#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sejarah Akan Bantu Lampard Sukses Mengemban Peran Baru
09 July 2019 13:25 WIB
KETIKA Frank Lampard tiba di West Ham United FC sebagai bocah berusia 12 tahun pada 1990, figur sepak bola paling berpengaruh telah membentuk karakternya. Harry Redknapp, pamannya, pelatih tim utama, ayahnya, Frank Lampard Snr, asisten pelatih di Upton Park. Tapi, Tony Carr yang sukses membinanya melewati sistem akademi.

Carr adalah salah satu pelatih bakat muda sepak bola terbaik Inggris. Ia telah 42 tahun mengabdi untuk akademi The Hammers. Di depan SunSport, pria itu ikut bangga mendengar Lampard resmi menjadi pelatih Chelsea FC. Sepanjang ingatan Carr, bekas anak didiknya itu kini bukan lagi remaja pemalu yang ditemuinya 29 tahun silam.

“Frank muda bukan anak yang berisik atau suka sorotan. Dia sangat pemalu dan hanya fokus pada apa yang harus dia lakukan,” kata Carr, 68. “Dia lebih suka latihan diam-diam dengan ayahnya yang selalu menyemangatinya."


Baca Juga :
- Alexander-Arnold dan Roberto Firmino Bantu Liverpool Tembus 100 Persen Kemenangan
- Gelandang Chelsea Ini Isyaratkan Takkan Pulang

Foto-foto beberapa anak didik Carr terlihat di dinding rumahnya di Essex, dari Joe Cole ke Michael Carrick, dari Jermaine Defoe hingga Rio Ferdinand. “Frank langsung akrab dengan Rio sejak awal. Mereka pemain yang sangat bagus, saling menginspirasi. Apa pun yang coba dilakukan Rio, Frank akan berusaha menirunya,” lanjut Carr.

Ada kisah menonjol soal Lampard yang kembali ke Stamford Bridge. Dia baru 17  tahun saat membawa West Ham U-18 ke final South East Counties League Cup melawan. Pada leg pertama, di Upton Park, Mereka kalah 2-5, membuat orang yakin The Blues bakal juara. Namun Lampard dan Ferdinand membuat keajaiban.

Tuan rumah Chelsea sempat mencetak satu gol di menit pertama. Tertinggal 2-6 justru membuat West Ham bermain menggila selama 89 menit berikutnya. Lampard dan Ferdinand bermain luar biasa dan berhasil memaksakan skor 6-6. Laga itu pun diakhiri dengan adu penalti dan Lampard mencetak gol kemenangan untuk The Hammers.

Kualitas lain yang dilihat Carr dari Lampard adalah kekuatan mental, yang ia tunjukkan sejak usia muda di Upton Park. Namun penggemar The Hammers menuduh Redknapp melakukan aksi nepotisme ketika Lampard dipromosikan ke tim utama. Meski begitu, kata Carr, Lampard justru termotivasi untuk membuktikan bahwa tudingan itu salah.

Awal tahun ini, Carr melakukan perjalanan ke basis latihan Derby County di Farm Farm untuk melihat aksi Lampard dan asistennya Jody Morris. Sang mantan pelatih itu pun bangga menyaksikan Lampard bukan tipe pelatih otoriter yang gemar meneriakki para pemain. Dia bahkan yakin Lampard akan mendapatkan respek tertinggi di Chelsea.


Baca Juga :
- Telat Cetak Gol, Chelsea Gagal Hentikan Liverpool
- Fan Madrid Lebih Fanatik Dibanding Chelsea Kata Hazard

“Frank sangat tenang tentang permainan. Dia seorang pemikir. Dia akan berkomentar, mengacungkan jari, tetapi dia tidak akan berlari bolak-balik sepanjang garis lapangan atau meletakkan kepalanya di tangannya. Semuanya akan berjalan alami baginya."

Carr menegaskan sejarah Lampard di Chelsea akan membantunya kala membimbing klub melewati larangan transfer dua tahun ke depan. “Dia akan berpikir mendalam, mengerahkan kekuatannya. Dia tidak akan duduk berpuas diri dengan reputasinya. Dia ingin membangun reputasi baru: legenda Chelsea sebagai pemain dan pelatih.”*NURUL IKA HIDAYATI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA