#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Suarez dan Cavani, Lahir di Salto Bertemu di Timnas
29 June 2019 11:30 WIB
SALVADOR – Antara Luis Suarez dan Edinson Cavani hanya dipisahkan jarak 21 hari. Suarez lahir pada 24 Januari 1987 sedangkan Cavani lahir pada 14 Februari 1987. Usia keduanya sama: 32 tahun. Antara keduanya juga hanya dipisahkan enam nama jalan. Ya, itulah jarak antara wilayah ketika masing-masing tumbuh, mengawali hari-hari masa kecil di sebuah kota yang bernama Salto. Di sanalah kedua duet maut timnas Uruguay ini lahir.

  Salto, sebuah kota yang sangat dekat dengan Argentina. Kota kecil dengan masyarakat kecil namun memiliki keunggulan dalam industri pertanian. Kota ini telah memberikan Uruguay dua penyerang hebat, pemain besar dalam sepak bola Uruguay. Negeri yang memang bersebelahan dengan Argentina dan Brasil ini memiliki sejarah kental dalam sepak bola. Salah satu buktinya, dengan gelar dua trofi Piala Dunia, dua medali emas Olimpiade, dan tentu 15 gelar Piala Amerika.


Baca Juga :
- Neymar Berikan Bola Penalti untuk Edinson Cavani, Penggemar Banjiri Pujian
- Penyerang PSG Ini Kejar Kesempurnaan

Salto merupakan bagian dari sejarah sepak bola Uruguay. Jauh sebelum Suarez dan Cavani, ada Jose Leandro Andrade, pemain pertama yang menjadi bintang yang berkulit hitam. Andrade meraih dua medali emas Olimpiade. Andreade bintang Piala Dunia 1930 yang tumbuh dari sepak bola jalanan di Salto. Dan, Salto kini berharap kepada Suarez dan Cavani untuk membawa Charrua—julukan timnas Uruguay—untuk meraih gelar Piala Amerika.

Suarez dan Cavani memiliki kesamaan dalam karier meski banyak pula perbedaan di antara keduanya. Jalan karier keduanya berbeda. Suarez memilih memulai karier di Nacional sedangkan Cavani di Danubio. Tapi, keduanya sama-sama meninggalkan Salto dan pergi ke Montevideo untuk mengasah kemampuan sepak bola sejak kecil. Dari sejumlah pencarian, tidak ada yang tahu apakah ketika kecil keduanya pernah bertemu atau sekadar bermain tanpa sengaja di Salto.

Tidak ada yang mengetahui apakah keduanya memiliki tempat bermain yang sama di sebuah tempat di Salto. Meski demikian, ada satu tempat tapi bukan di Salto melainkan di Montevideo yang diyakini mungkin pernah mempertemukan keduanya, yaitu sebuah gym milik klub Nacional. Tempat yang disediakan bagi sejumlah anak-anak Uruguay belajar baik dalam sepak bola maupun disiplin. Di sanalah, Suarez dan Cavani pernah mengenakan kostum yang sama untuk masuk kategori pemain timnas usia muda.

Perjalanan keduanya juga bisa dilihat dari jejak orangtua masing-masing. Ayah Suarez, Rodolfo Suarez, memutuskan karier militernya dan mengajak keluarganya untuk pindah ke Montevideo. Ketika itu, Suarez masih berusia tujuh tahun. Sebaliknya, Cavani ketika itu tetap tinggal di Salto. Ayah Cavani, Luis, mengajarkan Cavani untuk mencintai alam dan binatang. Masa kecil tersebut membuat Cavani lebih tertarik dengan hal-hal tersebut. Ketika ayahnya pergi bekerja, Cavani kecil melewatkan waktu dengan mencari burung.

Cavani merupakan sosok kecil yang pemalu. Begitupun dengan Suarez. Namun, karakter Suarez kemudian berubah ketika dia menetap di Montevideo. Di sana, Suarez tidak memiliki teman sementara ayahnya meninggalkan ibunya. Karena itulah, Suarez kemudian kembali ke Salto bersama neneknya. Suarez tumbuh menjadi pemain di Montevideo karena lebih banyak menetap di kota besar ini. Sedangkan Cavani dikenal ketika dia memiliki bakat saat bermain di Danubio.


Baca Juga :
- Atletico Masih Tumpul
- ​​​​​​​Suarez Sebutkan Tiga Nama Penerusnya di Barca

Perbedaan itulah yang kemudian membuat sedikit perdebatan tentang siapa yang pantas mendapatkan ikon sebagai kebanggaan Salto. Di kota ini, Cavani lebih banyak menghabiskan waktu hidupnya sebelum akhirnya dia ke Montevideo lalu ke Italia. Cavani kemudian memberikan banyak peran bagi anak-anak di Salto. Sedangkan Suarez, di Salto masih memiliki paman dan neneknya.

“Dia jarang kembali ke Salto,” kata Sergio, paman dari Suarez. Menurut Sergio, ketika dia kembali ke Uruguay, Suarez biasanya lebih sering ke Montevideo ketimbang ke Salto. Namun, di Salto, ada patung Suarez sedangkan untuk Cavani ada mural di sebuah lorong di kota kelahirannya ini. Keduanya adalah kebanggaan Salto dan harapan Uruguay untuk meraih gelar Piala Amerika 2019.***

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA