#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Red Bull Bantah Cari Pengganti Gasly
03 July 2019 11:30 WIB
SPIELBERG – Pierre Gasly wajib meningkatkan kinerja di Sirkuit Silverstone, Inggris, 14 Juli mendatang. Posisinya di Red Bull Racing tak cukup aman, menyusul ketidakpuasan manajemen dengan performa pembalap asal Prancis tersebut sepanjang sembilan putaran awal Formula 1 (F1) 2019.

Kondisi ini berbeda dengan Max Verstappen yang konsisten di barisan terdepan bersama RB15. Sedangkan dirinya selalu kesulitan menembus posisi lima besar. Padahal, setelan mobil yang digunakan Gasly sama dengan Verstappen yang sejauh ini sudah tiga kali menjejak podium.

Satu di antaranya bahkan kemenangan, tepatnya di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, yang notabene lomba kandang timnya, akhir pekan lalu. Fakta ini jelas semakin menyudutkan posisi Gasly karena di sisi lain, Red Bull dikabarkan telah mengincar Daniil Kvyat sebagai pengganti Gasly, 2020.


Baca Juga :
- Komentar Alexander Albon Usai Naik ke Tim Utama Red Bull Racing
- Pertukaran Pembalap Terjadi di Red Bull Racing

Namun, hal tersebut langsung dibantah oleh Prinsipal Red Bull, Christian Horner. Tim yang identik dengan warna biru dongker dan oranye itu menegaskan masih yakin dengan potensi yang dimiliki Gasly dan siap bekerja keras demi membantunya menemukan hasil terbaik di lintasan.

“Saat ini, Pierre dalam momen sulit dan kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukungnya. Ia hanya perlu mengatur ulang segalanya karena kami tahu betul kemampuannya. Setelah ini, dia bisa memulai kembali dengan kuat,” kata Horner seperti dilansir Motorsport.com.

Sejatinya, keberadaan Gasly salah satunya untuk membantu pengembangan RB15 yang musim ini menggunakan mesin Honda. Gasly lebih dulu paham dengan karakteristik mesin asal Jepang tersebut. Sebelum bergabung dengan Red Bull, dirinya memperkuat Toro Rosso yang memakai mesin sama.

Catatan lombanya, tahun ini, pun tidak terlalu buruk karena dari sembilan lomba, ia tujuh kali finis 10 besar. “Pierre pembalap cepat. Saya pikir, masalah utama adalah tertekan dengan Max yang selalu tampil agresif di tiap lomba. Kami memiliki keyakinan dan akan memberi dukungan,” ujar Horner.

“Tak ada niatan untuk mengganti Pierre. Kami akan bekerja dengannya karena ia adalah pembalap tim ini. Kami akan mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik Pierre yang saat ini dalam masa sulit. Kami akan terus mendukungnya,” ujar Horner, sekaligus menepis soal rumor pengganti sang pembalap.

Hal senada juga dikemukakan Penasehat Red Bull Helmut Marko. Sejauh ini belum ada upaya untuk mengganti Gasly dengan pembalap lain karena tim masih masih memegang komitmen. “Hasil lomba Pierre memang sulit untuk diterima karena di sisi lain Max punya talenta luar biasa,” ujar Marko.

Belum Sesuai


Baca Juga :
- Kesiapan Red Bull Jelang F1 GP Jerman 2019
- Duo Red Bull Kirim Sinyal Bahaya untuk Mercedes dan Ferrari

Menanggapi kabar yang beredar, Gasly mengungkapkan alasan mengapa dirinya tak dapat melaju cepat di Grand Prix (GP) Austria. “Setelah pergantian ban, saya menekan dengan keras untuk memperbaiki posisi tapi itu justru membuat ban cepat habis. Manajemen ban kemarin kurang baik,” katanya.

Pria kelahiran Rouen, Prancis, itu pun menyadari belum memenuhi harapan tim. “Ada banyak hal yang sebenarnya bisa saya lakukan dengan lebih baik bersama mobil. Saya merasa tak berkendara sesuai keinginan. Tapi, saya percaya punya kemampuan untuk bisa lebih baik lagi,” tutur Gasly.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA