#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Catatan KO Terbaik dari Petarung di ONE: MASTERS OF DESTINY
28 June 2019 14:21 WIB
JAKARTA - ONE Championship kembali ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat, 12 Juli dengan kartu pertandingan yang dipenuhi oleh striker-striker luar biasa.

Ajang yang bertajuk ONE: MASTERS OF DESTINY ini akan menyajikan pertandingan ulang Giorgio “The Doctor” Petrosyan melawan Petchmorakot Petchyindee Academy, yang menjadi puncak pada malam itu. Keduanya akan memperebutkan tiket ke semifinal turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Para petarung lainnya yang akan bertanding di Axiata Arena juga akan menyajikan pertarungan yang menegangkan, dengan kemampuan mereka mengakhiri pertandingan dengan KO atau TKO.


Baca Juga :
- Apa Yang Dipertaruhkan Dalam ONE: MASTERS OF DESTINY?
- Pengalaman Atlet ONE Championship Berbelanja dari UKM Indonesia 

Berikut adalah beberapa contoh KO terbaik dari para atlet yang akan bertanding di ONE: MASTERS OF DESTINY.

Sikutan Kiri Milik Petchmorakot
Petchmorakot Petchyindee Academy dan Liam “Hitman” Harrison sempat bertemu dalam sebuah pertandingan yang menegangkan di ajang ONE: DESTINY OF CHAMPIONS, yang berakhir dengan kemenangan atlet asal Thailand tersebut.

Walau lawannya asal Inggris ini berusaha bertarung dengan baik pada ronde pertama dengan tinju dan tendangan balasannya, Petchmorakot menemukan jarak serang yang tepat di ronde kedua dan bersiap untuk serangan yang akan menjadi penyelesaian paling dramatis di ONE Super Series.

Juara Dunia dua divisi dalam Lumpinee Stadium Muay Thai ini masuk dengan sebuah jab dan menggunakan tangan kanannya untuk membuka celah serangan, kemudian masuk dengan sebuah sikutan kiri yang menjatuhkan “Hitman” ke atas kanvas.

Juara Dunia Muay Thai sebanyak delapan kali ini berusaha keras untuk bangkit, tetapi serangan tersebut sangat keras dan ia pun tak mampu bangkit sebelum wasit selesai menghitung.

Ground and Pound dari “Unstoppable”
Atlet asal Singapura, “Unstoppable” Angela Lee, dikenal dengan kuncian-kuncian mautnya, tetapi ia sempat mempertunjukkan kemampuan kickboxing-nya yang mumpuni saat mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight untuk pertama kalinya melawan Jenny “Lady GoGo” Huang.

Dalam ajang ONE: WARRIOR KINGDOM, Angela menyarangkan serangan beruntun ke lawannya selama dua ronde berturut-turut, dan menariknya ke atas kanvas dengan kuncian front headlock dalam ronde ketiga.

“Unstoppable” tadinya mengincar bagian belakang tubuh Jenny, tetapi lalu menangkan tangan kiri lawannya ini dengan gerakan inside-wrist control sebelum naik ke posisi diatas badannya, yang mengisolasi satu tangan Jenny.

Angela pun merangsek dengan ground and pound sampai wasit menghentikan pertandingan.

Tendangan Kepala Ev Ting
Ketika Ev “E.T.” Ting melawan striker kelas dunia, Edward “The Ferocious” Kelly, di ajang ONE: ROAR OF TIGERS, kontes tersebut hampir dapat dipastikan berakhir dengan KO.

Kedua petarung ini akhirnya membuktikan hal tersebut, dengan bertukar pukulan selama dua ronde, sebelum atlet sensasional asal Malaysia ini mencetak angka dengan sebuah tendangan yang tepat.

Dikatakan tepat, karena Ev mampu menghindari dari tendangan samping Edward, membalas dengan hook kanan-kiri, kemudian melepaskan diri. Selagi lawannya dari Team Lakay itu bersiap membalas, ia menyimpan kekuatan di tangan kanannya tetapi membiarkan sisi kirinya terbuka.

Celah ini disambut dengan “E.T.” menggunakan tendangan memutar yang tepat sasaran. “The Ferocious” tidak dapat menghindar karena sedang bergerak masuk dan tendangan Ev mengenai sisi kepalanya.

Edward pun jatuh seketika dan memberi kemenangan KO untuk Ev. Petarung Malaysia ini akan kembali melawan petarung Jepang Daichi Abe untuk maju di divisi lightweight di Kuala Lumpur.

Senjata Andalan Gurdarshan Mangat
Gurdarshan “Saint Lion” Mangat maju melawan Toni “Dynamite” Tauru dalam pertandingan debutnya di ONE: REIGN OF VALOR, dimana ia mencetak penyelesaian di ronde terakhir.

Ia sempat menghentak lawannya dari Finlandia ini dengan sebuah overhand kiri pada awal ronde terakhir tersebut, yang membuka kesempatan KO.

Sementara rivalnya berusaha bertahan, pahlawan asal India ini tetap menekan dengan sebuah takedown dan ground and pound. Ketika Toni berusaha melepaskan diri dengan lututnya, Gurdarshan menyarangkan tendangan lutut ke sisi kepala lawannya.

Hal ini dilanjutkan dengan pukulan bertubi-tubi yang membuat wasit menghentikan pertandingan.

“Saint Lion” akan kembali masuk ke dalam ‘ONE Circle’ dalam sebuah pertandingan divisi flyweight melawan salah satu petarung andalan Indonesia, Abro “The Black Komodo” Fernandes, di Malaysia.

Jagoan Tinju Papua Adrian Mattheis
Dapat diakui bahwa Adrian “Papua Badboy” Mattheis memiliki sepasang tangan paling menakutkan dalam divisi strawweight, yang dibuktikan melalui pertemuannya dengan rekan senegaranya Angelo “The Unicorn King” Bimoadji di ajang ONE: CONQUEST OF HEROES.

Adrian membuka kesempatan dengan mengincar lawannya ini menggunakan serangan tangan kanannya. Angelo menerima pukulan tersebut dan tetap berusaha membalas.

Tetapi, hal ini menjadi suatu kesalahan karena “Papua Badboy” mampu merespon dengan cepat.

Petarung berusia 26 tahun ini meneruskan jab-nya dengan sebuah pukulan lurus, kemudian menyarangkan hook kiri ke kepala yang jelas menggoyahkan pertahanan “The Unicorn King.”


Baca Juga :
- Atlet MMA Asal Indonesia Serukan Perang Terhadap Narkoba
- Petarung Wanita Sejajar dengan Pria di Beladiri ONE

Setelah itu, ia melanjutkan dengan kombinasi hook kiri dan uppercut kanan yang kuat. Angelo pun harus menerima beberapa pukulan lagi sebelum ia akhirnya takluk di tangan perwakilan dari Tiger Shark Academy ini.

Adrian akan kembali tampil untuk mempertahankan rekor penyelesaiannya dengan menghadapi Liu Peng Shuai pada tanggal 12 Juli nanti.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA