#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Krisis Keuangan, PSPS Riau Serahkan Pengelolaan Klub kepada Gubernur
19 June 2019 11:14 WIB
PEKANBARU – Kompetisi tinggal hitungan hari, namun salah satu wakil Sumatra pada kompetisi Liga 2 2019, PSPS Riau, justru mengalami krisis keuangan. Manajemen PSPS bahkan sudah mengembalikan pengelolaan klub tersebut kepada Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar.

Hal itu diungkapkan Competition Development Manager PT Liga Indonesia Baru (LIB), Yulius Amos. "Benar, untuk PSPS kami sudah mendapatkan kabar terakhir yaitu bahwa teman-teman di Riau sudah mengembalikan kepengelolaan kepada gubernur,” kata Yulius kepada TopSkor, Selasa (18/6).

“Kemudian Gubernur Syamsuar berharap ada respons positif dari pengusaha-pengusaha di Riau untuk bekerja sama secara profesional. Kami akan terus berkomunikasi secara intensif dan berharap juga masalah ini akan selesai sesuai tanggal waktu yang diberikan kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia)," Yulius menambahkan.


Baca Juga :
- 4000 Bibit Muda Persib Bersaing di Umuh Muchtar Cup 2019
- Akbar Zakaria Diskors, Sriwijaya FC Merukir Ambrizal ke Posisi Bek Sayap

Terkait krisis itu, sebelumnya beredar pula kabar PSPS akan merger dengan Bontang FC jelang bergulirnya Liga 2 2019. Ternyata itu bukan kabar angin. "Ya, informasi rencana PSPS merger dengan Bontang itu benar," kata Humas PSPS Riau, Muhammad Teza Taufik, ketika dikonfirmasi, Selasa.

Namun, saat sedang proses rapat, di antara kedua belah pihak ternyata tidak menemui kesepakatan. Alasannya terhalang regulasi. "Jadi kemungkinan merger itu tidak terjadi. Apalagi kepengurusan tidak bisa cepat dibentuk karena tinggal beberapa hari lagi Liga 2 dimulai," Teza menambahkan.

Menurut Teza, kepastian final batal mergernya kedua klub tersebut diputuskan Senin (17/6) malam lalu. Pihaknya juga sudah bertemu perwakilan PT LIB untuk membahas masalah ini, dan akan rapat lagi terkait tim berjulukan Askar Bertuah itu jelang Liga 2.

Disinggung soal tunggakan gaji mantan pemain dan pelatih PSPS, Teza mengaku pihaknya memang diminta PT LIB melengkapi syarat bebas tunggakan sebelum Liga 2 dimulai. Syarat tersebut akan dipenuhi setelah PSPS selesai alih manajemen.

"Untuk surat bebas tunggakan itu sedang proses, karena kami harus peralihan manajemen dulu. Kalau semua sudah bertemu berarti surat bebas tunggakan akan dibuatkan dengan jaminan," ujar Teza.

Selain itu, Teza mengungkapkan pemain PSPS yang didaftarkan untuk Liga 2 sebanyak 24 pemain. PSPS baru saja menjalani uji coba terakhir melawan tim Tiga Naga di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, dan selanjutnya fokus bersiap untuk laga perdana Liga 2 lawan PSMS Medan, Sabtu (22/6).

Sementara itu, wakil Sumatra lainnya Sriwijaya FC (SFC) Selasa pagi melahap materi latihan berat, dan pada sore harinya diajak relaksasi ke kolam renang Hotel Swarna Dwipa Palembang. "Sisa tiga hari sebelum melawan Perserang Serang Minggu (23/6) di Gelora Jakabaring, kami akan fokus lagi ke latihan taktikal," ujar pelatih SFC, Kas Hartadi.


Baca Juga :
- Kalteng Putra Optimistis Bangkit saat hadapi Maung Bandung.
- Indonesia Temukan Lagi Wakil eSports SEA Games 2019, Kali Ini untuk Gim Tekken 7

Pelatih asal Solo ini mengatakan, kondisi ke-23 pemainnya jelang lawan Perserang sudah tidak ada yang cedera dan semuanya bugar. Terkait penyerang sayap Laskar Wong Kito, Siswanto yang sempat cedera pada ankle kaki kirinya juga mulai membaik.

"Saya akan terus pantau kondisi Siswanto, apakah dia bisa diturunkan nanti melawan Perserang. Peluang itu tetap ada, semua pemain menunggu H-1 pertandingan baru bisa ditentukan siapa yang akan turun," ujar Kashartadi.*Agustian Pratama

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA