#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Inter Bakal Mendepak Kedua Bintang Ini
08 July 2019 12:37 WIB
MILAN – Ketika diperkenalkan Giuseppe Marotta sebagai pelatih anyar Juventus FC, delapan tahun lalu, Antonio Conte tak ragu mengungkap ambisi scudetto pada musim debut. “Kami tidak punya waktu untuk menunggu,” katanya yakin. Sekarang, kedua sosok tersebut kembali bersatu di FC Internazionale, dan misi mereka tetap sama: menjadi yang terbaik di Italia.

Secara resmi, era Conte bersama I Nerazzurri dimulai pada Minggu (7/7), ditandai jumpa pers dengan media. Namun, sang pelatih sebenarnya sudah melakukan banyak pekerjaan dalam sebulan terakhir, beberapa kali bertukar ide dengan para pemimpin klub. Dalam waktu singkat, dia telah membuat perbedaan, ditandai meningkatnya antusiasme tifosi pasca akhir musim mengecewakan.

Rekor penjualan tiket adalah sinyal pertama. Kemudian ada pula daya tarik di bursa transfer, diwakili keinginan striker papan atas macam Romelu Lukaku untuk merumput bersama Inter. Rekam jejak Conte sebagai pemenang memang pemikat luar biasa. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Appiano Gentile, pria 49 tahun itu mampu mendorong klub menciptakan lingkungan kerja sesuai filosofinya.


Baca Juga :
- Milan Masih Fluktuatif
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan

Conte, bersama CEO Marotta, juga mengubah struktur staf kepelatihan Inter. Dia membawa serta orang-orang kepercayaan yang bisa memuluskan rencananya membentuk pasukan terkuat. Antonio Pontus datang dari Real Madrid CF, punya reputasi keras yang menginginkan para pemain selalu berkeringat. Julio Tous dibutuhkan untuk mengasah kebugaran fisik. Lalu, Matteo Pincella, ahli gizi yang bakal memastikan Marcelo Brozovic dan kawan-kawan mendapat asupan sempurna.

Gebrakan lain Conte adalah mencoret para pemain yang tidak sesuai dengan prinsip disiplin yang dianutnya. Mauro Icardi dan Radja “Il Ninja” Nainggolan, dua pemain terbaik dengan bayaran tertinggi dalam skuat, misalnya, dipersilakan angkat koper dan mencari pelabuhan baru. Conte tak punya waktu buat pemain yang berpotensi merusak keharmonisan ruang ganti, tak peduli sehebat apapun.

“Dalam membangun proyek, Anda butuh komposisi tepat. Kedua pemain sudah tahu bahwa mereka tak masuk rencana tim musim depan,” Marotta memastikan masa depan Icardi dan Nainggolan. “Kami tidak meragukan kemampuan mereka, para pemain bertalenta besar. Namun, talenta saja tidak cukup. Kekuatan timlah yang bisa memenangkan kompetisi.”

Namun, Marotta menampik bahwa Icardi dan Nainggolan akan diasingkan. Keduanya tetap ikut persiapan pramusim Inter di Lugano, pekan ini, berlatih bersama pemain lain. Hanya saja, itu sekedar formalitas sampai klub menemukan peminat di mercato. Icardi sudah ditawar oleh Juve dan SSC Napoli, sekarang tinggal memikirkan Nainggolan.

Metode Conte


Baca Juga :
- Atalanta Sedang Frustrasi
- Napoli Makin Runyam

Selanjutnya, akan ada kerja keras dan keringat. Mulai Senin (8/7), Conte akan menggeber para pemain lewat serangkaian menu latihan di Lugano. Fokus sang pelatih belum soal taktik, melainkan kekuatan fisik dan level kompetitif. Dia ingin Brozovic dan kawan-kawan memiliki daya tarung hebat, selain kecepatan dan permainan vertikal.

Mengandalkan pola 3-5-2, dengan dua wingback yang terus aktif dan sederet gelandang berbakat, kebugaran adalah hal esensial. Berlari dan berlari, membutuhkan stamina tingkat tinggi, Conte ingin menanamkan konsep ini dulu kepada timnya. Ada waktu sepekan jelang laga pemanasan pertama melawan FC Lugano, saat itu akan terlihat sejauh mana kemampuan Inter mengaplikasikan metode ekstrim Conte.*** Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA