#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bung Ferry: Mau Sweeping Apa?
09 July 2019 13:30 WIB
JAKARTA – Kisah buram fanatisme buta antara poros Jakarta dan Jawa Barat sudah selayaknya tehenti sama sekali. Jangan sampai ada lagi Haringga Sirilla atau Rangga Cipta Nugraha lainnya. Demi hal itu, Ketua Umum The Jakmania, komunitas fan Persija, Tauhid Indrasyarief melarang adanya sweeping

“Buat Bobotoh, maaf kami tidak bisa menjamu,” kata Bung Ferry, sapaan akrab Tauhid. “Saya selalu menganjurkan anak The Jak tidak lajukan sweeping. Karena memang susah. Orang Sunda banyak yang dukung Persija sekarang. Jadi susah. Mau sweeping apa? Logat Sunda? KTP?  Gak usahlah seperti itu,” ia mengimbau.

Lebih lanjut, salah satu pendiri Jakmania ini menilai laga Persija versus Persib tak lahir atas rivalitas prestasi. Sebaliknya, istilah laga klasik lahir karena rivalitas antarsuporter. Hal seperti ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tak selayaknya dipupuk. Ferry ingin, laga Persija dan Persib menjadi rivalitas prestasi sepak bola.


Baca Juga :
- Bisa Apa PSS saat Menjamu Mutiara Hitam yang Sedang Membara
- Tak Mau Rugi, Persebaya Tetap Bawa Pemain Timnas yang Kelelahan ke Kalimantan

Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Rabu (10/7) sore ini, sejumlah koreografi akan dibuat. Namun, Ferry memastikan, semua materi koreografi tak akan ada yang bernada provokatif. Sebab, Ferry mengontrol langusng sermua isi koreografi yang akan dibentangkan.

“Teman teman di utara (tribune) ada yang sudah minta izin. Mereka akan bikin koreografi. Saya persilakan, tapi harus izin dengan saya. Kami mau lihat bagaimana tulisannya. Apa wajar atau tidak,” katanya. Ini untuk memastikan tak ada hal yang menyulut emosi dari pertandingan ini.

Sementara itu, sebanyak 12.400 keamanan diturunkan. Jumlah ini dua kali lipat banyaknya dibanding dengan jumlah pengamanan  lainnya. Meski fan Persib tak diperkenankan, tingkat pengamanan seperti ini dilakukan agar tak ada hal-hal negatif terjadi dan mematik kerusuhan.

Jumlah pengamanan itu akan dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama bertugas di luar stadion, termasuk di jalan-jalan besar menuju GBK. Yang kedua di ring empat, atau tepat di laur GBK. Lantas ring tiga, ring dua yaitu pintu masuk ke tribune, dan ring satu yakni di dalam area stadion.

Penonton yang tidak memiliki tiket, dihimbau tak memaksakan diri datang ke GBK. Pasalnya, sejak ring empat sudah ada pemeriksaan tiket. Hanya yang bertiket saja yang bisa masuk ke ring tiga. Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persija pun menyediakan nonton bareng dengan layar besar di sekitar GBK.


Baca Juga :
- Ferry Paulus Jelaskan Status Julio Banuelos Terkait Desakan Pesat dari Jakmania
- Mengapa Persija Lemah? Karena Banuelos Tak Mau Pelatih Fisik

Adapun total tiket yang disediakan sebanyak 76 ribu. Namun, hanya 68.750 yang dilepas ke khalayak. Tiket yang tidak dilepas tersebut khusus dibagikan untuk rekanan, sponsor, operator, dan undangan Persija. Untuk pembelian tiket dibagi dua, yakni di Korwil (koordinator wilayah) Jakmania dan jual daring.

CEO Persija Ferry Paulus menambahkan, pihak Persib akan mendapat pengamanan ketat dalam laga ini. Kejadian seperti 2013 silam, bus pemain Persib dilempari, tak akan terjadi lagi. Telah diputuskan pula, pemain Persib akan datang ke GBK dengan menggunakan kendaraan lapis baja.* Nizar Galang Gandhimar 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA