#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Salah Strategi atau Naif? IBF Bakal Copot Gelar Canelo demi Petinju yang Tidak Populer Ini
11 July 2019 15:05 WIB
NEW JERSEY – Saul “Canelo” Alvarez saat ini jadi salah satu petinju dengan tingkat popularitas tertinggi. Dia bersanding bersama Manny Pacquiao, Anthony Joshua, dan Deontay Wilder. Sehingga, apa saja yang menyangkut Canelo pasti jadi perhatian penggemar tinju dunia.

Salah satunya soal rencana IBF ingin mengambil sabuk juara dunia kelas menengah yang kini dipegang Canelo. Alasannya, Canelo menolak permintaan pertarungan wajib (mandatory fight) lawan peringkat pertama IBF, Sergiy Derevyanchenko. Ini jadi masalah karena Canelo akan santai saja melepas sabuk itu lantaran jika menimbang nilai komersial.

Soalnya, dalam segala perhitungan, Derevyanchenko bukan levelnya Canelo. Petinju asal Ukraina itu pula yang membuat Gennady Golovkin diambil sabuknya gara-gara tak mau bertanding. Itu terjadi di tahun lalu. Sabut IBF kelas menengah itu pun lalu diperebutkan oleh Derevyanchenko dan Daniel Jacobs.


Baca Juga :
- Dibilang Bakal Pensiun, Rossi Keluarkan Pesan Menantang
- Peter Crouch Ungkap Alasan Jujur ​​yang Kejam untuk Pensiun

Hasilnya, Jacobs menang lalu petinju asal Amerika Serikat ini dikalahkan Canelo. Derevyanchenko tak menyerah. Dia pun menantang Jack Culcay untuk mendapatkan posisi IBF Eliminator atau penantang utama. Lewat jalur inilah Derevyanchenko punya akses menantang Canelo.


Baca Juga :
- Kontradiktif! Kovac Inginkan Dembele tapi Legenda Munchen Bilang Jangan, Ini Alasannya
- Atletico Sudah Dapat Striker Baru Bisa Gantikan Griezmann, Orang Serbia 21 Tahun

Jelas, Canelo lebih baik mencari petinju atau pertarungan dengan nilai komersial yang lebih tinggi. Misal, melawan juara WBO, Demetrius Andrade atau mengincar satu gelar lagi di divisi yang berbeda. Muncul pertanyaan apakah IBF salah strategi atau naif? Bisa salah strategi lantaran Canelo tak ada lagi di dalam daftar juara mereka.

Padahal, Canelo bisa membuat popularitas badan tinju dunia itu naik. Sedangkan naif lantaran sangat terpaku pada regulasi yang ada soal mandatory fight. Jika IBF jadi mengambil sabuk Canelo, maka akan ada gelar lowong. Derevyanchenko akan naik ring dan kemungkinan besar lawannya adalah Golovkin. Hasilnya? Kemungkinan besar Golovkin jadi juara dunia IBF lagi.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA