#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Telepon Keane Bantu Ikon Tinju Wanita Rep. Irlandia Bangkit
27 June 2019 12:48 WIB
ADA beberapa aturan yang dipegang Katie Taylor. Wanita 32 tahun itu tidak akan memasak atau menjawab panggilan dari nomor pribadi. Namun tiga tahun lalu, dalam keputusasaan, dia melanggar salah satunya. Entah mengapa, Katie tak menyesalinya. Karena telepon itu menenangkan hatinya yang kala itu sedang terluka.

“Ketika saya kalah di Olimpiade Rio de Janeiro (2016), panggilan telepon pertama yang saya dapat sebenarnya dari Roy Keane,” ujar petinju asal Republik Irlandia itu. “Roy berkata, ‘Angkat kepala Anda’. Hanya itu. Tetapi kalimat itu sudah cukup memantik saya untuk bangkit.”

Katie mengaku telah lama terinspirasi dari mantan kapten Manchester United FC (MU) yang dikenal dengan karakter kuat serta mental juaranya tersebut. Mereka pernah bertemu sekali sebelumnya. Dan sejak koneksi telepon itu, dua ikon Rep. Irlandia itu terus saling kontak.


Baca Juga :
- Tyson Fury Ingin Kuasai Olahraga Pertarungan, dari tinju ke WWE ... Sekarang MMA! 
- Thomas Tuchel Bicara Masa Depan Superstar PSG yang Dikaitkan Manchester United

Sebelum fokus mengejar karier sebagai petinju, Katie pernah menjadi pesepak bola. Ia berposisi sebagai gelandang atau penyerang. Katie bahkan pernah memperkuat timnas Wanita Rep. Irlandia periode 2006-2009. Ia mengantongi 11 caps dan mencetak dua gol. Tak heran bila Keane adalah pahlawannya.

“Dia (Keane) keluar dari kebiasaannya dan itu sangat berarti bagi saya, bahwa salah satu pahlawan saya, seseorang yang saya hormati sejak masih kanak-kanak, menelepon saat berada di titik terendah karier saya,” kata pemilik sabuk juara WBA, WBO, dan IBF.

Ini jelas bertolak belakang dengan citra Keane, dari sosok pemain tengah yang tangguh menjadi komentator yang pedas di layar TV. “Itu sesuatu yang tidak Anda lihat,” kata Katie. “Roy memiliki hati yang hebat dan dia jelas tidak sedang mencari perhatian untuk hal-hal semacam itu. Murni karena kebaikan dan kepeduliannya.”

Tiga tahun kemudian, Katie tak lagi butuh penghiburan untuk kembali menguasai dunia. Di sela-sela duel kelas berat antara Anthony Joshua dan Andy Ruiz Jr, wanita kelahiran 2 Juli 1986 itu memenangi pertarungan 10 ronde untuk merebut gelar kelas ringan atas petinju asal Belgia, Delfine Persoon, awal Juni lalu.


Baca Juga :
- Liverpool Spesialis Pemecat Pelatih Lawan
- Zidane Bertemu Pogba, Begini Reaksi Solskjaer

Sebagian orang di New York mengharapkan Delfinemenang. Dia memaksa petinju yang telah melakoni 14 laga itu sampai mencapai batasnya. Namun Katie melawan dan merebut suara mayoritas. Dia pun meninggalkan arena sambil menangis. Banyak pengamat menyebut itu duel tinju wanita terbaik yang pernah mereka tonton.

Menyusul kemenangannya itu, Katie kini satu dari hanya tujuh petinju dalam sejarah, wanita atau pria, yang memegang semua empat gelar dunia utama tinju:  WBA, WBC, IBF dan WBO. Namun, ikon tinju wanita tersebut masih terbebani keinginan membawa olahraga ini ke “level berikutnya”. Semakin banyak petinju wanita adalah mimpinya.*NURUL IKA HIDAYATI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA