#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Liga 1 2019 Jadi Start Awal Musim Terburuk Aji Santoso
28 June 2019 11:03 WIB
LAMONGAN – Musim ini benar-benar jadi momok bagi Aji Santoso. Dari lima laga Persela, pria 49 tahun itu belum sekalipun mempersembahkan kemenangan. Terbaru, Laskar Joko Tingkir dikecundangi Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, dengan skor 1-3.

Pada 2009, Aji membawa Persik meraih tiga kemenangan dan dua kali kalah dalam lima laga awal. Musim berikutnya, bersama Persisam Putra Samarinda, satu kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan, dipersembahkan. Selanjutnya, saat menangani Persema Malang pada 2010, racikannya semakin matang.

Karena torehannya itu, ia kemudian dipinang Persebaya untuk kompetisi Indonesia Premier League 2010/11. Tak tanggung-tanggung, Bajol Ijo ia hantarkan menjadi kampiun. Hasil ini pula yang membuat PSSI memanggilnya menjadi asisten pelatih timnas Indonesia U-23.


Baca Juga :
- Ragam Ucapan HUT Republik Indonesia Ke-74 dari Klub Sepak Bola
- Ini Strategi Bali United Saat Hentikan Rekor Tira Persikabo

Kurang lebih empat tahun, pria asal Malang itu bolak-balik menangani timnas Garuda Merah Putih. Pada 2017, ia dipinang Arema FC. Bersama Singo Edan, tiga kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah diperoleh. Sayang karier Aji bersama klub kampung halamannya itu tak berlangsung lama.

Namun, mantan bek kiri Persebaya itu tak menganggur lama. Pada 7 September 2017, ia menerima tawaran Persela. Debutnya bersama Persela sayangnya dinodai Arema. Namun, Persela menang saat jumpa PS TNI, takluk dari Sriwijaya FC, menang atas Persegres, dan kalah saat tandang ke markas Persipura.

Musim lalu, laju Persela melaju lebih mulus.  Dari lima laga awal, tiga kali imbang, sekali kalah, dan sekali menang dibukukan. Rentetan catatan di atas memerlihatkan, bahwa musim ini menjadi awal musim terburuk Aji sepanjang kariernya sebagai pelatih. Bahkan, saat ini Persela berada di jalur degradasi.

Tekanan dari publik Lamongan pun mengeras. Meski belum ada tuntutan masif yang memintanya mundur, ini jadi sinyal merah. Bila dalam dua laga tandang berikutnya tak meraih kemenangan, bukan tak mungkin ia akan didepak. Kunci agar selamat, taklukkan Persebaya pada 1 Juli dan lumat PSIS pada 6 Juli mendatang.

Terutama pertandingan melawan Persebaya dipastikan tidak mudah. Selain karena tampil di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, markas The Green Force, saat ini pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman dalam tekanan Bonek Mania. Gagal saat menjamu Persela, sama artinya Djadjang minta dipecat.


Baca Juga :
- Preview Persija vs Madura United
- Misi Shopee dan CR7 di Indonesia

Menurut Aji, lini pertahanan tim asuhannya sedang terganggu. “Lini belakang tim memang sangat di luar dugaan saya, sebab pada pramusim Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia 2018/2019 nyaris tak ada kendala. Tapi justru di kompetisi yang sesunguhnya, kami sudah kebobolan 13 gol,” ucap Aji.

Sejatinya, materi materi lini pertahanan Persela tak terlalu buruk. “Jujur saja, sementara ini problem justru mereka (bek) kurang fight. Beberapa kali tim sudah unggul tetapi terlalu cepat lawan bisa membalas gol. Artinya, salah satu penyebabnya utamanya adalah mental masih belum solid,” Aji menjelaskan.* Noval Luthfianto

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA