#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Djarum Sirnas Bangkitkan Momen Legenda
28 June 2019 13:00 WIB
SIAPA yang tak kenal dengan Nara Sudjana. Pencinta bulu tangkis di masa lampau mengenalnya sebagai salah satu legenda. Ia merupakan kakak kandung dari Iie Sumirat, yang namanya melambung di era 1980-an.

 

Meski tak seterkenal sang adik, Nara tetap mendapat tempat di hati penggemarnya. Pada masa keemasannya, Nara melejit di nomor ganda yang notabene spesialisasinya. Dirinya pernah berpasangan dengan Atik Jauhari.


Baca Juga :
- Kawhi Leonard Dekati Dua Legenda NBA
- Dua Kali Blunder, Anak Legenda Persebaya Dievalusi Djanur

 

Adapun untuk Iie, dikenal sebagai pemain tunggal langganan juara. Salah satu yang paling diingat, keberhasilannya membawa Indonesia keluar juara Piala Thomas 1979. Iie jadi penentu dengan menundukkan Svend Pri dari Denmark.

 

Lantas apa kaitan Nara dengan Djarum Sirkuit Nasional Premier Li-Ning Jawa Barat Terbuka 2019? Baginya, gelaran ini membangkitkan kembali memori saat masih aktif sebagai pemain di era 1970-an.

 

Bahkan, pria 69 tahun itu tak pernah melewatkan hari tanpa menyaksikan pemain dari berbagai klub di Tanah Air yang tampil dalam ajang ini. “Saya senang sekali melihat Djarum Sirnas. Pemain, persaingan di sini, bagusm” katanya.

 

Nara pun mengapresiasi besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga tepok bulu tersebut. “Sirnas benar-benar menjadi ajang bergengsi bagi para generasi muda sekarang,” ujarnya yang tengah asyik menyaksikan pertandingan.

 

Ia pun bercerita soal perjuangannya di masa lalu. Untuk bersaing di tingkat nasional, mereka berlaga dalam kejuaraan antarpusdiklat. “Kalau sekarang namanya kejuaraan antarklub. Belum ada seperti ini,” Nara menambahkan.

 

“Saya kira bagus sekali dengan kejuaraan seperti ini. Selalu melahirkan generasi baru untuk nasional, salut dengan konsistensi Djarum. Saya sangat yakin, event ini akan memudahkan pencarian bibit muda," ujarnya.

 

Ia berharap Djarum Sirnas dapat melahirkan Taufik Hidayat dan Susy Susanti yang baru. “Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan pemain muda untuk mengasah diri. Apalagi, juga diikuti dari peserta luar negeri,” ujar Nara.

 


Baca Juga :
- Mercedes Kehilangan Anutan di F1
- Habis 'Main' Bertiga dengan Janda dan Wanita Penghibur, Legenda MU Ini Menangis

Memasuki usia ke-69, Nara tak tinggal diam. Kini, dirinya menjadi salah satu pelatih di Sangkuriang Graha Sarana (SGS), klub terbesar di Kota Bandung. Taufik Hidayat lahir dari klub yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Bandung itu.*ARIEF NUGRAHA KUSUMANINGRAT

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA