#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Demi Kurangi Beban Gaji, Warriors “Cuci Gudang”
11 July 2019 11:30 WIB
SAN FRANCISCO – Golden State Warriors “cuci gudang” jelang bergulirnya NBA 2019/20. Pemain-pemain cadangan yang memiliki peran penting seperti Andre Iguodala, Quin Cook, dan Shaun Livingston, dipastikan tak lagi berada di bawah arahan Steve kerr, musim depan.

Iggy, sapaan akrab Iguodala, pindah ke Memphis Grizzlies lewat mekanisme trade, beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk Cook memilih bergabung dengan Los Angeles (LA) Lakers setelah berstatus free agent. Selasa (9/7) atau Rabu WIB, giliran Livingston yang memilih meninggalkan Warriors.

Cara yang dipilih Livingston pun terbilang mengejutkan, yakni meninggalkan Warriors bukan melalui trade. Manajemen memilih melepasnya ke pasar free agent demi mengurangi beban gaji yang dialami Warriors. Musim lalu, total payroll mereka mencapai 146 juta dolar AS (sekitar Rp2 trliun).


Baca Juga :
- Tinggalkan Warriors, Gaji Durant Bisa Tembus Rp3,1 Triliun
- Posisi di Ujung Tanduk, Warriors Butuh Durant

Kondisi tersebut membuat klub milik Joe Lacob dan Pieter Guber itu harus membayar luxury tax kepada NBA dengan jumlah besar. Pasalnya, over salary yang mereka alami kala itu mencapai 23 juta dolar AS (sekitar Rp324 miliar). Belum lagi fakta salary cap NBA saat ini bakal mengalami peningkatan.

Jika sebelumnya ada di angka 101,9 juta dolar (sekitar Rp1,4 triliun) menjadi 109,14 juta dolar AS (sekitar Rp1,5 trilun). Adapun ambang batas gaji yang tak terkena luxury tax berubah dari 123,73 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun) menjadi 132,6 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 trilun).

Dengan adanya kenaikan salary cup, ditambah hengkangnya Kevin Durant, kepergian Iggy dan Cook seharusnya bisa membuat payroll Warriors lapang. Namun, setelah membuang sederet pemain termasuk Livingston, Warriors masih memiliki kelebihan gaji 6 juta dolar AS (sekitar Rp 84,7 juta).

Bisa dibayangkan jika tim ini tak melepas salah satu pemain veterannya itu. “Warriors sedang melakukan peremajaan skuat karena ingin memiliki finansial yang lebih sehat. Untuk itu, manajemen akhirnya memilih melepas Shaun (Livingston),” kata jurnalis ESPN, Adrian Wojnarowski.

Meski beban gaji berkurang, kehilangan Livingston sebenarnya membawa kerugian untuk Warriors karena mantan pemain LA Clippers ini terbukti jadi salah satu pemain cadangan mumpuni di NBA. Perannya membawa Warriors menjadi juara NBA 2014/15, 2016/17, dan 2018/19, sangat besar.

Saat masih diperkuat Livingston, pertahanan Warriors dikenal sangat kuat. Selain itu, ia bisa menjadi alternatif Kerr kala pertandingan tak berjalan sesuai harapan. Saat pebasket 33 tahun itu dimainkan, dirinya mampu mengubah arah permainan Warriors menjadi lebih baik.

Di sisi lain, keberadaan Livingston di pasar free agent disambut antusias oleh banyak klub. Meski saat ini belum ada kabar tim mana yang berminat tapi klub yang mendapat jasa Livingston dipastikan beruntung. Terutama mereka yang sedang butuh role player demi memperkuat skuat.

Tetap Kuat


Baca Juga :
- Penggawa Warriors Ini Didenda Ratusan Juta Oleh NBA
- Warriors Kalahkan Bulls, Klay Thompson Cetak Rekor

Meski kehilangan banyak pemain penting, Warriors tetap diprediksi mampu bersaing dalam NBA 2019/20. Duo guard yang telah lama jadi andalan tim: Klay Thompson dan Stephen Curry, masih bertahan. Mereka dipastikan jadi tumpuan utama Warriors dalam mencetak poin seperti sebelum Durant datang.

Namun, Thompson baru bisa bermain di akhir babak reguler karena mengalami cedera lutut. Meski begitu, Warriors kini memiliki D’Angelo Russell. Eks pemain Brooklyn Nets ini berada dalam puncak performa dan diyakini mampu menggantikan peran Thompson sampai sang bintang sembuh.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA