#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Piala Amerika Bisa Jadi Pertaruhan Terakhir Messi
19 June 2019 07:55 WIB
BELO HORIZONTE - Pertanyaan besar masih menggelayuti Lionel Messi. Bersama FC Barcelona, ia mampu mengoleksi 33 trofi sejak debut pada 16 November 2003 dalam usia 16 tahun, empat bulan, dan 23 hari.

Namun, pencapaian Messi bersama tim nasional Argentina sangat kontras dengan raihannya di Barcelona. Sejak debut pada 17 Agustus 2005 – dalam usia 18 tahun, satu bulan, dan 24 hari – Messi belum pernah memenangi trofi bergengsi.

Selama hampir 15 tahun itu, torehan tertinggi La Pulga untuk Argentina hanyalah juara Piala Dunia U-20 2005 dan medali emas Olimpiade Beijing 2008. Messi belum mampu memberikan gelar untuk tim senior Argentina yang kali terakhir mengangkat trofi saat menjuarai Piala Amerika 1993.       


Baca Juga :
- Tiga Tridente Maut Bakal Menghiasi La Liga
- Perburuan Dua Tahun Barca Berakhir Manis

“Di sepak bola dunia saat ini, Kamerun lebih baik ketimbang Argentina,” kata Cesar Luis Menotti, pelatih Argentina saat merebut Piala Dunia 1978, penuh sindiran.

Kesempatan Messi untuk menjawab kritik sejatinya ada di Piala Amerika 2019 yang sejak Jumat (14/6) lalu berlangsung di Brasil. Messi masih menjadi top scorer sepanjang masa Argentina dengan 67 gol (dua terakhir dibuat saat lawan Nikaragua di uji coba, 8 Juni lalu). Tetapi, statistik gol dan reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang pernah ada, “tidak akan sah” tanpa gelar bergengsi untuk Argentina.

Kurang dari sebulan lagi, Messi akan genap 32 tahun. Dengan usia yang menua, kans untuk menunjukkan performa juga kian mengecil. Bukan tidak mungkin Brasil 2019 ini menjadi Piala Amerika terakhir bagi Messi.  

Yang menjadi masalah, status Argentina di Piala Amerika ke-46 ini sepertinya sudah bukan lagi favorit usai menyerah 0-2 dari Kolombia pada laga pertama di Grup B, Sabtu (15/6) lalu. Kekalahan tersebut membuat Argentina untuk sementara menjadi juru kunci grup.

Lawan mereka berikutnya bukan lebih ringan. Paraguay sudah menanti di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (19/6) malam ini. Argentina harus menang jika masih ingin bertahan di Piala Amerika.

Piala Amerika 2019 bisa jadi kesempatan terakhir bagi Messi memberikan gelar bergengsi untuk Argentina bukan tanpa alasan. Pada 2020, masih ada satu Piala Amerika yang bakal digelar di Argentina dan Kolombia. Saat itu, usia Messi bakal 33 tahun. Dua tahun kemudian, jika lolos kualifikasi, Argentina akan turun di Piala Dunia 2022 Qatar. Yang menjadi pertanyaan, apakah performa Messi tidak akan menurun di usia 35 tahun?

Ada dua kemungkinan bila Messi tidak sukses di Brasil ini. Ia kemungkinan besar akan mundur. Jika tidak, Messi harus tetap bersama timnas Argentina dengan selalu di bawah tekanan bayang-bayang kegagalan.

Kemungkinan terbesar, Messi akan pensiun dari timnas jika tidak mampu memberikan Piala Amerika ke-15 untuk Argentina. Pada 2016 lalu di Amerika Serikat, Messi menyatakan mundur dari timnas setelah Argentina dikalahkan Cile di final. “Timnas sudah selesai buat saya. Itu saja,” ucap Messi setelah final Piala Amerika 2016.

Sang kapten juga sempat meninggalkan La Albiceleste usai disingkirkan Prancis di 16 besar Piala Dunia 2018. Di turnamen besar, sepanjang memperkuat timnas Argentina, Messi sudah tiga kali merasakan kandas di perempat final (Piala Dunia 2006 dan 2010 serta Piala Amerika 2011) dan empat kali harus puas menjadi runner-up (Piala Dunia 2014 serta Piala Amerika 2007, 2015, dan 2016).***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

 


Baca Juga :
- Opera Sabun Griezmann Berakhir
- Hasil Undian Grup Piala Dunia U-17 2019, Argentina dan Spanyol Satu Tempat

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA