#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ini Ide Permainan Juve ala Sarri
08 July 2019 12:25 WIB
TURIN - Maurizio Sarri tidak ingin mengulur waktu. Sejak resmi menjadi pelatih Juventus FC, dia mulai mempelajari banyak hal. Di antaranya, mempertimbangkan para pemain besar di dalam tim inti atau pemain yang akan bergabung dengan tim seperti Matthijs De Ligt.

Bersama stafnya, mantan tecnico SSC Napoli itu menggodok konsep permainan yang tidak monoton. Dia tak sabar lagi melakukan eksperimen. Menurut jadwal, tim akan berkumpul di Continassa untuk persiapan pramusim pada 10-19 Juli.

Sarri menekankan strategi dan keberanian ekstra untuk barisan tengah dan pertahanan,   sedangkan sektor depan harus mempertajam insting. Tidak ada improvisasi tapi mekanisme 'fleksibel'. “Saya banyak mengatur permainan dalam 70 meter di depan tapi dalam 30 meter terakhir hanya ada prinsip yang perlu diikuti,” dia menegaskan.


Baca Juga :
- Maurizio Sarri Jelaskan Peran Dybala, Pentingnya Fokus Juventus
- Ronaldo Marah Lehernya Dicekik Suporter yang Minta Selfie

Dalam benak allenatore 60 tahun itu juga terpikir bagaimana menempatkan Matthijs De Ligt. Karena operasi transfernya hampir rampung, bek 19 tahun itu pun menelepon Sarri. Kapten termuda Ajax tersebut mengungkapkan kesediaannya membela Juve, sedangkan pelatih mengutarakan secara ringkas rencana taktiknya.

Yang jelas, kehadiran De Ligt tidak akan mengubah kepastian di lini belakang Juve. Sarri akan tetap menggunakan mantra dengan 4 pemain bertahan, menginginkan pressing lebih jauh ke depan dan berkelanjutan untuk menutupi jalur operan. Selebihnya, prioritas tim adalah memperhatikan bola. Barisan lapangan tengah yang terdiri dari tiga pemain, Emre Can mungkin bisa bergerak vertikal di kanan, di sisi lain ada Adrien Rabiot. Jangan lupakan Aaron Ramsey, pemain berguna dalam menggocek.

Juru taktik itu memiliki dua kandidat yang akan mengisi peran trequartista: Ramsey atau Federico Bernardeschi. Jika Paulo Dybala harus main sedikit lebih ke belakang, mungkin akan diterapkan formasi pohon Natal.

"Kami tidak bisa terpaku hanya dengan satu formasi. Formasi akan disesuaikan dengan para pemain yang akan membuat perbedaan,” Sarri menjelaskan. Pelatih itu mencoba untuk lebih fleksibel, seperti saat menangani Empoli FC yang dibawanya promosi ke Seri A.

Di musim baru, Cristiano Ronaldo masih menjadi pusat permainan tim. Semua pergerakan harus disesuaikan dengan dirinya, pastinya tidak akan mengisi posisi penyerang sayap. Sarri bisa membentuk CR7 menjadi lebih seperti penyerang sejati tapi masih harus mempelajari keserasian bermain dengan Dybala di depan. Beberapa waktu lalu, bintang asal Portugal itu mengekspresikan semangat yang menggebu, “Saya siap untuk sebuah musim hebat. Saya akan memberikan yang maksimal untuk mendapatkan kemenangan.”

Sementara itu, Sarri perlu memonitor permainan para winger, seperti Bernardeschi, Juan Cuadrado dan Douglas Costa. Kepergian Joao Cancelo diyakini membuat sayap kanan lebih lemah.


Baca Juga :
- Buffon Sebut Ronaldo dan Higuain Contoh Terbaik Juventus
- Gattuso Bertolak dengan Skema Ini

Peluang terjadi penumpukan di slot tersebut bisa terjadi karena transfer kompatriot CR7 itu, terkendala oleh proposal 60 juta euro (sekira Rp949 miliar). Juve ingin permintaan itu dibayar tunai, sedangkan Manchester City ingin mengurangi harga dengan menyertakan bek Danilo.

Cuadrado kurang yakin dengan sinyal dari Shanghai Shenhua. Dia ingin memulai tim dari nol bersama Sarri. Kalau itu kemauannya, pemain mesti beradaptasi lagi menjadi bek, peran yang pernah dilakoni pada awal karier di Italia.*** Dari Berbagai Sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA