#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Conte Radikal
09 July 2019 12:38 WIB
MILAN – Kisah FC Internazionale untuk musim 2019/20, dimulai di Lugano. Para pemain berkumpul di Appiano Gentile, Senin (7/7) sore, lalu naik bis ke kota yang terletak di bagian selatan Swiss itu. Di sana, mereka akan menginap di Villa Sassa.

Pelatih Antonio Conte memulai latihan keesokan harinya di lapangan B1 dan B2 Stadion Cornaredo. Sejak awal, dia memberikan porsi latihan berat untuk Milan Skriniar dan kawan-kawan sebab mereka harus berpartisipasi dalam turnamen di Asia. Konsep taktik dijelaskannya secara sekilas. Para stafnya bertugas menjelaskan dasar kerja secara detil.

“Kami akan bekerja keras untuk menjadi grup yang kompak dan bersama-sama mendapatkan 10-20 poin lebih banyak. Ini adalah periode awal tapi kami harus sedikit bicara dan banyak bekerja. Saya mengindikasi jalan yang harus dilalui dengan kerja keras dan pengorbanan. Inilah yang harus ditempuh jika Inter memiliki ambisi untuk menjadi tim juara. Jika ada yang tidak memiliki ambisi ini, sudah seharusnya memisahkan diri,” dia menegaskan.


Baca Juga :
- Milan Masih Fluktuatif
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan

Sejak awal Conte telah mewanti-wanti anak buahnya tentang pola latihan radikal yang akan diterapkan. Apalagi kali ini allenatore itu menggandeng pelatih atletik Antonio Pintus. Pria 56 tahun yang pernah bekerja di Juventus FC tersebut berhasil meningkatkan prestasi pemain dengan lebih sedikit berlatih dengan bola. Hasilnya terlihat jelas, para pemain tampak segar dalam momen kunci.

“Pintus sangat simpatik, ramah tapi juga sedikit sadis. Berat badan saya selalu 83 kg. Pintus dalam tiga minggu membuat berat badan saya turun sampai 79 kg. Saya tidak pernah tenar seperti periode saya di AS Monaco,” kata salah satu mantan murid Pintus, Fernando Morientes.

Setelah mendengar testimoni tentang metode ekstrim Pintus, masing-masing pemain pun berinisiatif menjalani program latihan selama liburan.  Conte juga bekerja sama dengan Julio Tous Fayardo, ahli meningkatkan kekuatan untuk  membentuk atlet yang siap dan reaktif. Mantan trainer petenis Rafael Nadal itu mengedepankan latihan otot dan latihan beban dengan menggunakan mesin.

Ketika dua faktor penting telah ditangani, pelatih tinggal fokus pada strategi permainan. Skema berbasis tiga pemain jadi acuan, tanpa menutup kemungkinan perluasan pilihan modul. Karena ini adalah tim baru, Conte meminta semua bersabar menunggu kemenangan tim. 

“Dalam wawancara kepada Gazzetta, saya katakan akan melatih di mana saya melihat setidaknya ada 1 persen peluang menang. Saya suka dengan tantangan, meski ini artinya ada 99 persen peluang gagal. Di sini tidak ada seorang pesulap, selama beberapa tahun ini tercipta perbedaan besar dengan Juve dan SSC Napoli. Kami harus hebat membangun tim tanpa menuntut waktu yang lama,” ujarnya. “Saya akan merasa emosional ketika berhadapan dengan Juve. Bagaimanapun kami harus siap bersaing.”

Situasi Nainggolan-Icardi


Baca Juga :
- Atalanta Sedang Frustrasi
- Napoli Makin Runyam

Menurut laporan Sport Mediaset, sebelum sesi latihan pagi, Conte berbicara secara privat dengan Mauro Icardi dan Radja Nainggolan. Kedua pemain tersebut berada di luar rencana pelatih.

Seperti yang dinyatakan CEO La Beneamata Giuseppe Marotta, target klub menjual mereka sebelum 2 September. “Dalam sebuah proyek, perlu menemukan profil yang tepat. Keduanya paham situasi ini bukan berarti merendahkan kapasitas mereka. Mereka pemain bagus, tapi dengan bakat saja tidak mungkin memenangi pertandingan. Yang menang  kompetisi adalah sebuah tim. Konsekuensinya mereka tidak lagi ada dalam rencana kami,” dia menuturkan.*** Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA