#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Saya Berusaha Menyulitkan Marquez
09 July 2019 07:57 WIB
SACHSENRING - Fabio Quartararo masih dalam tahap pemulihan operasi pompa lengan kanan setelah Grand Prix (GP) Italia, pada 2 Juni lalu. Tapi ia langsung tampil kuat dengan meraih pole position dan podium pertamanya di MotoGP, saat GP Katalunya, 16 Juni lalu. Sejak saat itu ia konsisten berada di barisan terdepan untuk memperjuangkan podium.

Sayang saat berlomba di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (7/7), ia harus terjatuh saat berusaha mengikuti kecepatan rival-rivalnya di barisan terdepan. Bagaimanapun, pembalap Tim Petronas Yamaha SRT itu telah membuktikan kemampuannya di kelas tertinggi. Berikut petikan wawancara Quartararo bersama La Gazzetta dello Sport:

Sejak turun di CEV (Kejuaraan Dunia Moto3 Junior), Anda diangap sebagai pembalap bertalenta....
Semua dimulai di tahun pertama CEV, 2013, saat saya masih 14 tahun. Meraih kemenangan di lomba debut. Meski sudah ada yang memprediksi itu sebelumnya.


Baca Juga :
- Penggemar Rossi Cemooh Marc Marquez di Podium San Marino, tapi Pembalap Spanyol Itu Cuek
- Tarik Ulur Kalender Balap MotoGP

Apakah Anda tidak pernah merasa ragu kepada diri sendiri?
Tidak. Setiap kali memulai lomba, saya tahu jika memiliki motor yang siap, maka hasil akan diperoleh.

Anda berasal dari keluarga biasa....
Pada awal karier saya, keluarga harus melakukan pengorbanan besar. Dari 2007 sampai 2012, saya bersama dengan ayah menempuh lebih dari 250 ribu km untuk berlatih dan berlomba di Spanyol. Setiap akhir pekan, paling tidak 500 km. Tapi, beberapa kali bahkan sampai 3.000 km.

Apa yang Anda butuhkan untuk memenangi lomba?
Saya membutuhkan pengalaman karena sudah memiliki kecepatan. Saya sempat berada di depan dan telah melihat apa yang dibutuhkan untuk menjadi lebih kuat.

Ketika dikatakan pintu MotoGP sudah terbuka, apa yang Anda pikirkan?
Setelah Assen di tahun lalu, ketika saya berada di posisi kedua. Saya pulang dengan manajer dan dia katakan ada kesempatan dengan Petronas dan Yamaha. Saya bertanya apakah sungguh mungkin atau hanya rencana, dan dia menjawab ada rencana tapi dia ingin itu dipertimbangkan dengan baik. Joan Mir telah menandatangani kontrak dengan Suzuki setelah dua perlombaan indah di Moto2, saya juga menginginkan hal yang sama.

Anda hanya butuh empat lomba untuk menarik perhatian, kemudian dilanjutkan dengan dua podium....
Jangan lupa dengan tiga pole position. Podium di Barcelona telah menunjukkan kemampuan saya sesungguhnya.

Anda berhasil menyulitkan Valentino Rossi dan Maverick Vinales....
Bagi saya, Yamaha sangat kuat. Benar bahwa di Mugello (GP Italia) kami kesulitan saat berada di sektor trek lurus. Namun, motor tetap bekerja baik.

Apakah impian Anda bergabung dengan tim pabrikan?
Tidak. Saya yakin sudah berada di tim yang sempurna. Saya sedang berpikir bagaimana untuk menjadi pembalap lebih baik dan menjadi penentu di trek, serta menjadi orang terbaik di garasi. Selebihnya masih terlalu jauh.

Apa kualitas terbaik Anda?
Berpikir secara rasional. Saya suka berada di depan semua pembalap tapi dengan kepala dingin.

Adakah pembalap idola?
Saya suka agresivitas Marc Marquez tapi lebih banyak belajar dari Jorge Lorenzo saat di Yamaha, itu sungguh luar biasa. Seperti setiap kali dia harus kembali ke garasi atau sebaliknya, dia mengenakan helm merah. Dengan motor ini, kami harus berhasil tampil sangat agresif.

Akankah seorang Quartararo mampu menghentikan Marquez?
Saya harap begitu. Saya sedang berusaha menyulitkannya.*PAOLO IANIERI DARI HOHENSTEIN-ERNSSTHAL

Fabio Quartararo
Lahir:
Nice, Prancis, 20 April 1999 (20 tahun)
Warga Negara: Prancis
Tinggi: 177 cm
Berat: 66 kg
Tim: Petronas Yamaha SRT
Motor: Yamaha YZR-M1
Debut Kelas MotoGP: GP Qatar 2019
Lomba: 9
Menang: 0
Finis Podium: 2
Pole: 3
Poin: 67
Posisi Klasemen: 8

 


Baca Juga :
- MotoGP Italia 2019 Bukan Zona Nyaman Marc Marquez
- Dovizioso Beruntung Bisa Turun di GP San Marino

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA