#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
MU Masih Dibayangi Ketidakpastian
09 July 2019 09:22 WIB
PERTH – Manchester United FC (MU) menjalani pramusim 2019 diiringi ketidakpastian menyangkut masa depan sejumlah bintang. Paul Pogba, yang turut dalam rombongan skuat yang tiba di Perth, Australia pada Senin (8/7), telah mengungkapkan keinginannya untuk hengkang. Real Madrid CF atau Juventus FC diketahui menjadi tujuan sang gelandang.

Pun demikian dengan Romelu Lukaku yang juga ikut dalam tur ke Australia. Striker asal Belgia itu terus dikaitkan dengan FC Internazionale. Di sisi lain, kiper David De Gea masih menunggu penawaran terkait kontrak anyar. Lalu yang tak kalah pelik, mengenai Alexis Sanchez. Winger 30 tahun ini cedera saat membela timnas Cile di Piala Amerika 2019.

Sanchez kemungkinan absen dalam tur MU kali ini. Bahkan, ia kemungkinan akan melewati beberapa laga di awal 2019/20. Sebab, Sanchez harus melakoni pemulihan. Padahal pelatih Ole Gunnar Solskjaer berharap pemainnya itu bisa mengikuti pramusim. Ia ingin Sanchez bisa menjaga performa impresif yang diperlihatkan bersama Cile.


Baca Juga :
- Sanchez Hampir Kembali, Soal Masa Depannya, Begini Kata Solskjaer
- Dikabarkan Turun ke Tim Reserve, Ini Tanggapan Solskjaer Mengenai Alexis Sanchez

Peliknya situasi ini tantangan besar bagi Solskjaer. Maklum, 2019/20 akan menjadi musim penuh perdananya melatih MU. Solskjaer didapuk sebagai caretaker menggantikan Jose Mourinho sejak 19 Desember 2018. MU kemudian mengangkat status menjadi permanen pada 28 Maret lalu dengan durasi kontrak tiga musim.

Jelas, misi utama Solskjaer adalah memastikan MU minimal dapat finis empat besar Liga Primer dan lolos ke Liga Champions 2020/21. Bisa dipahami mengingat musim lalu Setan Merah hanya menempati urutan enam sehingga harus puas bermain di Liga Europa. Tentu pada 2019/20, Solskjaer dituntut membuktikan dirinya memang layak dipermanenkan.

Bila mampu memenuhi target, masa depannya bakal aman. Namun andai gagal, bukan tidak mungkin Solskjaer kehilangan posisinya. Selepas era Sir Alex Ferguson pada 19 Mei 2013, empat nama: David Moyes (2013-2014), Ryan Giggs (2014), Louis Van Gaal (2014-2016), Mourinho (2016-2018) di nilai gagal memenuhi ekspektasi.

Mourinho paling banyak memberikan trofi. Itu meliputi Community Shield 2016, Piala Liga 2016/17, dan Liga Europa 2016/17. Selain itu, pelatih asal Portugal tersebut juga membawa MU jadi runner-up Liga Primer 2017/18. Ini catatan terbaik MU di liga domestik sejak menjuarainya pada  2012/13 ketika ditangani Ferguson.

Indikator Solskjaer


Baca Juga :
- Manchester United Rilis Jersey Ketiga, Terinspirasi dari Gelar Piala FA Pertamanya
- Dampaknya Terasa di MU, Pemain Anyar Ini Jadi Salah Satu Kunci di Ruang Ganti

Patut ditunggu, langkah kongkret Solskjaer menangani MU secara penuh pada 2019/20. Apakah bisa membuktikan sebagai penyelamat seperti yang sudah dilakukan ketika masih menjadi pemain pada 1995-2007. Puncaknya, lewat gol yang diciptakan pria yang akrab disapa Ole ini pada injury time final Liga Champions 1998/99 yang berujung juara.

Atau, ia akan menjadi korban keenam sebagai pengganti Ferguson yang tidak tuntas? Pramusim ini jadi indikatornya. MU dijadwalkan melakonii enam laga uji coba. Sementara, di bursa transfer, mereka sudah mendapatkan dua pemain baru. Bek kanan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace FC dan winger Daniel James  dari Swansea City AFC.***CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA