#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
VARsil, BRAsil
09 July 2019 11:35 WIB
PIALA Amerika 2019 telah berakhir. Turnemen yang penuh dengan catatan. Sejumlah pers menyebutnya dengan The Cope America of the VAR—Video assistant referee. VAR yang sejatinya merupakan teknologi yang membantu pertandingan, malah terkesan identik dengan kontroversi. Wasit yang kontroversial, plus catatan statistik bahwa ajang ini minim dengan gol. Semua mencoba memetakan dengan perkiraan bahkan kecurigaan kepada satu tim: Brasil.

Dari perjalanan Piala Amerika ini, memang banyak yang dapat diketengahkan sebagai bahan atau sebut saja bukti terkait dugaan adanya ketidakwajaran. Namun di mana? Apakah kalimat dari seorang Lionel Messi sudah cukup untuk menegaskan bahwa kecurangan itu ada? Messi lalu mengatakan dengan nada putus asa “Saya harap mereka (Conmebol) bereaksi, namun saya yakin itu tidak akan terjadi”.

Di media sosial, muncul kemudian sejumlah meme. VARsil, atau BRAsil. “Sil” yang berarti force dalam bahasa Inggris. Dapat juga diterjemahkan dengan bebas seperti “memaksakan” atau sebut saja menggiring agar Brasil yang tampil sebagai juara. Bagaimana gol-gol Uruguay saat menghadapi Cile justru banyak yang dianulir. Meski demikian, wasit pun memiliki alasan, lalu bagaimana Argentina tidak mendapatkan penalti. Wasit juga memiliki alasan.


Baca Juga :
- Liga Champions Prioritas Barca
- Papu Gomez di Belakang Messi dan Neymar Jr.

Pada akhirnya, dari semua kecurigaan tersebut, hanya akan menjadi catatan untuk Conmebol. Karena Brasil tetap tampil sebagai juara. Tim Samba untuk kesembilan kalinya meraih gelar Piala Amerika. Mengulas apakah memang ada rencana membuat Brasil juara, tentu akan menjadi pertimbangan yang sangat panjang. Karena itu, terlepas dari semua dinamika yang telah terjadi dalam Piala Amerika 2019, sukses Brasil dari sisi teknik dan performa mengetengahkan satu hal: Brasil juara dengan permainan yang pragmatis dan sedikit memperlihatkan ciri khas dari Selecao yang penuh dengan warna.


Baca Juga :
- Magis sang Spesialis
- Trio Barcelona Nikmati Pesta di Ibiza

Itulah yang akan diingat dari tim Brasil asuhan Tite dalam sukses mereka mengalahkan Peru di Stadion Maracana, Minggu (7/7) atau Senin dini hari WIB. Sebut saja bahwa Tite menekan aspek romantik (keindahan) sepak bola tapi sukses dengan sebuah formula. Di tangan Tite, Jogo Bonito nyaris terancam tidak terlihat. Jika keindahan itu diidentikkan dengan emas maka Tite tidak melapisi timnya dengan satu gram pun untuk menjadi juara.

Jika melihat yang terjadi dalam final, tentu sulit untuk dengan tegas menyatakan bahwa Piala Amerika 2019 ini sudah direncanakan untuk Brasil. Keluhan atau kritik Messi, menjadi blur. Faktanya, Peru asuhan Ricardo Gareca memang memaksa tuan rumah untuk tampil dengan semua kemampuan mereka. Ada gol Paolo Guerrero yang sempat membuat kedudukan imbang, gol penalti. Gol penalti itu pun diberikan kepada Peru lewat bantuan VAR. Lalu ada gol Gabriel Jesus. Gol yang cukup membuat harapan Peru meraih gelar Piala Amerika 2019 ini berakhir.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA