#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ambisi Jadi Raja di Empat Divisi, Canelo Incar Sabuk Juara Kelas Berat Ringan
25 June 2019 14:10 WIB
GUADALAJARA – Manusia tidak pernah ada puasnya. Selalu saja menginginkan lebih dari yang sudah didapatkannya. Termasuk juga seorang petinju juara dunia. Apalagi, di satu kelas tersedia empat sabuk juara yang berbeda. Lebih dari itu, dengan selisih bobot yang hanya terpaut tiga kilogram, naik kelas jadi obsesi para juara dunia tersebut.

Sejarah telah mencatat ada puluhan petinju yang naik kelas lalu jadi juara dunia di kelas yang lebih berat. Inilah yang disebut pound for pound. Saat ini, petinju dengan ambisi terbesar untuk berprestasi dengan cara pound for pound adalah Saul “Canelo” Alavarez. Di usianya yang masih 28 tahun, Canelo tercatat sebagai juara dunia di tiga kelas yang berbeda.

Pada 5 Maret 2011, Canelo mengalahkan Matthew Hatton asal Inggris dan meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas menengah ringan WBC. Saat itu, usianya masih 21 tahun. Merasa yakin bisa juara di kelas yang lebih tinggi, Canelo pun melepaskan sabuk di kelas menengah ringan dan bertarung di kelas menengah. Tak main-main, Canelo langsung menantang Gennady Golovkin.


Baca Juga :
- Eksplorasi Pioli, Penyerang Pinjaman Ini Mau Dicoba tapi Harus Geser Piatek atau Leao
- Ronaldo Datang, Jersey Juventus Laku Keras hingga Untung Ratusan Miliar

Dialah juara dunia kelas menengah sejati saat itu. Pertarungan pertama pada 16 September 2017, Canelo kalah. Setahun berikutnya, naik ring lagi dan menang meski terkesan kontroversial. Namun faktanya, Canelo langsung punya tiga sabuk juara di kelas menengah yaitu WBA Super, WBC, dan IBF.

Pada 15 Desember 2018, Canelo menantang Rocky Fielding, juara dunia kelas menengah super WBA. Canelo pun menang TKO di ronde kelima. Saat itu, jadilah dia juara dunia di dua kelas yang berbeda. Namun, petinju asal Meksiko itu masih lapar. Bobotnya akan dinaikkan jadi 79,38 kilogram maksimal.

Itu dalam rangka menantang Sergey Kovalev, juara dunia kelas berat ringan WBO. Peluangnya sangat bagus lantaran ini jadi satu cara bagi Kovalev bisa dapat uang banyak jika mau menerima tantangan Canelo. Uniknya, pertarungan terakhir Canelo berada di kela menengah atau di bobot 72,57 kilorgam.


Baca Juga :
- Messi Sebut Dua Rekannya Ini sebagai Pemain Paling Berjasa atas Pencapaiannya
- Jadwal 16 Besar Denmark Open, Ganda Putra Masih Utuh, Tunggal Putri Habis

Artinya, Canelo harus menaikkan bobot tubuhnya enam kilogram lebih agar bisa bertarung lawan Kovalev, 36 tahun, asal Rusia. Peluangnya sangat bagus mengingat kelas berat ringan sangat tidak populer. Kehadiran Canelo di kelas itu diharapkan bisa mendongkrak popularitas.

Jika menang, Canelo pun akan tercatat sebagai petinju juara dunis di empat kelas yang berbeda. Menarik menantikan bagaimana upaya Canelo mewujudkan ini.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA