#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Di TSI Permainan Tim Nomor Satu
01 July 2019 05:14 WIB
JAKARTA - Uji coba pertama akan dilakoni pemain seleksi tahap akhir tim TopSkor Indonesia (TSI) goes to Gothia Cup Cina 2019 di lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Senin (1/7) pagi. Adapun lawan yang akan dihadapi merupakan semifinalis Hansaplast Liga TopSkor U-13 musim 2018/19 SSB Kabomania.

Dipilihnya Kabomania bukan tanpa alasan. Tim asal Kabupaten Bogor tersebut, dinilai punya karakteristik permainan yang cukup lengkap. Mereka punya pertahanan solid, gelandang yang kreatif, dan memiliki winger serta striker yang punya kecepatan. Ini bagus untuk menguji para pemain seleksi TSI di setiap posisi.

Pelatih kepala TSI Yunus Muchtar mengatakan, lewat uji coba pertama ini, 24 peserta seleksi dituntut untuk memperlihatkan karakter dan kualitasnya. Namun bukan hanya kualitas individu, tetapi juga kemampuan kolektif dalam bermain yang jadi fokus utama.


Baca Juga :
- Final Gothia Cup di Momen Kemerdekaan, TopSkor Indonesia Siap Kalahkan Australia
- Detik-detik Menuju Semifinal, Skuat TSI Dikumpulkan dalam Satu Ruangan, tadi malam

"Saya tidak ingin melihat pemain yang ingin menonjol sendiri. Artinya, dia punya skill individu tapi tidak bermanfaat buat tim untuk apa,” kata Yunus. Mengingat peserta seleksi memiliki kualitas cukup merata, tim Technical Study Group (TSG) Liga TopSkor mengaku kesulitan menentukan pilihan.

Meski begitu, mau tidak mau tim pelatih nantinya hanya akan memilih 14 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) lebih lanjut. Para pemain yang lolos akan diumumkan sehari setelah uji coba.

Untuk itu lewat uji coba ini, Yunus dan tim pelatih TSI yang juga beranggotakan Imral Usman dan Oky Suyono itu berharap bisa melihat permainan terbaik dari peserta seleksi. Terutama dalam mempraktikkan sepak bola modern dan cerdas ketika menghadapi situasi tekanan lawan. Dalam artian, laga ini diharapkan bisa menjadi simulasi pertandingan sesungguhnya. Melihat kualitas lawan yang dihadapi, kolektivitas permainan tim diyakini akan terlihat jelas.

Selain itu, Yunus juga ingin melihat sudah sejauh mana peserta seleksi memahami dan mempraktikkan materi yang telah diberikan selama proses latihan. Perkembangan pemain dari latihan pertama hingga terakhir, Sabtu (29/6)  lalu terus dicatat dan akan coba dibandingkan dengan analisis saat uji coba.

Sebab Yunus tak ingin keliru memilih pemain yang akan masuk skuat utama. “Secara individu peserta seleksi angkatan 2005 ini punya kualitas. Tetapi sepak bola itu bicara konsistensi dan permainan secara tim nomor satu. Itu yang harus coba terus dipelajari dan ditanamkan oleh setiap pemain,” Yunus melanjutkan.FURQON AL FAUZI

 

Pemain Seleksi Akhir TSI

Kiper: Raufa (UNI), M Deryl (Asia FS)

Belakang: Imam Badrujaman (ISA), M Revansyah (Kabomania), M Arka (Villa 2000),  M Fadli (ISA), Sadewa (Tunas Cileungsi), Bintang Ramadan (Villa 2000), Farhan (RMD)

Tengah: Taufikul Hakim (Kabomania), Nathaniel (Asia), Raihan Hafiz (ISA), Ahmad Syauki (Salfas Soccer),  Raditya Agustin (Matador Mekarsari), Farel (Saint Prima), Rafi Yuwanda Saragih (Siaga Pratama), Doni Pamungkas (Bina Taruna)


Baca Juga :
- Saatnya TopSkor Indonesia Menembus Tradisi
- Opening Ceremony Gothia Cup Cina Berlangsung Meriah, Indonesia Sukses Mencuri Perhatian

Depan: Aditia R (Kabomania), Bagas Prayoga (Asia), Odillo Pinutusta (ASIOP), Malik Kaldi (Matador Mekarsari), Bani Satriani (UNI Bandung), Adrian Irfansyah (TMP SoccerOne),  Rizaldi Putra (ISA)

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA