#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
PABBSI Beri Kepercayaan Lifter Muda
29 June 2019 13:30 WIB
JAKARTA – Lifter putri nasional, Windy Cantika Aisah, makin menunjukkan peningkatan jelang SEA Games XXX/2019 Filipina, 30 November-10 Desember. Pada tes progres di Mes Marinir, Kwini, Jakarta, Jumat (28/6), dirinya tampil memukau di hadapan para pelatih.

Dengan berat badan 49,45 kg atau hanya lebih 0,45 kg dari bobot kelas, 49 kg putri, ia membukukan total angkatan 184 kg. Catatan ini lebih baik dari yang pernah ditorehkan, sekaligus jadi rekor dunia remaja, 179 kg. Torehan tersebut didapatnya pada Kejuaraan Dunia Remaja, Sufa, Fiji, awal Juni lalu.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Djoko Pramono, mengaku tak ragu menargetkan emas kepada anak didiknya itu. Berdasarkan catatan yang dimiliki atlet 17 tahun itu, pihaknya memiliki keyakinan besar.


Baca Juga :
- PABBSI Optimis Masa Depan Angkat Besi Indonesia
- PABBSI Akui Pembibitan Angkat Besi dari Kampus Masih Sulit

Setidaknya untuk level Asia Tenggara, Windy diyakini siap mengalahkan total angkatan calon-calon lawannya. “Kalau untuk mendapatkan medali di Olimpiade, memang belum kami bebankan kepada Windy. Tapi, untuk emas SEA Games 2019, dia sudah bisa diberi target itu,” ujar Djoko, kemarin.

Termasuk jika melihat sisa waktu persiapan yang hanya sekitar lima bulan. PABBSI optimistis Windy mampu mencapai level tertinggi dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Apalagi, fakta bahwa total angkatan 184 kg dibuatnya dalam kondisi berat badannyang nyaris ideal.

Ambisi tersebut sangat mungkin dicapai namun dengan catatan. Maklum, Windy jadi satu-satunya harapan Indonesia, menyusul absennya Sri Wahyuni Agustiani lantaran mengandung. “Kondisinya harus benar-benar dijaga sebab Windy tumpuan Indonesia di nomor putri,” tutur Djoko.

Meski punya peluang besar menjejak podium tertinggi, Windy memang wajib waspada karena juara dunia kelas 49 kg putri berasal dari Asia Tenggara. Ia adalah Thunya Sukcharoen dari Thailand, yang mampu mencetak total angkatan 186 kg di Kejuaraan Dunia 2018, Asghabat, Turkmenistan.

Untuk bisa mengalahkan Sukcharoen, Windy harus terus meningkatkan raihannya. Apalagi ada kemungkinan jika sang rival bakal tetap diturunkan Thailand di kelas andalannya. Sebelumnya, muncul kabar jika Negeri Gajah Putih ingin menaikkan kelas Sukcharoen di SEA Games.

Djoko menambahkan, PABBSI juga menargetkan Indonesia mempertahankan juara umum angkat besi. Untuk keluar sebagai negara terbaik dalam cabang olahraga (cabor) ini, Djoko menghitung ada tiga emas yang harus mereka dapatkan di Subic Bay Exhibiton Center, Olongapo, Filipina.

Tak hanya Windy, dua emas lain diharapkan datang dari Eko Yuli Irawan, Deni dan Triyatno di sektor putra. Masing-masing akan jadi andalan Indonesia di kelas 61, 67, dan 73 kg. Djoko mengatakan, berat badan lifter sudah tak boleh kelebihan lima persen dari bobot ideal kelas.

Jika berat badan atlet masih naik turun, tak baik buat kesehatan lifter. “Mulai saat ini, bobot mereka harus konsisten. SEA Games 2019 memang masih lima bulan tapi risiko-risiko yang mungkin terjadi wajib diminimalisasi dalam masa persiapan ini,” Djoko mengungkapkan.

Bidik Tokyo


Baca Juga :
- Regenerasi Kunci PABBSI Lahirkan Lifter Dunia
- Ngeri..! Lifter Rusia Ini Ketiban Barbel, Kakinya Patah Lalu Pingsan

Dalam waktu dekat, lifter Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), sekaligus menjadi Pra-PON XX/2020 Papua, bulan depan. Tapi, pelatih timnas, Dirdja Wihardja mengingatkan anak didiknya agar tak boleh lupa dengan fokus utama, Kejuaraan Dunia di Thailand, 17-27 September.

Atlet-atlet Indonesia, terutama yang belum mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo XXXII/2020 harus bisa memaksimalkan ajang tersebut. “Kami sedang mengupayakan agar Windy segera mendapatkan tiket Olimpiade. Pun demikian dengan lifter-lifter lain,” kata Dirdja, kemarin.*KRISNA C. DHANESWARA                   

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA