#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mereka Pemain yang Gagal
11 July 2019 04:04 WIB
NEYMAR diharapkan menjadi pemain yang bisa mematahkan dominasi Lionel Messi dan Barcelona. Namun, untuk saat ini semua justru tidak terjadi. Apakah keinginannya ke Barcelona dapat membuatnya kembali menemukan masa terbaik dalam kariernya? Ketika Neymar memutuskan untuk meninggalkan Los Azulgrana, dua tahun lalu, ada penilaian bahwa semata keputusan tersebut karena keinginannya lepas dari bayang-bayang Messi, sang megabintang di dunia.

Penilaian tersebut memang cukup beralasan bahkan sangat kuat. Bahwa untuk membuat kariernya lebih baik, agar namanya jauh lebih besar, tidak ada jalan lain bagi Neymar kecuali harus meninggalkan Barcelona, klub yang memang identik dengan Messi atau Messi yang sudah sangat identik dengan Barca. Sulit bagi Neymar untuk mengubah gambaran tersebut.

Meski demikian, karier atau petualangannya di Paris Saint Germain (PSG) justru tidak berjalan dengan baik. Untuk kedua kalinya secara beruntun, PSG gagal meski untuk meraih final Liga Champions. Ada satu faktor yang ikut membuat rencananya di PSG tidak berjalan dengan baik yaitu cedera metatarsal yang dialami sang pemain. Kini, Neymar sudah memiliki keinginan yaitu meninggalkan PSG. Sikapnya ini ditunjukkan dengan tidak hadir dalam hari pertama latihan klub asal Paris tersebut.


Baca Juga :
- Menguji Kekuatan The Gunners
- Analisis Dua Pekan Pertama

Sikap Neymar ini pun pada akhirnya membuat kubu PSG mengambil keputusan. Melalui Direktur Olahraga Leonardo, PSG menegaskan bahwa Neymar bisa saja pergi selama ada tawaran yang bagus. Meski demikian, inilah situasinya. Ketika citranya sudah tidak lagi utuh sebagai pemain, akan sulit mendapatkan klub yang diinginkan. Neymar sendiri bukan rahasia lagi sangat menginginkan meraih predikat Pemain Terbaik Dunia.

Belakangan, citranya semakin teriritasi oleh sukses Brasil meraih gelar Piala Amerika. Tanpa kehadirannya di lapangan, Tim Samba tetap mampu meraih gelar kompetisi terbesar sepak bola Amerika Selatan tersebut. Awalnya, Brasil memang menyayangkan bahwa mereka tampil dalam Piala Amerika 2019 tersebut tanpa bintang mereka ini. Namun, kini, wajah Brasil justru lebih jelas: Pasukan Tite jauh lebih baik dan lebih kolektif tanpa kehadiran Neymar.


Baca Juga :
- MU Harus Membuat Pogba Bahagia
- Inter, Peluang Terbaik Sanchez

Saat ini, transfer Neymar masih menjadi kontroversi. Namun, faktanya, bukan kali ini pemain 27 tahun tersebut menciptakan situasi seperti ini. Kisah transfer Neymar memang selalu diikuti dengan kontroversi. Meski demikian, bursa transfer musim panas ini bukan hanya ramai oleh Neymar melainkan juga sosok gelandang asal Prancis, Paul Pogba. Berbeda dengan Neymar, Pogba sudah mengikuti latihan di Manchester United (MU).

Namun, keinginannya sudah tidak berada di tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini. Situasi yang sama juga berlaku untuk rekan setimnya, Romelu Lukaku. Seperti Neymar, kedua pemain ini awalnya menjadi harapan MU untuk kembali sukses di Liga Primer dan ajang Eropa. Tapi, mereka justru gagal memenuhi ekspektasi tersebut.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA