#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Suarez Pangkas hingga Tiga Kilo Beratnya Tiap Tahun
20 June 2019 12:17 WIB
PADA 2010 lalu, Andres Palop sempat mencuri perhatian sebab masih mampu tampil impresif sebagai kiper Sevilla FC di usia yang sudah 37 tahun. Bahkan ia dinilai bermain lebih baik pada setiap musimnya. “Setiap tahun saya mengurangi satu kilogram lebih sedikit untuk tidak menambah lemak,” katanya berbagai salah satu rahasianya kala itu.

Apa yang dilakukannya itu tentu mendapat apresiasi besar, tapi rasanya sirna begitu saja jika melihat yang dilakukan Luis Suarez saat ini. Sesuatu yang mustahil baru saja diakui oleh penyerang FC Barcelona, Senin (17/6). Ia mengakui bahwa ada diet ketat yang dijalani agar bisa menjaga penampilannya tetap trengginas di usai 32 tahun.

Secara kasat mata memang tak nampak perbedaan signifikan dalam tubuhnya. Namun faktanya ujung tombak berjuluk El Pistolero ini memangkas hingga tiga kilo berat badannya tiap tahun. Seperti kebanyakan atlet profesional lainnya, ia pun dibantu oleh spesialis yakni Maria Antonia Lizarraga Dallo yang tak lain ahli gizi milik Barca.


Baca Juga :
- Kubo dan Abe Masuk Sejarah Madrid dan Barca
- Faktor Liverpool Menutup Kans MU Dapatkan Coutinho

Dallo adalah orang yang bertanggung jawab atas inisiatif program Eat Like a Pro yang dilakukan Los Azulgrana –julukan Barca– untuk melawan obesitas pada masa kanak-kanak. Ia merekomendasikan Suarez menurunkan berat badan yang juga bisa mengurasi rasa sakit di tulang rawandi  lutut kanannya yang cedera.

Model diet yang diberikan ke striker tim nasional Uruguay adalah Diet Lizarraga. Itu berdasar pada makanan anti-inflamasi yang berasal dari buah buahan dan sayuran berwarna gelap, lemak sehat seperti minyak zaitun atau omega 3 dari ikan dan rempah seperti kunyit. Ada pula rekomendasi daging ayam atau kalkun putih yang dipanggang.

Untuk daging merah, hanya diperbolehkan dua kali dalam seminggu. El Pistolero juga dilarang untuk mengkonsumsi alkohol. Perihal pantangan ini, hampir mirip dengan yang dijalani oleh rekannya di lini depan Barca, Lionel Messi. Penyerang berjuluk La Pulga (si Kutu) ini pun memiliki programnya sendiri yang kali ini “dibantu orang luar”.

Atas rekomendasi seorang jurnalis senegaranya, pada 2013 lalu penyerang tim nasional Argentina ini mendatangi Italia. Ia meminta bantuan ke Dr Giuliano Poser di Sacile untuk mengatasi masalahnya. Intoleransi terhadap apa yang dikonsumsi semasa muda seraya daging merah dan pizza memang sempat membuat muntah di lapangan.

Proser yang merupakan praktisi kedokteran olahraga selama lebih dari dua dekade akhirnya memberi program yang agak berbeda dari biasanya. Dietnya mengatur soal nutrisi, koreksi postural, osteopati, bunga Bach, kinesiologi, pijat, bahkan juga menyangkut terapi kontrol emosi. Poin terakhir bahkan menjadi komponen kunci.

La Pulga hanya memakan apa yang dibutuhkan tubuhnya, bukan apa yang diinginkan. Tak ada lagi tepung, ragi, dan gandum yang biasa ditemukan di pasta, pizza atau roti tawar. Daging babi dan sapi, telur, kerang, berbagai produk susu, dan alkohol dijauhi. Semua diganti makanan organik dan segar, air mineral, hingga air infus.

Untuk kontrol emosi ada terapi emosional, psikoterapi dan pengobatan bunga Bach (embun pada kelopak bunga liar). Metode ini nantinya berpengaruh untuk Messi memerangi stres dan kecemasan, meningkatkan ingatan dan gairah. Bunga Bach juga bisa mengembalikkan keseimbangan pikiran dan tubuh.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Neymar Bicara Masa Depan dengan Direktur Olahraga PSG
- Valverde Jilid III dan 10 Enigma Los Azulgrana

 

SOROT
Terapi menggunakan bunga Bach juga diterapkan Dr Giuliano Poser pada Gonzalo Higuain. Sedangkan orang terkenal lainnya yang memakai ini adalah aktris Salma Hayek, Cate Blanchett, Jennifer Aniston dan Emma Watson.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA