#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Modal Penting Selecao untuk 2022
09 July 2019 07:50 WIB
RIO DE JANEIRO - Brasil menjadi satu-satunya negara yang mampu selalu juara saat menjadi tuan rumah Piala Amerika. Minggu (7/7) malam atau Senin pagi WIB, Brasil memastikan gelar Piala Amerika kesembilan setelah pada pertandingan final di Stadion Maracana, Rio De Janeiro, mengalahkan Peru, 3-1. Itulah sukses ganda – tuan rumah dan merebut gelar – kelima Brasil di Piala Amerika setelah sebelumnya juga juara pada 1919, 1922, 1949, dan 1989.     

Bagi Brasil, inilah Piala Amerika pertama dalam 12 tahun dan gelar bergengsi pertama sejal medali emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Sukses merebut Piala Amerika 2019 di rumah sendiri ini disebut-sebut mampu mengangkat moral Dani Alves dan kawan-kawan untuk menghadapi Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Pencapaian ini sangat spesial bisa terwujud karena kami membangunnya bersama-sama,” ucap Alves, kapten Brasil yang kini sudah mengoleksi 40 trofi baik dari level klub maupun timnas.


Baca Juga :
- Tite Bingung Bagaimana Dongkrak Performa Firmino
- Satu Tidak Gablek Paspor, Timnas Indonesia Hanya 22 Pemain ke Malaysia

Dari sisi teknis, Selecao di bawah pelatih Tite memang masih perlu pembenahan. Namun, jika melihat Selecao hanya kalah dua kali dalam 42 laga selama tiga tahun terakhir ditangani Tite, arah pengembangan Brasil bisa dibilang semakin jelas dengan sukses di Piala Amerika.

Pendekatan yang dilakukan pelatih bernama lengkap Adenor Leonardo Bacchi tersebut lebih modern ketimbang pelatih Brasil sebelumnya. Sebelumnya, para pemain timnas Brasil baru bereaksi saat pertahanan mereka diganggu.

Tite lebih proaktif. Keseimbangan di lini belakang mampu diciptakan bukan hanya dari skill dan teknik individu para bek Selecao. Kini, para pemain Brasil langsung cepat berada di sekitar bola saat kehilangan kontrol. Tite ingin para pemainnya secepat mungkin kembali menguasai bola.

Manifestasi dari taktik ini terbukti saat Brasil mencetak gol kedua di laga final. Gol dari Gabriel Jesus terjadi hanya satu menit setelah Peru membuat skor imbang, 1-1, lewat Jose Paulo Guerrero.

Lewat strateginya, Tite juga mampu membuat sejumlah pemainnya berperan lebih penting serta berkembang. Striker seperti Roberto Firmino maupun Jesus, kini terlihat lebih sering turun membantu pertahanan saat terdesak.      

Gaya taktis Tite juga terlihat saat Brasil harus turun dengan 10 pemain setelah Jesus mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-70. Saat harus mempertahankan keunggulan 2-1, Tite mengganti Philippe Coutinho dengan Eder Militao sebagai bek kanan lantas Alves bermain sebagai gelandang.

Yang pasti, keseimbangan sektor pertahanan Brasil kini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Hanya kemasukan tiga kali dalam 10 pertandingan (dengan mencetak 26 gol) sepanjang 2019 menjadi salah satu bukti.

Di sini terlihat peran Arthur yang berkembang pesat dan semakin penting bagi Brasil. Gelandang tengah FC Barcelona itu terbukti krusial sebagai penyeimbang di lini tengah bersama Casemiro. Dengan usia yang baru 22 tahun, Arthur bisa menjadi gelandang masa depan Selecao.

Untuk saat ini, Brasil mungkin belum menemukan pengganti Alves. Utamanya untuk mengisi posisi natural Alves sebagai bek sayap kanan. Satu sektor lain yang harus dipikirkan Tite adalah striker. Firmino maupun Jesus dinilai kurang mematikan jika dibandingkan dengan para penyerang tengah seperti duo maut Uruguay, Edinson Cavani dan Luis Suarez, misalnya.

Masalah lain yang harus dipikirkan Tite adalah momok tim-tim Eropa Barat di Piala Dunia. Setelah menjuarai Piala Dunia 2002, Brasil selalu tersingkir di babak knock-out dari tim-tim wilayah ini: perempat final 2006 dan 2010 masing-masing dari Prancis (0-1) dan Belanda (1-2), serta semifinal 2014 dari Jerman (1-7).***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

BRASIL 3-1 PERU
Stadion: Maracana
Penonton: 69.968

BRASIL 4-2-3-1
Pelatih:
Tite

1 Alisson

13 Alves
4 Marquinhos
2 Silva
12 Alex Sandro

8 Arthur
5 Casemiro

9 Jesus
10 Coutinho/14 Militao (77)
19 Everton/15 Allan (90)

20 Firmino/21 Richarlison (75)

PERU 4-2-3-1
Pelatih:
Ricardo Greca

1 Gallese

17 Advincula
15 Zambrano
2 Abram
6 Trauco

13 Tapia/23 Gonzales (82)
19 Yotun/11 Ruidiaz (78)

20 Flores
8 Cueva
18 Carrillo/14 Polo (86)

9 Guerrero

Gol: 1-0 (Everton, 15), 1-1 (Jose Paolo Guerrero, 44 pen), 2-1 (Gabriel Jesus (45), 3-1 (Richarlison, 90 pen)  
Wasit:
Roberto Tobar


Baca Juga :
- Singkirkan Italia, Brasil Lolos ke Semifinal Piala Dunia U-17 2019
- Iwan Bule Tegaskan Simon McMenemy Tetap Dampingi Timnas ke Malaysia

Kartu kuning: Jesus, Tapia, Silva, Zambrano, Advincula, Richarlison
Kartu merah: Jesus
Tembakan ke gawang: 3-2
Tembakan melebar: 6-5
Tendangan pojok: 3-4
Offside: 0-0
Pelanggaran: 24-21
Penguasaan bola: 54-46

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA