#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS: Nadal Vs Federer, Rivalitas Paling Ditunggu
20 June 2019 08:05 WIB
LONDON – Rivalitas antara Roger Federer dan Rafael Nadal jadi salah satu yang terbesar dalam sejarah tenis dunia. Keduanya tercatat sudah 39 kali bertemu, di mana Nadal lebih mendominasi dengan 24 kemenangan. Jumlah itu menempatkan persaingan Federer-Nadal di posisi ketiga terbanyak dalam Era Terbuka.

Posisi pertama ditempati Nadal dan Novak Djokovic, 54 kali. Sementara persaingan Federer dan Nole, sapaan Novak Djokovic, jadi yang terbanyak kedua dengan jumlah 47 pertemuan. Yang perlu digarisbawahi, duel Federer dan Nadal berlangsung lebih lama atau sebelum nama Nole mencuat, 2006 lalu. 

Selain itu, kedua pemain juga tercatat sebagai pemegang gelar grand slam terbanyak dalam sejarah tenis tunggal putra. Federer mengoleksi 20 titel, sementara Nadal, 18.  Mereka juga sama-sama pernah berada di posisi dua teratas dunia dalam enam tahun berturut-turut, masing-masing 2005-2010.


Baca Juga :
- Federer Layak Menang, Unggul di Segala Aspek
- Komentar Alexander Zverev Usai Kalahkan Rafael Nadal

Hingga kini, persaingan Federer dan Nadal jadi daya tarik tersendiri. Keduanya pertama kali bertemu dalam Miami Masters, 2004. Kala itu, Nadal yang baru 17 tahun dan ada di peringkat ke-34 dunia, membuat kejutan dengan mengalahkan Federer yang kala itu berstatus nomor satu, dengan dua set, 6-3, 6-3.

Sejak itu, pertandingan keduanya kerap berlangsung sengit. Salah satu laga Federer dan Nadal yang dianggap terbesar tersaji dalam Wimbledon 2008. Saat itu, keduanya menempati posisi pertama dan kedua. Nadal memenangi laga berdurasi 4 jam, 48 menit itu dengan 6-4, 6-4, 6-7 (7), 6-7 (10), dan 9-7.

Saat ini, Federer dan Nadal memang tak lagi muda dan kerap dibebat cedera. Namun,  persaingan di antara keduanya masih berlanjut. Semifinal Prancis Terbuka, Mei lalu,  jadi kali terakhir mereka bertemu. Dalam laga yang berlangsung di lapangan tanah liat, Nadal keluar sebagai pemenang, 6-3, 6-4, 6-2.

“Ketika bertemu Rafa (sapaan Nadal), saya mencoba mengeluarkan semua yang saya miliki. Pertandingan (semifinal Prancis Terbuka) terakhir benar-benar menantang karena kami juga dihadapkan dengan angin yang luar biasa. Meski kalah, saya meninggalkan Paris dengan positif,” kata Federer.

Khusus untuk lapangan tanah liat, Federer mengaku permainan Nadal di atas rata-rata. Sekadar infomasi, saat tanding di jenis lapangan ini, petenis asal Spanyol itu telah mengoleksi 14 kemenangan dari 16 laga dengan Federer. Kondisi berbanding terbalik saat mereka berhadapan di lapangan rumput.

“Ketika datang ke lapangan rumput, ia akan melihatnya sebagai permukaan yang sulit  karena cukup sering kecewa. Lapangan rumput memperlihatkan kekuatan, sekaligus menyembunyikan kelemahan saya. Dari sudut pandang itu, saya bisa memainkan apa yang saya inginkan,” kata Federer.


Baca Juga :
- Nadal Akui Performanya Tak Cukup Baik untuk Kalahkan Zverev
- Nadal Takluk dari Zverev di Pertandingan Pertama Fase Grup ATP Finals

Kedua petenis memang memiliki kelebihan dan kekurangan pada jenis lapangan tertentu. Nadal misalnya yang dikenal sebagai raja tanah liat, sedangkan Federer berjaya di lapangan rumput. Wimbledon, 1-14 Juli mendatang berpotensi menghadirkan pertemuan dua legenda tersebut.

Selain di Wimbledon, Federer dan Nadal berkesempatan bertemu di turnamen grand slam penutup, Amerika Serikat (AS) Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, 26 Agustus-8 Desember. Sekadar catatan, dalam turnamen ini, kedua petenis belum pernah bertemu.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA