#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bernal Gantikan Peran Froome di Tour de France
25 June 2019 14:00 WIB
PARIS – Tim Ineos mulai menemukan titik terang jelang Tour de France, 6-28 Juli mendatang. Egan Bernal jadi pengganti Chris Froome yang absen karena cedera, menyusul kesuksesannya memenangi klasifikasi umum Tour de Suisse, di Swiss, akhir pekan lalu.

Dalam ajang yang digelar, 15-23 Juni lalu, Bernal jadi yang tercepat dengan 27:43:10 jam. Pesepeda asal Kolombia itu terpaut 19 detik dari Rohan Dennis yang memperkuat Bahrain-Merida. Ini jadi modal Bernal, sekaligus memompa percaya dirinya jelang Le Tour, sebutan lain Tour de France.

Meski masuk daftar favorit juara, Bernal akan tetap menjalankan tugas sebagaimana diperintahkan oleh tim, yakni membantu Geraint Thomas mempertahankan gelar. “Saya tak dapat memutuskan apakah jadi pembalap utama. Dalam hal apa pun, Thomas akan memimpin kami,” katanya.


Baca Juga :
- Tanpa Dumoulin, Tim Sunweb Babak Belur di Tour de France 2019
- Ratusan Pesepeda Siap Taklukkan Tour de France 2019

Sebelumnya, Ineos harus memutar otak mencari pengganti Froome yang mengalami patah tulang paha akibat kecelakaan di Criterium du Dauphine, belum lama ini. Selain itu, Thomas mengalami insiden serupa di Tour de Suisse. Pesepeda asal Wales itu pun memutuskan mundur.

Meski sudah menyatakan siap tampil di Tour de France, performa Thomas masih diragukan. “Jika ia memang lebih baik, pasti saya akan membantunya. Tak ada masalah dengan itu. Saya baru 22 tahun dan punya banyak peluang untuk tampil Tour de France,” Bernal menuturkan.

Dalam debutnya di Le Tour, tahun lalu, pesepeda kelahiran 13 Januari 1997 itu finis di posisi ke-15 klasifikasi umum. Setelah itu, ia pun didapuk untuk memimpin tim di Grand Tour Giro d’Italia, 11 Mei-2 Juni. Sayang, tugas itu batal diemban lantaran cedera saat latihan, jelang lomba.


Baca Juga :
- Quintana dan Landa Pimpin Movistar di Tour de France
- Latihan Tak Ideal, Uran Optimistis di Tour de France

Setelah pulih, Bernal tampil di Tour de Suisse untuk membantu Thomas meraih gelar. “Segala sesuatu berubah saat Thomas, jatuh. Saya jadi pemimpin Ineos usai insiden yang menimpanya itu. Bagi saya, gelar ini jadi yang terbesar dan memberi saya kepercayaan diri,” ia menambahkan.

Sejak musim lalu, Bernal memang telah menunjukkan performa apik karena mampu menyabet sejumlah gelar bergengsi. Tahun ini, selain Tour de Suisse, Bernal jadi pesepeda terbaik dalam klasfikasi umum Paris-Nice, 10-17 Maret lalu. “Saya puas dengan yang saya lakukan sepanjang musim ini,” katanya.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA