#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Indonesia Open 2019
Perbedaan Kekuatan Bulutangkis Indonesia Dulu dan Sekarang di Mata Susy Susanti
26 June 2019 22:47 WIB
JAKARTA – Penggemar bulutangkis tanah air akan kedatangan turnamen bergengsi di pertengahan bulan Juli mendatang. Ya, Blibli.com Indonesia Open 2019 akan menyapa para pecinta olahraga tepok bulu itu di tanggal 16-21 Juli mendatang.

Tentu saja, sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan bisa meraup banyak gelar juara di turnamen tahun ini. Target minimal yang dipasang oleh PBSI sendiri adalah mengulang kesuksesan Indonesia Open tahun lalu.

Namun, tetap saja harapan untuk bisa membawa pulang banyak gelar juara tetap menjadi prioritas. Sebagai negara yang kental dengan budaya bulutangkis, tentunya dua gelar juara seperti tahun lalu dirasa tidak cukup.


Baca Juga :
- Empat Ganda Campuran Siap Bertanding Di Swiss
- Kata Hendry Saputra Soal Target Dan Persiapan Tunggal Putra

Menghadiri sesi konferensi pers jelang turnamen pada Rabu (26/6) siang tadi, Susy Susanti selaku kepala pembinaan dan prestasi PBSI, mendapatkan pertanyaan unik dari rekan media. Pertanyaan tersebut adalah apa yang membuat bulutangkis di Indonesia itu berbeda? Kekuatan apa yang menjadi unggulan dari pebulutangkis-pebulutangkis tanah air?

Susy pun menjawab pertanyaan dari rekan media yang hadir. “Kekuatan bulutangkis Indonesia yang dulu dan sekarang itu berbeda,” ujar Susy. “Mungkin di angkatan saya, di era 90an, kita bisa dibilang mendominasi bulutangkis, kita adalah kekuatan yang dominan,” tambahnya.

“Namun, sekarang berbeda. Masuknya bulutangkis ke Olimpiade membuat popularitas olahraga ini meningkat. Otomatis, banyak orang mulai ingin mencoba-coba berlatih bulutangkis, bukan hanya sekadar tahu saja. Dari latihan itu, akhirnya muncul pebulutangkis-pebulutangkis andal dari berbagai dunia.”

“Sekarang, kekuatan dan persaingan bulutangkis itu merata. Kita bisa menemukan banyak pebulutangkis berbakat yang bukan dari ‘negara bulutangkis’ macam Cina dan Korea Selatan. Kita bahkan bisa menemukan pebulutangkis hebat di Turki.”

“Negara Kuba saja sekarang juga sudah berkembang bulutangkisnya. Mereka memiliki atlet yang kurang berprestasi, tapi mereka mengirim atletnya ke sini untuk berlatih, agar bisa meningkatkan prestasi para atletnya. Jadi, saya rasa kekuatan bulutangkis di dunia itu sudah merata. Tapi, saat ini Indonesia memang sedang ingin menjadi kekuatan yang mendominasi lagi,” Susy mengakhiri.


Baca Juga :
- Pelatih Ganda Putra Indonesia Optimis Sektornya Bisa Raih Gelar
- Indonesia Targetkan Satu Gelar Juara di Kejuaraan Dunia BWF 2019

Ya, di Indonesia Open 2018, Indonesia hanya bisa meraih 2 gelar juara, yakni di sektor ganda putra dan ganda campuran. Memang target yang dipasang oleh PBSI adalah mengulang kesuksesan tahun lalu, namun tetap Susy berharap Indonesia bisa memberikan kejutan di sektor-sektor lainnya.

“Target minimal ingin mengulang kesuksesan tahun lalu, tapi kita tetap berharap adanya kejutan-kejutan lain, tidak hanya di nomor ganda putra, tapi di sektor-sektor lain,” ungkapnya. ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA