#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Finansial yang Tak Merata Dianggap Merusak Liga Primer
20 June 2019 13:22 WIB
LONDON – Liga Primer dikenal sangat kompetitif. Namun bukan berarti merata. Kompetisi kasta tertinggi sepakbola Inggris itu justru didominasi enam tim teratas (The Big Six). Kehadiran Manchester City FC, Liverpool FC, Chelsea FC, Tottenham Hotspur FC, Arsenal FC, dan Manchester United FC (MU) seperti pisau bermata dua.

Keenam tim top ini membuat Liga Primer semakin menarik disaksikan. Namun di sisi lain, kehadiran mereka menghadirkan jurang kesenjangan dengan 14 klub peserta, terutama dari segi keuangan. Ya, The Big Six mendapatkan 57,5% dari total pendapatan tahunan kolektif 20 klub di Liga Primer.

Demikian hasil laporan dari Vysyble. Firma tersebut memberikan analisis seluruh klub Liga Primer sejak 2008/09 hingga 2017/18. Untuk musim lalu, datanya pun sudah tersedia. Vysyble menemukan, The Big Six meningkatkan pendapatannya dari 247 juta paun (sekitar Rp 4,4 triliun) menjadi 2,77 miliar paun pada 2017/18.


Baca Juga :
- Terungkap, Penyebab Pelatih Inggris Cukup Sukses di Liga Primer Musim Ini
- Bournemouth vs West Ham, Ajang Pelampiasan Kekecewaan

Sementara 14 klub lain justru mengalami penurunan pendapatan lebih dari 10 juta paun. Meskipun Liga Primer mencatat rekor pendapatan kolektif mencapai 4,83 miliar paun. Faktanya, The Big Six mengunci enam tempat teratas di Liga Primer dalam empat dari lima musim terakhir.

Pengecualian pada 2015/16 saat Leicester City FC juara dan Southampton FC menembus peringkat enam. Itu menjadi musim terburuk bagi The Big Six yang secara kolektif hanya mencapai 393 poin. Sedangkan musim lalu mencapai 474 poin dengan juara Man. City sebagai penyumbang terbesar, yakni 98 angka.

“Sebenarnya ada dua divisi (di Liga Primer). Pertama yang terdiri dari enam klub besar, sisanya berusaha untuk menghindari degradasi,” kata Direktur Vysyble Roger Bell. “Alhasil, dari segi pendapatan, ke-14 klub lain semakin jauh tertinggal dari The Big Six.”


Baca Juga :
- Liga Primer Berlakukan VAR, Chelsea Paling Tidak Beruntung
- Ujung Tombak Kembar Arsenal

“Mereka (The Big Six) nyaman berada di kursi kemudi karena keuntungan yang lebih tinggi berkat total poin yang lebih besar. Kesenjangan poin antara juara dengan klub terbawah musim lalu yang menjadi rekor, selisih 82 angka,” ujar Bell menyinggung perbedaan Man. City dengan Huddersfield Town AFC yang finis di posisi 20 musim lalu dengan 16 poin.*CHOIRUL HUDA

SOROT
Pendapatan klub di Eropa termasuk Liga Primer terbagi dalam beberapa sektor. Mulai dari hak siar televisi, bonus jika tampil di Eropa, sponsor, tiket, hingga merchandise.

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA