#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Profesionalisme Klub Liga 2 Ditentukan Jam 12 Siang
19 June 2019 06:47 WIB
JAKARTA - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2 kembali menggelar pertemuan, Selasa (18/6) kemarin. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Anggrek Kemenpora RI itu membahas terkait masalah persyaratan yang harus dipenuhi sebagai permohonan izin rekomendasi penyelenggaraan Liga 2 2019.
“Dalam rapat tadi (kemarin) itu cukup ketat apa yang kami bicarakan. Tetapi keputusan sudah dibuat. Kami sudah memberikan pilihan dan peringatan tegas kepada LIB, jika ada tim yang tidak dapat memenuhi persyaratan supaya adanya pencoretan langsung,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI Sandi Suwandi Hasan.

Beberapa klub Liga 2 belum memenuhi aspek finansial, seperti PSMS Medan, PSPS Riau, dan Sriwijaya FC (SFC) yang masih memiliki tunggakan gaji pemain musim lalu. Namun, SFC dikabarkan sudah melunasi tunggakan tersebut.

“Kami sudah memiliki catatan yang disepakati bersama PSSI dan LIB. Kami dari BOPI akan melakukan detailing sementara PSSI kami minta melakukan proses penyampaian penyelesaian kepada tim yang masih bermasalah begitu juga dengan LIB,” ujar Sandi.


Baca Juga :
- Putri Mataram Jawara Piala Menpora U-17 Putri Regional DIY
- Hari Ini, PSIM Perkenalkan Aji Santoso Sebagai Pelatih Baru

Terkait masalah tunggakan gaji, BOPI meminta PSSI dan LIB untuk bertindak tegas dan merampungkan masalah ini selambatnya, Rabu (19/6) pukul 12.00 siang. “PSSI dan LIB akan serius untuk jaga baik aspek bisnis finansial, sehingga perlu ke depan kami buat sebuah regulasi. Sebelumnya sudah ada regulasi di Liga 1,” kata Competition Development Manager LIB, Yulius Amos.

Dalam pertemuan tersebut LIB dan PSSI juga diminta menyelesaikan beberapa masalah krusial. Salah satunya aspek legalitas terkait perbedaan persepsi merger, akuisisi, dan pergantian nama. PSSI dan LIB menyadari hal ini dan menjadi tantangan tersendiri.

“Ini sejalan dengan spirit di lisensi (klub profesional) juga. Di 2020 seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 harus penuhi kriteria lisensing regulation klub. Ini yang di dalamnya sudah ada aspek legalitas. Kami akan atur bagaimana perpindahan, merger, akuisisi, tidak hanya semata-semata mengalihkan hak dan kewajiban,” ujar Yulius.

Yulius juga mengatakan bahwa LIB selama ini selalu berkomunikasi dengan baik terhadap tim yang masih bermasalah. Seperti perkembangannya sampai saat ini SFC sudah hampir menyelesaikan seluruh tunggakannya.

“Untuk PSPS juga sudah mendapatkan kabar terakhir yaitu bahwa teman-teman di Riau sudah mengembalikan kepengelolaan kepada Gubernur. Dan Gubernur berharap ada respons positif dari pengusaha-pengusaha di Riau untuk bekerja sama secara profesional. Kami akan terus berkomunikasi secara intensif dan harapan juga masalah ini akan selesai sesuai tanggal waktu yang diberikan kepada BOPI,” kata Yulius

Selain itu, masalah Persiwar Waropen, tim yang baru saja naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2. Dalam hal ini LIB mengaku akan melakukan pembinaan secara mendalam terhadap Persewar agar tetap dalam jalur sebagai tim profesional di Liga Indonesia. 


Baca Juga :
- Komjen Iriawan Hadiri Acara Voters PSSI di Jawa Timur
- Gol Simic Meragukan Tapi Disahkan, Gol N'Douassel Sah tapi Dianulir, PSSI Harus Lakukan Terobosan

“Waropen baru naik dari Liga 3 ke Liga 2 Indonesia tentu kami punya kewajiban untuk melakukan pembinaan terkait aspek legalitas dan infrastruktur juga. Kami akan hadir langsung ke Waropen yang sekarang basisnya sudah di Pasuruan. Kami akan kerja sama dengan mereka untuk develop dan hal yang dibutuhkan Waropen,” kata Yulius.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA