#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Final Piala Indonesia: Ada Dendam yang Belum Tuntas
08 July 2019 11:13 WIB
JAKARTA – Musim lalu, PSM merasa layak menjadi juara Liga 1 2018. Pasalnya, Juku Eja lebih sering bertengger di puncak klasemen dibanding Persija, sebelum akhirnya tergelincir di akhir-akhir kompetisi. Poin antara keduanya pun hanya terpaut satu angka. Persija meraih 62 poin sedang PSM 61 poin.

Musim ini, kedua nya sama-sama mewakili Indonesia tampil di Piala AFC 2019. Persija tak bisa menembus babak grup, sedang PSM terhenti pada babak semifinal zona Asia Tenggara. Pencapaian PSM lebih baik dari Persija. Karenanya, kedua tim diidamkam bentrok dalam final Piala Indonesia 2018/19.

Pertemuan keduanya akan menjadi jawaban, siapa yang terbaik dari angkatan 2018. Kebetulan pula, skuat Persija dan PSM tak banyak berubah. Yang paling kentara tentu saja sosok pelatih. Persija kini diarsiteki pria Spanyol Julio Banuelos Saez, sedang PSM disutradarai pria Swiss Darije Kalezic.


Baca Juga :
- Persebaya Vs Persija Berakhir Imbang
- Duel Klasik Klub Perserikatan dengan Irama Kebangkitan

Bagi Persija, ini final Piala Indonesia kedua. Sebelumnya, pada 2015, tim ibu kota ini juga tampil di final, namun akhirnya takluk dari Arema Indonesia dengan agregat 3-4. Piala Indonesia juga menjadi target yang tertunda. Pasalnya, musim lalu Persija menyapu semua ajang yang diikuti kecuali Piala AFC.

Manajer Persija Ardhi Tjahjoko, pun penasaran dengan gelar ini. Seandainya jadwal kejuaraan ini tak berlarut-larut, sehingga berakhir pada 2019 ini, ia percaya Persija yang akan jadi juaranya. Karenanya, pertemuan dengan PSM pada 21 dan 28 Juli mendatang akan jadi pembuktian.

“Kami akan sama-sama berjuang. Pasti fight dipertandingan final nanti. Yang jelas, pemain sayap PSM patut kami waspadai, terutama sayap kiri dan sayap kanan. Semaksimal mungkin pemain Persija harus bisa meredam agar bola tidak diangkat ke tengah,” kata Ardhi kepada TopSkor, kemarin.

Ismed Pahlawan 

Persija memastikan langkah ke final Piala Indonesia setelah unggul agregate 3-2 dari Borneo FC. Pada leg pertama di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Persija unggul 2-1. Sedangkan dalam leg kedua di Stadion Segiri, Samarinda, markas Borneo FC, Persija memaksa laga berakhir dengan skor 1-1.

Tim kelahiran 1928 ini membuka keunggulan pada menit ke-33. Gol tersebut ia lesakkan lewat tendangan bebas. Ini sekaligus jadi gol ketiga Ismed sepanjang Piala Indonesia. Namun, keunggulan tersebut berhasil disamakan oleh mantan pemain Persija Renan da Silva pada menit ke-58.

Ismed mengakui, sebelum golnya tercipta, sempat ada ketegangan dari diri pemain. Pasalnya, Borneo sangat yakin bisa mengandaskan Persija dengan status nirkebobolan. Setelah golnya, sebaliknya pemain Borneo yang tertekan. “Gol pertama itu sangat penting untuk kami,” Ismed membeberkan.


Baca Juga :
- Lima Pilar Persebaya Absen saat hadapi Persija, Termasuk Top Scorer Tim
- Hadapi Persija, Persebaya Berupaya Keras Meminjam Pemainnya yang Ikut TC Timnas

Banuelos, pun mengingatkan pemain agar tak larut dalam euforia. Pasalnya, tengah pekan ini, tepatnya Rabu (10/7) nanti, akan menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Eks asisten pelatih timnas Indonesia ini ingin skuatnya melanjutkan tren positif, dengan melumat Maung Bandung, julukan Persib.

“Melaju ke final adalah pencapaian yang luar biasa. Jauh hari kami sudah analisis Borneo, bagaimana celah-celah kelemahan mereka. Sekarang saatnya fokus lagi untuk pertandingan berikutnya. Agar tidak terlalu kaku, kami fokus ke pertandingan terdekat secara bertahap,” kata Banuelos.*** Sumargo Pangestu 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA