#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ketika Juara Dunia Tinju Pulang Hanya dengan Mobil Bak Terbuka
09 July 2019 07:55 WIB
TIBO Monabesa mengharumkan nama Indonesia dengan meraih titel juara dunia kelas terbang junior (49 kg) versi IBO. Prestasi ini dibuat petinju 29 tahun itu setelah mengalahkan Omari Kimweri dari Australia dengan kemenangan angka mutlak, 114-113, 116-111, dan 118-110, di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/7) malam WIB.

Di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Tibo sukses membuat GOR Flobamora bergemuruh. Tepatnya setelah hakim menyatakan petinju kidal itu berhak atas gelar juara dunia. Tibo bak pahlawan. Semua penonton yang hadir berteriak menyebut namanya.

Namun di balik kesuksesan Tibo, terselip cerita memilukan. Ketika TopSkor menghubungi via telepon, Senin (8/7) petang, sang juara dunia tengah dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Jarak tempuh dari lokasi pertandingan menuju kampung halaman Tibo lebih kurang hampir 300 km.


Baca Juga :
- Makna 17-Agustusan di Denpasar Berbeda, Gowes Nusantara Berdayakan UMKM
- Dari Gowes Nusantara, Bone Bolango Ingin Punya Stadion Olahraga

Yang menyentuh dan membuat miris adalah sang juara dunia pulang menggunakan mobil bak terbuka. Tibo tidak sendiri. Ia ditemani keluarga dan tentunya sabuk juara yang menjadi buruan petinju di dunia. Tidak ada pesta seperti klub sepak bola menjadi juara liga.

“Tidak mengapa. Saya telah membuktikan putra daerah bisa menjadi juara dunia,” kata Tibo yang mengalami luka di pelipis kiri. “Sabuk juara ini saya ingin persembahkan untuk masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTT yang memberikan dukungan langsung. Saya tidak memikirkan luka yang ada di pelipis saya. Yang ada dalam benak saya adalah menjadi juara dunia,” tutur petinju kelahiran 10 Juni 1990 itu.

Dengan status sebagai juara dunia, Tibo dipastikan menjadi buruan petinju dunia. Namun, Tibo kini harap-harap cemas. Sejauh ini ia belum mendapatkan sponsor. Petinju berpostur 163 cm dan memiliki jangkauan 170 cm itu berharap mendapat dukungan dari pemerintah atau pun swasta untuk pertandingan mempertahankan gelar nanti.

“Tanpa sponsor saya tidak bisa menggelar pertandingan. Jika saya tidak bertanding, maka gelar juara dunia ini bisa lowong. Saya berharap mendapat banyak dukungan. Setelah ini selama 2-3 pekan kedepan saya akan beristirahat. Kemudian akan membicarakan mengenai langkah selanjutnya,” ucap Tibo.


Baca Juga :
- Artis Tommy Kurniawan Mewakili Menpora Bergowes di Aceh
- Perpaduan Olahraga dan Budaya Harmonisasikan Gowes Nusantara Palembang

Adapun dengan hasil ini, sejak debut profesional 16 Mei 2012 lalu, Tibo secara keseluruhan telah mengantongi 20 (8 KO) kemenangan dari 23 laga. Sepanjang karier, ia hanya mengalami satu kekalahan dari petinju Jepang, Hiroto Kyogocho, 25 September 2018 lalu. Sedangkan dua lainnya berakhir dengan hasil imbang.*MUHAMMAD RAMDAN

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA