#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
OPINI
Kartu Merah Novri Setiawan, Bukti Sepak Bola Jangan Hanya Modal Dengkul
11 July 2019 15:10 WIB
KARTU merah tidak perlu didapat Novri Setiawan. Padahal posisi Persija sedang unggul. Situasi juga kritis, karena pertandingan tinggal menyisakan 10 menit terakhir. Ditambah lawan yang dihadapi adalah Persib.

Tapi apa yang terjadi? Mantan pemain SAD Indonesia itu malah menendang bola ke arah Ezechiel N'Douassel. Wasit Fariq Hitaba seketika langsung mengacungkan kartu merah.

Tanpa basa-basi. Langsung kartu merah. Lagipula juga tidak perlu basa-basi. Perilaku buruk seperti itu memang patut dikartu merah. 


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 18 September
- Robert Alberts Kecewa Proses Naturalisasi Fabiano Beltrame Belum Selesai

Supaya terbiasa kalau main di event internasional juga akan begitu. Soalnya juga tidak ada bedanya aturan antara pertandingan internasional dan domestik.

Novri Setiawan terlihat tambah emosional. Protes terus ke wasit. Sampai-sampai harus ditahan rekan-rekannya. Memangnya mau ngapain sih? Sudah jelas berulah buruk, wajar dikartu merah. Salah sendiri, menyesal? Merugikan teman-temannya?

Selesai ditarik-tarik ke luar lapangan, Novri Setiawan juga masih tidak mau masuk ruang ganti. Mencoba duduk di sentelban depan tribune VVIP. Mau nonton dari pinggir lapangan, bos?

Akibatnya memang fatal. Bermain dengan 10 pemain, membuat Persija seperti mual. Mereka harus menerima terus serangan dari Persib. Di menit-menit setan seperti itu.

Terbukti, Persija akhirnya juga kebobolan. Persis di injury time menit pertama. Kemelut di depan gawang Persija, berhasil dimanfaatkan Artur Gevorkyan. Skor menjadi 1-1.

Tidak sedikit yang menghujat Novri Setiawan. Bahkan salah satu media memberitakan kalau kolom komentarnya di media sosial terpaksa dimatikan, daripada terus menerus dipersekusi.


Baca Juga :
- Omid Nazari: Saya Tidak Beruntung Kena Lemparan
- Update Klasemen Liga 1 2019, Persija Lepas Zona Merah, PSM Tertahan

Dalam kejadian itu penulis mendukung sepenuhnya keputusan wasit Fariq Hitaba. Buat wasit-wasit lain juga tidak perlu ragu membaham pemain dengan kartu merah langsung, kalau punya ulah buruk yang sulit ditoleransi. 

Ya, daripada nanti terkaget-kaget kalau main di level internasional. Melakukan pelanggaran konyol dan buruk, dikartu merah lalu protes karena merasa tidak bersalah. Anggapnya baru melakukan pelanggaran ringan. Hmm...*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA