#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Inilah Penyebab Sanchez Bersinar di Timnas Cile tapi Terpuruk bersama Man. United
24 June 2019 07:54 WIB
RIO DE JANEIRO - Alexis Sanchez seperti memiliki dua wajah. Winger 30 tahun ini bersinar bersama tim nasional Cile, tapi redup saat memperkuat Manchester United (MU). Dia bahkan menjadi kunci sukses La Roja lolos ke perempat final Piala Amerika 2019 dengan menyumbangkan dua gol dalam dua pertandingan di Grup C.

Catatan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kontribusinya buat MU musim lalu. Sanchez juga membukukan dua gol buat Setan Merah, tapi jumlah itu ditorehkannya dalam 27 pertandingan di seluruh kompetisi.

Sejak hijrah dari Arsenal FC ke MU pada Januari 2018, Sanchez memang tak pernah lagi membuktikan reputasinya sebagai salah satu winger terbaik di dunia yang dia raih saat masih membela FC Barcelona. Mantan pemain Udinese Calcio ini bahkan lebih banyak berkutat dengan cedera dan menghabiskan waktu di bangku cadangan.


Baca Juga :
- Besok, Inter dan MU Selesaikan Kebuntuan Soal Gaji Sanchez
- Meski Telat Berkembang, McTominay Punya Jiwa Kompetitif

Kondisi ini bertolak belakang dengan yang diperlihatkan Sanchez bersama timnas Cile. Khususnya di ajang Piala Amerika. Dia berperan penting dalam sukses La Roja merebut Piala Amerika Centenario 2016 dengan mencetak tiga gol dan tiga assist dalam enam pertandingan. Sebelumnya, Sanchez juga menyumbangkan satu gol dan satu assist dalam enam laga di Piala Amerika 2015 saat Cile jadi juara untuk kali pertama.

Ada apa dengan Sanchez? Menurut pelatih timnas Cile, Reinaldo Rueda, kesulitan yang dialami pemain itu di MU disebabkan oleh minimnya kedekatan dengan rekan-rekan setim di Old Trafford. Hubungan ini berbeda dengan rekan-rekannya di skuat La Roja.

“Kondisi ini tidak mudah dijelaskan,” kata Rueda. Tapi, Alexis menunjukkan komitmen yang sangat kuat di sini dan barangkali, di Manchester dia tidak punya hubungan emosional dengan rekan-rekan setimnya. Dia kurang dicintai. Dia bernasib sial karena MU juga sempat mengalami masalah.”

Rueda menambahkan bahwa memulihkan ketajaman Sanchez bukan pekerjaan yang sulit karena pemain itu merupakan pencetak gol alami. Menurutnya, mantan pemain River Plate itu hanya butuh dukungan dari rekan-rekan setim dan staf pelatih agar bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya.

“Kami telah melakukan hal yang istimewa terhadap dia. Kami memberinya kehangatan yang dia butuhkan,” ujar Rueda. “Dia memiliki hubungan spesial dengan tim ini dan para pemain pun sangat menyukainya. Dia sedikit khawatir dan sangat berhati-hati setelah beberapa kali cedera, tapi kami beruntung bisa memulihkan performanya.”

Sanchez memang sosok yang sangat disegani di timnas Cile. Maklum, dia adalah pemain dengan caps terbanyak sekaligus top scorer La Roja sepanjang masa dengan 126 laga dan 43 gol. Dengan catatan itu, dia masuk posisi 10 besar pemain Amerika Selatan yang paling banyak membela timnas.


Baca Juga :
- Warganet Serang Pogba, Pemain Manchester United Ini Mengamuk
- Pogba Gagal Penalti, Tyson Fury Tersenyum Masam Kalah Taruhan

Sanchez menggeser mantan bek timnas Uruguay, Maxi Pereira, dan bek kiri legendaris Brasil, Roberto Carlos, yang mengoleksi 125 caps. Di antara para pemain yang masih aktif, hanya Lionel Messi dan Javier Mascherano (Argentina), Diego Godin (Uruguay), serta Paulo Da Silva (Paraguay) yang mengungguli Sanchez.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA