#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jakarta di Mata Atlet MMA Indonesia
21 June 2019 20:14 WIB
JAKARTA - 21 Juni dirayakan sebagai hari ulang tahun ke-492 ibukota Indonesia, Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan berbagai gelaran perayaan.

Selain Jakarta Great Sale dan Pekan Raya Jakarta, sebuah pasar kreatif akan digelar di Lapangan Banteng, berikut sebuah karnaval dari Balai Kota ke Lapangan Monas.

Para atlet mixed martial arts (MMA) yang tergabung dalam ONE Championship juga menyampaikan opini, kecintaan, serta aspirasi mereka tentang “The Big Durian.”


Baca Juga :
- ASG 2019 Dimulai, Indonesia Target Juara Umum
- Pengamat Sepak Bola Vietnam Sebut Malaysia dan Indonesia Bukan Pesaing

Beberapa atlet ini, yaitu Anthony “The Archangel” Engelen, Stefer “The Lion” Rahardian, Rudy “The Golden Boy” Agustian, Angelo “The Unicorn King” Bimoadji dan Egi Rozten, memiliki kecintaan tersendiri akan Jakarta, terlepas dari lokasi mereka berlatih saat ini.

Berikut beberapa cuplikan dari kesan dan pesan mereka mengenai Jakarta:

Tiga kata yang paling mewakili Jakarta?
Anthony Engelen (AE): “Tiga kata tentang Jakarta adalah macet, makan dan mall.”
Stefer Rahardian (SR): “Tiga kata untuk Jakarta? Kota besar, lifestyle, macet!”
Rudy Agustian (RA): “Bagi saya, Jakarta itu identik dengan 3 kata yaitu macet, polusi dan konsumtif.”
Angelo Bimoadji (AB): “Menurut saya, Jakarta itu identik dengan kata-kata seperti macet, sosialita, dan ‘keras’.”
Egi Rozten (ER): “Jakarta itu maju, tertib dan bersih.”

Apa yang paling disukai dan dibenci dari Jakarta?
AE: “Tentang Jakarta, saya paling suka makanan dan orang-orangnya. Sementara itu, saya sangat tidak menyukai kemacetan di kota ini.”

SR: “Yang saya sukai dari Jakarta itu adalah selalu ada banyak pilihan untuk apapun kebutuhan kita. Tetapi, yang saya paling tidak sukai dari Jakarta adalah kemacetan dan banjirnya.”

RA: “Yang paling saya sukai dari Jakarta adalah banyaknya pusat belanja yang komplit, dimana yang saya tidak sukai dari Jakarta adalah kondisinya yang terlalu padat.”

AB: “Saya paling sukai dari ibukota itu adalah kawasan Jakarta Selatan, tetapi selain itu, bagi saya, yang paling tidak saya sukai di Jakarta adalah masih banyak orang-orang yang berkelakuan kampungan.”

ER: “Yang saya paling sukai dari Jakarta adalah mulai adanya kemajuan dari segi transportasi umum, dimana sekarang sudah ada MRT. Oleh karena itu, saya paling tidak suka orang-orang yang merusak atau mengotori fasilitas umum yang seharusnya kita rawat bersama.”

Apa harapan Anda untuk Jakarta?
AE: “Harapan saya adalah agar infrastruktur Jakarta tetap meningkat. Sejak tahun lalu, ada banyak peningkatan dengan penambahan jalan, adanya MRT, dan LRT yang akan segera rampung. Jakarta jangan berhenti di situ. Tetaplah mengadakan peningkatan, tetaplah membangun jalur-jalur angkutan umum baru; karena dengan transportasi publik yang lebih baik maka penggunaan kendaraan pribadi diharapkan akan berkurang.”

“Polusi udara juga semoga akan bisa dikurangi. Saya juga berharap adanya edukasi tentang pengelolaan sampah bisa membaik di Jakarta, supaya orang-orang tidak membuang sampah ke jalan atau ke sungai. Pemerintah kota harusnya bisa mengatasi masalah-masalah ini. Jakarta is my home, I love it.”

SR: “Harapan saya adalah agar masih ada bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda, di tengah-tengah himpitan berbagai gedung gedung kantor dan pusat bisnis.”

RA: “Saya berharap semoga makin banyak pembangunan dan perapihan struktur-struktur bangunan, karena Jakarta adalah ibukota negara; sebagai ‘wajah’ dari Indonesia.”


Baca Juga :
- Komentar Simon McMenemy Soal Persaingan di Grup G
- Reaksi Pelatih Timnas Malaysia Masuk Grup G, Indonesia Jadi Perhatian

AB: “Kalau saya berharap agar kebun binatang Ragunan bisa dirapihkan, selain jangkauan MRT yang semakin diperluas.”

ER: “Harapan saya adalah semoga Jakarta semakin maju, dan masyarakatnya lebih menjaga supaya kota ini menjadi semakin maju dan lebih baik lagi.”

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA