#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
PB ISSI Punya PR Besar Jelang Olimpiade 2020
20 June 2019 13:00 WIB
JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) terus mengasah kemampuan para pembalap dari disiplin trek. Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda yang diandalkan pada kejuaraan Thailand Cup, Mei lalu, belum mampu tampil memuaskan.

Turun di nomor sprint dan keirin, Crismonita dan Elga cukup bagus saat melakoni sesi kualifikasi. Namun, ketika berlomba, mereka mengendur. Hal ini terlihat dalam tiga hari Taiwan Cup 2019. Oleh karena itu, tim pelatih tengah berupaya memecahkan pekerjaan rumah (PR) besar tersebut.

Pelatih tim nasional (timnas) balap sepeda, Dadang Haries Poernomo, mencontohkan sprint putri. Pada sesi kualifikasi, Crismonita tampil cepat dengan 11,12 detik. Namun,  ketika lomba, kemampuannya tak terlihat dan tertinggal oleh lawan yang sebenarnya lebih lambat di kualifikasi.


Baca Juga :
- Jepang Rilis Desain Medali untuk Olimpiade 2020
- Dapat 119 Miliar, NPCI Fokus ASEAN Paragames dan Olimpiade 2020

“Yang namanya sprint dan keirin ini kan harus beradu kecepatan dengan pembalap lain. Mungkin karena pembalap Indonesia kurang jam terbang, pas lomba malah tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Ini tentu menjadi hal yang harus diperbaiki,” ucap Dadang.

Sedangkan pada nomor keirin, Elga mengalami kecelakaan parah. Crismonita dianggap sebagai biang keladi lantaran mengambil jalur pembalap lain. Jatuhnya salah satu lawan dalam disiplin itu turut menyeret Elga. Hal tersebut membuat Crismonita didiskualifikasi dari lomba.

Jika dilihat dari rekaman video, manuver yang dilakukan Crismonita, bersih. Tapi, chief commissaire punya pandangan lain. Tim pelatih pun sudah mengajukan protes namun ditolak. “Tragedi ini hampir saja membuat Elga down karena keirin berlangsung hari kedua,” ujar Dadang. 

Agar mental para pembalap kian terasah saat lomba, sepulangnya dari Thailand, tim pelatih menciptakan iklim kompetisi dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Dadang menuturkan, atlet sepeda trek Indonesia kerap diinstruksikan menjalani simulasi lomba.

“Sekarang, latihannya tidak sembarangan karena para pembalap kami suruh berlomba. Kalau sudah terbiasa, diharapkan pada ajang-ajang kompetitif, mental mereka terasah. Utamanya saat harus berada satu lintasan dengan pembalap dari negara lain,” ucap pria asal Banyuwangi itu.

Crismonita dan Elga jadi andalan Indonesia untuk meraih tiket Olimpiade XXXII/2020 Tokyo. Untuk itu, mereka akan terus diikutkan ke turnamen besar agar dapat mengumpulkan poin. Pembalap lain seperti Ayustina Delia Priatna juga bakal diusahakan PB ISSI.

Belum Mulai

Di sisi lain, pelatnas balap sepeda sebenarnya belum dimulai secara resmi karena hingga kini, PB ISSI belum menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


Baca Juga :
- Perpani Ingin Tambah Atlet Panahan ke Olimpiade 2020
- Anthony Sinisuka Ginting Pulangkan Wakil Korsel

Namun, komitmen Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, sangat besar. Pria yang akrab disapa Okto itu menginstruksikan manajer dan pelatih menggelar pelatnas. “Beliau berkeinginan besar meloloskan pembalap sebanyak mungkin ke Olimpiade,” kata Dadang.

Selain sepeda trek, BMX disiplin yang sangat diharapkan. Bahkan, selama ini, sektor tersebut jadi andalan utama Indonesia. PB ISSI ingin ada lebih dari satu pembalap BMX yang tampil di Tokyo. Pada Olimpiade XXXI/2016  Rio de Janeiro, BMX hanya diwakili Toni Syarifuddin.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA