#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
WAWANCARA: Petr Cech, “Tawaran dari Chelsea Bersifat Personal”
28 June 2019 12:19 WIB
LONDON – Setelah 494 penampilan, 228 clean sheet, dan 20 tahun sebagai pesepak bola professional, Petr Cech bersiap melakoni karier baru. Kini, dia kembali ke klub lamanya, Chelsea FC, dengan peran baru, Penasihat Teknis dan Performa. Misinya, memakai pengetahuan dan pengalaman yang diraihnya selama bermain untuk memastikan The Blues beroperasi dengan cara terbaik. Berikut wawancara dengan pria 37 tahun itu:

Selamat atas posisi baru Anda, Petr. Ini tantangan yang jelas-jelas Anda sukai....

Saya mempertimbangkan setiap opsi karena ada begitu banyak pilihan untuk terus bermain karena semua orang membujuk saya untuk terus melakukannya. Jadi, selain pilihan ini, saya dapat tawaran dari berbagai tempat untuk melanjutkan peran yang berbeda.


Baca Juga :
- Chelsea Ikut Meramaikan Perburuan Sancho
- Inilah Penyebab Chelsea Menjadi Kurang Tajam

Tetapi tawaran dari Chelsea ini bersifat personal karena saya punya sejarah hebat dengan klub ini. Pada akhirnya saya merasa sangat bahagia dan terhormat memiliki kesempatan untuk kembali dan terutama, dalam peran saya sekarang, peran dengan banyak tanggung jawab dan ini sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan.

Apa yang menarik tentang posisi baru Anda ini dalam struktur klub?

Saya akan bekerja sama dengan semua orang di Cobham, dengan setiap departemen – performa, rekrutmen, tim - dan saya mengantongi pengalaman 20 tahun karier profesional dan 15 tahun bermain dengan tim-tim top Inggris.

Ketika Anda seorang pemain, Anda selalu melihat hal-hal dengan cara agak berbeda. Anda berpikir mengapa sesuatu tak bisa berjalan seperti ini. Saya bisa menggunakannya karena saya tahu perasaan seorang pemain. Yang mereka sukai dan butuhkan. Sesuatu yang diperlukan untuk permainan tingkat tinggi.

Ini yang ingin saya ciptakan, lingkungan kinerja level tinggi - yang sudah ada, tapi saya ingin memaksimalkannya lebih jauh. Kami dapat bekerja dengan kemungkinan rasio terbaik untuk memastikan kami memiliki peluang terbaik untuk memenangi setiap pertandingan.

Ini jelas lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi ada banyak hal yang dapat Anda kerjakan dan Anda bekerja dengan orang-orang dan sebagai tim, bekerja menuju tujuan yang sama. Saya menantikan tantangan ini karena saya punya kesempatan mempengaruhi hal-hal dan membuat hal-hal berfungsi.

Pengalaman tambahan yang Anda miliki saat di Arsenal juga akan bermanfaat….

Ya, itu pengalaman yang sangat berharga, pergi ke Arsenal, melihat bagaimana keadaan di sana. Betapa berbedanya dua lingkungan itu. Di Chelsea, kami klub yang hidup dengan banyak perubahan – pelatih, sedangkan Arsenal tak pernah merasakan perubahan selama bertahun-tahun sehingga, ya, saya melihat sesuatu secara berbeda.

Lalu, semua berubah di Arsenal. orang-orang baru muncul musim lalu, pelatih baru, jadi ini menarik untuk melihat bagaimana evolusi itu bekerja dan Anda dapat mengambil ide dari situ, yang berhasil, yang tidak, apa yang mungkin bekerja lebih baik.

Saya tahu klub ini dengan sangat baik dan tahu mayoritas orang yang masih di klub, jadi saya tidak melangkah ke tempat yang sama sekali tidak saya kenal. Saya memiliki ide tentang bagaimana klub dijalankan dan Chelsea telah meraih sukses selama 15 tahun terakhir. Kami ingin melanjutkannya dan terus menjadi lebih baik di masa depan.

Sebagai kiper, salah satu kekuatan Anda adalah kemampuan menyingkirkan gangguan, hanya fokus pada tugas di tangan. Tetapi bagaimana rasanya setelah bertahun-tahun sebagai pemain Chelsea, lalu berganti berbaris di gawang lawan?


Baca Juga :
-  WAWANCARA - Freddie Ljungberg: "Saya Tak Akan Melakukan Hal Radikal"
- Mantan Pelatih Chelsea Pilih Ronaldo, tapi Bocoran Pemenang Ballon d'Or 2019 Tetap Messi

Kunjungan pertama ke Stamford Bridge sebagai pemain Arsenal adalah yang paling sulit karena rasanya sangat aneh bahwa Anda melakukan pemanasan di sisi lain dan Anda pergi ke ruang ganti lainnya. Kemudian lagu hymne diputar, rasanya seperti Anda masih di sini, tetapi pada saat yang sama Anda tiba dengan tim berbeda.

Namun musim kedua dan ketiga, saya merasa normal saat datang kemari, walau setiap kali kembali, semua kenangan itu muncul. Anda tidak bisa melupakan 228 clean sheet, semua trofi yang Anda miliki, Liga Primer, Liga Champions, Piala Liga. Kini kembali lagi ke Stamford Bridge benar-benar baru bagi saya, tetapi bukan perasaan yang asing.*NURUL IKA HIDAYATI

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA