thomas menuturkan, saat ini, kondisi Froome terus membaik dan optimistis segera mengayuh sepeda. Dalam beberapa tahun terakhir, Froome memang jadi andalan tim yang sebelumnya bernama Sky itu. Pria kelahiran 20 Mei 1985 itu meraih titel Le Tour 2013, 2015, 2016, dan 2017.

Froome dan Thomas merupakan andalan Tim Ineos. Tahun lalu, saat Froome gagal meraih titel, Thomas jadi penyelamat. Untuk kali pertama, dirinya menyabet titel di Paris dengan catatan 83:17:13 jam. Thomas menang atas Tom Domoulin (Tim Sunweb) dengan selisih 1:51 menit.

“Ketika datang ke balapan sebenarnya, Froome salah satu pembalap grand tour hebat yang pernah ada. Jadi, tanpa dia adalah pukulan besar. Ini membuat kami tak punya banyak pilihan saat lomba memasuki etape pegunungan. Tapi ini adalah kompetisi dan harus dihadapi,” kata Thomas.

Meski begitu, Thomas menegaskan Tim Ineos masih kuat. Pesepeda yang lahir 25 Mei 1986 itu pun mengaku siap untuk mengambil alih tugas sebagai pimpinan tim. Pertanyaannya, siapa yang akan jadi tandemnya untuk mengamankan jersey kuning, tanda pimpinan lomba.

Tim Ineos sejatinya masih memiliki Egan Bernal, yang baru berusia 22 tahun. Ia pun dipercaya pemimpin skuat saat berlaga di Giro d’Italia, 11 Mei-2 Juni lalu. Sayang, belum juga tugasnya selesai, Bernal mengalami cedera patang tulang selangka ketika berlatih menjelang ajang tersebut.

Ineos pun gagal mempertahankan gelar yang diraih Froome, tahun lalu. Pavel Sivakov jadi pembalap tercepat Ineos setelah finis di urutan kesembilan. Dirinya terpaut 8:56 menit dari Richard Carapaz (Tim Movistar) yang keluar sebagai pemenang lomba usai mencatat 90:01:47 jam.


Baca Juga :
- Dulu Miskin, Bernal Kini Masuk Daftar Pesepeda Elite
- Bernal Layak Jadi Andalan Ineos di Tour de France

Thomas mengungkapkan, hingga kini, susunan tim untuk Le Tour, belum dibentuk. Saat ini, fokus utamanya adalah menjaga kondisi tubuh dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kini, Thomas juga masih bersaing dalam Tour de Suisse di Swiss, 15-23 Juni mendatang.

“Kami akan pergi ke perlombaan dengan saya dan Egan (Bernal) sebagai andalan. Tapi, sepertinya kami akan memiliki tambahan. Saya belum tahu siapa namun ada 10 hingga 12 pesepeda. Sir Dave Brailsford akan memilih delapan di antaranya untuk Tour de France,” kata Thomas.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA