#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Lima Pemain Amerika Latin Ini Layak Dibeli
10 July 2019 09:00 WIB
RIO DE JANEIRO - Piala Amerika 2019 yang dimenangi tuan rumah Brasil berakhir pada Minggu (7/7) lalu. Namun, karier sejumlah pemain sepertinya baru akan mulai bersinar seiring dengan performa mereka yang mencuat di turnamen sepak bola tertua tersebut.

Dari sekian banyak pemain dengan performa menawan, paling tidak ada lima pemain dari klub-klub kurang terkenal yang di luar dugaan mampu mencuri perhatian. Banderol kelima pemain ini pun rasanya tidak setinggi rekan-rekan senegara mereka yang lebih dulu bermain di Eropa. Siapa saja mereka?

Everton Sousa
Penyerang sayap Brasil yang baru 23 tahun ini masih berkarier di negaranya bersama Gremio. Namun, ia mampu mencetak tiga gol kendati dari enam kali dimainkan hanya empat menjadi starter. Kuat dalam dribel, finishing, dan umpan langsung, winger yang memiliki ciri permainan berlari dari sisi lapangan lalu menusuk ke jantung pertahanan lawan (cut inside) itu diyakini sudah mampu menarik perhatian klub-klub Eropa.


Baca Juga :
- Tifosi Bologna Berziarah demi Kesembuhan Mihajlovic
- Aranguiz Jadi Rebutan Sejumlah Klub Top Eropa

Edison Flores
Inilah salah satu pemain hasil pengembangan Peru setelah putaran final Piala Dunia 2018. Di Piala Amerika, Flores mampu bermain efektif dengan mencetak dua gol hanya dari 331 menit bermain (tiga starter dan tiga pengganti). Lebih senang menggunakan kaki kiri, winger yang memiliki teknik dan kreatif dalam membangun serangan ini rasanya sudah cocok bermain di level yang lebih tunggi ketimbang bersama Monarcas Morelia di Liga MX Meksiko.

Pedro Gallese
Inilah kiper yang mencuat di Piala Amerika edisi ke-46 selain penjaga gawang Brasil, Alisson Becker, yang meraih gelar Kiper Terbaik. Refleks dan teknik penyelamatan kiper Peru ini di atas rata-rata kiper kebanyakan. Di Piala Amerika, Gallese memang hanya mencatat tiga kali tidak kemasukan (clean sheet) dari enam kali dimainkan. Namun, Gallese total melakukan 21 penyelamatan. Tiga penalti pun mampu ia gagalkan: dari Gabriel Jesus (Brasil) di fase grup, Luis Suarez (Uruguay) dalam adu penalti di perempat final, dan Eduardo Vargas (Cile) di semifinal. 

Erick Pulgar
Piawai mengambil bola-bola mati (set-piece), tendangan bebas langsung, duel udara, operan langsung, dan operan kunci, adalah kelebihan gelandang Bologna FC ini. Pulgar juga memiliki gaya seorang gelandang tengah murni karena gemar melepas tembakan jarak jauh, mengontrol bola lebih lama, dan melepas operan jarak jauh. Sevilla FC dan SSC Napoli kabarnya sudah membidik gelandang yang tidak memiliki kelemahan berarti tersebut.  


Baca Juga :
- Duo Cile Masuk Tim Terbaik
- Pemain Nomor 10 yang Terlupakan

Stefan Medina
Santiago Arias sejatinya menjadi pilihan utama pelatih Carlos Queiroz untuk posisi bek kanan Kolombia. Tetapi, isu kebugaran membuat Medina berkesempatan menunjukkan kemampuan di Piala Amerika kali ini. Memulai karier sebagai bek tengah, Medina kini nyaman bermain sebagai bek kanan. Meskipun, ia juga bisa menjadi gelandang bertahan. Kemampuan di berbagai posisi pertahanan itulah performa lini belakang Kolombia lebih stabil saat Medina diturunkan.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA