#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Rencana untuk Sanchez Berantakan Gara-gara Cedera
08 July 2019 13:48 WIB
MANCHESTER – Cedera yang kembali dialami Alexis Sanchez merusak agenda Manchester United FC (MU).  Pelatih Ole Gunnar Solskjaer berharap winger 30 tahun itu bisa mengikuti tur pramusim Setan Merah. Ia ingin menjadikan momentum tersebut untuk melihat sejauh mana Sanchez bisa masuk dalam rencananya untuk menghadapi 2019/20.

Namun problem hamstring yang didapat sang pemain dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Amerika 2019, Sabtu (6/7) membuat harapan Solskjaer terancam gagal. Sanchez hanya mampu bermain 17 menit membela timnas Cile dalam duel melawan Argentina itu. Cedera ini kemungkinan besar membuatnya harus absen hingga awal musim baru.   

Memang MU masih menunggu kepastian seberapa parah cedera yang dialami Sanchez. Namun Solskjaer tentu tidak ingin memaksakan pemainnya itu. Sanchez pun tidak dilibatkan dalam tur pramusim Setan Merah. Solskjaer memboyong 28 pemain menuju ke Perth, Australia. Mereka telah berangkat pada Minggu (7/7) kemarin.


Baca Juga :
- Solskjaer Takut Winger Muda Barunya Dicap Sebagai Diver
- Juventus Terima Tawaran Rp 2,3 Triliun untuk Melepas Ronaldo ke MU

Cedera Sanchez ini menjadi alarm bagi MU. Sebab, ia diharapkan bangkit pada 2019/20 setelah tampil impresif sepanjang Piala Amerika. Sang pemain mencetak dua gol dalam turnamen tersebut. Pada musim lalu, performanya Sanchez menuai kritik. Maklum, ia hanya mencetak satu gol dari 20 laga di Liga Primer. Tak sebanding dengan statusnya sebagai pemain bergaji tertinggi di MU, 500 ribu paun (sekitar Rp8,8 miliar) per pekan.

Sanchez  tak kunjung mampu memenuhi ekspektasi sejak direkrut dari Arsenal FC, Januar 2018 lalu. Ia total hanya mampu mengemas lima gol dari 45 pertandingan bersama MU di semua kompetisi. Padahal, dengan The Gunners pada 2014-2018, Sanchez terbilang tajam, mencetak 80 gol dari 166 laga di seluruh ajang.

Kontrasnya penampilan Sanchez ini lantas menuai reaksi. Analis Sky Sports, Marc McAdam meyakini, pergi dari MU adalah jalan keluar terbaik bagi mantan pemain FC Barcelona itu. “Pemain berbakat sepertinya gagal di panggung terbaik. Itu yang terjadi padanya di MU. Padahal, Sanchez sangat luar biasa dengan Arsenal,” ujar Adam.

Di media sosial, kabar cederanya Sanchez pun menggema. Banyak yang menyorot masa depannya. “Saya pikir, opsi paling realistis bagi Sanchez adalah bermain di MLS atau Cina. Saat ini, saya tidak bisa melihatnya untuk menemukan performa terbaik jika memperkuat klub di Eropa,” tulis salah seorang fan.

“MU memiliki alasan yang sangat logis untuk menjual Sanchez sekarang. Jangan ditunda lagi,” komentar pengguna Twitter lainnya. Melepas Sanchez memang jadi opsi masuk akal bagi MU ketimbang mempertahankannya. Masalahnya, hingga kini belum ada klub yang tertarik memboyongnya dari Old Trafford.

Ubah Peran


Baca Juga :
- Pogba Tidak Mau Tiru Kelakuan Lukaku
- Besok, Inter dan MU Selesaikan Kebuntuan Soal Gaji Sanchez

Laman Transfermarkt memperkirakan, harga Sanchez mencapai 31,5 juta paun. Sulit bagi MU untuk menjualnya dengan harga mahal, Kemungkinan lainnya dengan meminjamkan disertai opsi permanen kepada klub yang berminat. Jika itu semua gagal, mau tidak mau,Setan Merah harus mempertahankannya hingga kontrak Sanchez berakhir pada 2022.

Sekaligus, memaksimalkan potensinya. Yaitu, dengan memberikan peran lebih sentral di lini serangan. Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger pernah mengatakan, “Dia (Sanchez) harus diberi kebebasan dalam memaksimalkan kualitasnya. Anda melihat pemain yang bermain melebar bisa mencetak banyak gol dari tengah. Itu ada pada Sanchez.”*CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA