#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Seleksi TopSkor Indonesia Memberi Banyak Ilmu Baru
29 June 2019 08:15 WIB
JAKARTA - Sepak bola memang permainan tim. Namun kemampuan individu juga tak bisa dikesampingkan. Sering, konsep bermain tidak berjalan sesuai harapan karena pemain kurang memiliki kecakapan dari segi individu.

Sebab itu, pada hari pertama seleksi tahap akhir sebelum pembentukan tim TopSkor Indonesia (TSI), Jumat (28/6) di lapangan Universitas Trisakti Nagrak Ciangsana Bogor, tim pelatih meningkatkan intensitas latihan. Dari sebelumnya materi latihan umpan, kontrol, dan penempatan posisi hanya diberikan 50 persen, kini ditingkatkan menjadi 80 persen.

Materi merangkai serangan dari sayap dan finishing juga mulai diberikan pelatih kepala TSI Yunus Muchtar. Ini supaya pemain bisa mengeksplorasi seluruh kemampuannya saat situasi menyerang.


Baca Juga :
- Tim Pelajar U-16 Juara Gothia Cup 2019 China, Nadhif Pemain Terbaik
- Final Gothia Cup di Momen Kemerdekaan, TopSkor Indonesia Siap Kalahkan Australia

Menurut Yunus, persoalan fokus dan kecepatan pemain dalam berpikir menjadi perhatiannya dalam tiga hari seleksi tahap akhir ini. “Kombinasi latihannya memang saya akui sulit. Tapi jika dilakukan terus berulang, saya yakin anak-anak bisa dengan cepat memahami, bukan menghapal, target dari latihan mengasah fokus,” kata Yunus.

Praktiknya, pemain memang dituntut untuk akurat dalam mengumpan, kemudian langsung mempressing lawan, dan kemudian mencari posisi yang tepat untuk kembali menerima umpan.

“Saya yakin ini materi baru didapat sebagian besar anak-anak. Karena saya lihat mereka masih sedikit bingung. Tapi pelan-pelan mereka cukup memahami,” Yunus melanjutkan.

Mengasah konsentrasi akan terus dilakukan dalam latihan, Sabtu (29/6) ini. Setelah itu, penilaian akhir pemain akan ditentukan pascamenjalani uji coba pertama yang akan digelar pada Minggu (30/6) di tempat yang sama.

Dalam uji coba, Yunus ingin melihat sejauh mana konsistensi dan perkembangan dari setiap pemain yang telah mengikuti seleksi selama dua pekan terakhir. Rencananya SSB Kabomania dan Matador Mekarsari akan menjadi lawan uji coba dengan format segitiga atau Trofeo.


Baca Juga :
- Detik-detik Menuju Semifinal, Skuat TSI Dikumpulkan dalam Satu Ruangan, tadi malam
- Saatnya TopSkor Indonesia Menembus Tradisi

“Dalam uji coba akan terlihat pemain yang benar-benar memiliki mental dan konsistensi dalam mengaplikasikan hasil dari latihan ke sebuah pertandingan,” kata Yunus. “Sebab tak sedikit pemain yang bagus saat dipantau dalam internal game melawan teman sendiri, tapi tak terlihat kualitasnya saat dihadapkan dengan lawan sesungguhnya.”

Usai uji coba ini, Yunus akan segera menetapkan skuat utama yang akan berangkat mengikuti kejuaraan dunia usia muda Gothia Cup Cina 2019 yang akan berlangsung pertengahan Agustus mendatang. Sedikitnya, 16 pemain akan mewakili TSI untuk memperebutkan gelar juara di kategori U-14, mengingat dalam dua tahun terakhir TSI hanya meraih peringkat ketiga dalam kejuaraan di usia tersebut.*FURQON AL FAUZI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA