#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Marciano Norman: Saya Ingin Berbuat Lebih di Olahraga
10 July 2019 08:18 WIB
JAKARTA - Selasa (2/7) pekan lalu, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman terpilih menjadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023. Tugas berat sudah menanti mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) tersebut. Tunggakan gaji karyawan KONI Pusat selama tujuh bulan adalah sesuatu yang akan ia temukan solusinya dalam 100 hari pertama kepemimpinan.

Marciano juga diharapkan sanggup mengembalikan citra KONI yang buruk akhir-akhir ini. Bahkan, ada beberapa pihak yang menginginkan KONI dibubarkan atau dilebur dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Bagaimana Marciano mengatasi segudang masalah tersebut? Seperti apa langkah-langkah strategis yang akan diambil? Berikut petikan wawancara TopSkor pada Selasa (9/7) kemarin dengan pria yang juga mantan Komandan Paspamres tersebut:

Apa yang membuat Anda berminat menjadi Ketum KONI Pusat?
Tentu salah satu yang memotivasi saya mengemban tugas sebagai Ketum KONI adalah mengembalikan organisasi ini ke masa kejayaan. Selain itu, saya ingin berbuat lebih di olahraga. Kebetulan, masa jabatan saya sebagai Ketum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) habis. Lalu, saya memantapkan diri untuk ikut bertarung di Musornas.


Baca Juga :
- Marciano Norman Nilai Karetka SEA Games Dalam Kondisi Puncak
- Papua Tunggu SK Cabor PON dari KONI Pusat

Anda begitu dekat dengan olahraga bela diri. Sebenarnya apa olahraga favorit Anda?
Berkuda. Waktu kecil, saya adalah atlet berkuda. Sampai saat ini saya juga masih rutin menunggang kuda.

Jadi karena sebab itu, anda memiliki fasilitas berkuda (APM Equestrian) di Tiga Raksa, Tangerang?
Ya begitulah, saya memang mencintai olahraga ini. Bolehlah sekali-sekali berkunjung ke APM Equestrian. Tempat itu kan juga dipakai untuk cabang Modern Pentathlon di Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang.

Lalu, mengapa Anda justru menjadi pucuk pimpinan organisasi beladiri (PB TI)? Anda juga pernah memimpin Pengprov FORKI (Karate) Kalimantan Barat....
Nah itu, sejak dulu saya seperti melekat dengan beladiri. Asal Anda tahu, nama saya Marciano karena ayah saya adalah penggemar berat (petinju legendaris) Rocky Marciano. Namun pada akhirnya, saya tidak menjadi petinju, tapi malah masuk militer (TNI Angkatan Darat).

Lalu, apa yang akan Anda lakukan selama menjadi Ketum KONI?
Banyak. Meningkatkan sport intelligence adalah salah satunya. Ini agar Indonesia mengetahui perkembangan atlet luar. Wartawan menjadi mitra kami soal ini. Sebab yang memiliki akses ke perkembangan negara luar ya para wartawan. Saya juga ingin membuat olahraga Indonesia lebih mandiri, tidak hanya bergantung anggaran pemerintah. Tidak lupa, program saya adalah persiapan masa pensiun atlet. Mereka harus diberi keterampilan agar masa depan mereka usai pensiun terjamin.

Kembali mengenai tunggakan gaji karyawan, apa solusi Anda agar hal ini tak terjadi lagi ke depan?
Tentu KONI harus menerima dana langsung dari pemerintah, bukan melalui hibah seperti sekarang. Rencananya, pemerintah akan menjadikan KONI sebagai Satuan Kerja (Satker) tersendiri. Tentu ini bagus agar operasional KONI tak terhambat seperti sekarang. Selain itu, kemandirian organisasi juga penting. Jadi, KONI harus bisa mencari dana lain di luar anggaran negara.

Banyak pihak yang mengatakan saat ini KONI sebaiknya dibubarkan saja karena tak ada lagi fungsinya. Tanggapan Anda?
Jangan lihat KONI sekarang tapi lihat bagaimana sisi histori organisasi ini. KONI telah diberi tugas menginduki cabor-cabor yang ada di Indonesia. Di masa lalu, KONI telah membuat banyak cabor berjaya di kancah Asia bahkan dunia. Untuk itu, jangan sedikit-sedikit minta bubarkan. Intinya, lihat masa jaya KONI. Lalu, kembalikan kejayaan KONI tersebut ke masa sekarang. Dengan bantuan semuanya, saya yakin itu bisa dilakukan.*KRISNA C. DHANESWARA

 


Baca Juga :
- Marciano Norman Minta KONI dan Cabor Perkuat Integrasi
- Marciano Norman Beberkan Terobosan Strategi KONI Pusat Menuju Kemandirian

 

           

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA